Student Sharing dan CMSE Ibu Profesional

Meet up di akhir bulan kemarin adalah pekan terakhir jadwal materi Matrikulasi. Setelah NHW 9 selesai, jadwalnya masih menyelesaikan sesi SOTD (Seleb Of The Day) bagi yang belum. Di pekan terakhir ini, ada juga sesi mellow-mellow, karena bakal kangen sama ‘Apa Kabar NHW Kakak?’ atau engga. Selain itu, Fasil kami, Mba Nana, juga pandai membawa suasana seolah-olah kita mau perpisahan gitu. Bahwa kelas kita keren, Mba Nana sendiri mendapat banyak pelajaran, macam-macam lah.

Karena kebetulan saya adalah perangkat kelas, selain menyelesaikan SOTD jadwal di Kalender Akademik adalah Pengumuman Student Sharing. Saya agak nggak paham tuh. Banyak silent reader-nya. Karena jauh dalam hati, saya merasa capek juga, dan pengen nafas sebentar untuk nggak aktif kegiatan online. Hehehe.

Hari Sabtu malam, Mba Nana, membawa pengumuman ke kelas tentang Student Sharing ini. Student Sharing ini adalah sesi berbagi di kelas oleh mahasiswa yang sudah dipilih oleh Fasil untuk berbagi perjalanan NHW-nya. Fasil menegaskan bahwa sangat sulit memilih peserta Student Sharing ini, karena semua proses belajar teman-teman bagus. Tapi, memang harus memilih beberapa mahasiswa. Selanjutnya, dijadwalkan untuk Sharing dengan menyiapkan materi ringkasan untuk dibagi.

Dan ternyata… namaku ada di daftar peserta Student Sharing bersama 5 orang temanku lainnya, totalnya 6 orang. Speechless. Ini harus komen apa ya?

Disusul kemudian saya dijadwalkan pertama kali untuk Sharing, dengan waktu 2 hari untuk menyiapkan Be Do Have dan Social Venture. Baiklah… mau tidak mau saya menyeret suami untuk bantu siapin materi, dia desainnya doang. Saya terlalu speechless dan pusing deg-deg an.

“Kamu ngerasa mimpi nggak sih Ide Sosial ku ini?” tanyaku ke suami, ditengah-tengah geser-geser tikus di Corel.

“Ya nggak apa-apa, semua berawal dari mimpi kan? Lagian, ini kamu bikin karena kamu emang bisa kok.” Jawabnya.

“Iya, kata Mba Nana, mungkin suatu hari nanti nggak akan percaya kalo pernah menuliskan ini.” Saya menghela nafas.

 

IMG-20190407-WA0030
IMG-20190407-WA0032
IMG-20190407-WA0031

Karena Student Sharing ini sama teman sekelas sendiri, deg-deg an iya, tapi lebih selaw karena kita terbiasa interaksi setiap hari. Beberapa dari mereka pasti juga sudah bisa menebak NHW saya. Hahaha.

Dari sesi Student Sharing ini, benar-benar bikin amaze. Karena teman-teman yang lolos benar-benar menginspirasi. Dua diantaranya masih lajang, sedang proses menunggu pangeran berkuda, namun mereka punya ide sosial yang keren. Coba saya dulu apa atuh pas masih jomblo, galau melulu pengen maen kemana sama siapa, sibuk nongkrong sana-sini ngabisin duit. Huhuhu…

CMSE (Class Meeting Student Exchange)

Setelah sesi Student Sharing ini, langsung lanjut ke CMSE. CMSE adalah program pertukaran pelajar, jika kami terpilih maka kami akan masuk ke kelas lain untuk beberapa waktu dan sharing disana. Lagi-lagi disini, Fasil yang akan memilih dari Mahasiswa Student Sharing kemarin.

Nama saya kembali ada, bersama 2 orang teman saya. Mba Anindea dan Mba Deby Nur, a mom zero-waste lifestyle. Shock dan speechless lagi. Kok speechless melulu? Alhamdulillah deh.

Sewaktu SOTD dulu memang ada poin kota tujuan jika terpilih CMSE. Saya memilih, Sulawesi. Kenapa? Ya luar jawa aja pokoknya. Berharap bisa belajar kultur berbeda walaupun online. Namun, saat pengumuman, saya mendapat kota tujuan Kalimantan Selatan dan Banua Lima. Ah tak apa, masih luar Jawa. Yang dapat Sulawesi malah Mba Anin lho…

Beberapa hari kemudian, dihubungi oleh Fasil KalSel & Banua 5, yaitu Mba Febrin. Menginfokan bahwa jadwal saya Kamis malam, apakah bisa? Saya mengkonfirmasi, bisa. Dalam hati berharap, semoga Marwa bisa kooperatif. Dan seperti biasa, kabari suami, minta tolong bantu handle Marwa.

Hari yang ditunggu tiba, seharian saya deg-deg an banget lho. Khawatir kalo dikacangin huhu karena jam online yang nggak sama. Kalo dikacangin its means CMSE saya gagal. Hiks.

Jam 19.30 WIB, saya mendarat di kelas KalSel & Banua 5. Tik tok tik tok. Alhamdulillah, ada yang typing… Moderator saya, Mba Erlita. Disusul teman-teman yang lain. Alhamdulillah… seru dan ramai. Makin malam makin ramai, kebetulan malam itu kebanyakan yang online adalah perantauan. Jadi kita bisa ngobrol bahasa Jawa. Hahaha. Sedikit cerita juga soal tol dari Surabaya ke Tulungagung, yang memangkas perjalanan. They can’t wait for Mudik. Juga ngobrol soal Krupuk. It was so nice experience.

Jam 20.30 WIB saya diantar pulang ke kelas Pacitan-Kediri, mendarat sempurna di Dapur, karena kelas juga lagi rame ada CMSE dari Jogja. Di Dapur, say hello, aku pulaaang gaes. Hahaha. Lega dan plong. Alhamdulilaaah~

Saya juga mendapat oleh-oleh dari KalSel & Banua 5. Rasanya pengen suatu hari benar-benar bisa menginjakkan kaki disana. Aamiin…

IMG-20190418-WA0028

Saya tidak pernah terpikir bahwa Matrikulasi IIP akan membawa saya pada pengalaman-pengalaman yang seperti ini, karena itu saya sering speechless. Motivasi ikut IIP ini adalah untuk bisa belajar, berbagi ilmu, mendapat dan memberi ilmu. Nampang di e-bulletin, lolos Student Sharing, bisa mewakili Kediri Raya untuk CMSE ke KalSel & Banua 5. Tak pernah terbayang sedikit pun. Saya hanya belajar mengikuti alur kesungguhan saya belajar di IIP ini. Saya anggap sebagai ikhtiar saya membentuk diri dan keluarga untuk menjadi lebih baik.

Pekerjaan rumah berikutnya adalah mewujudkan apa yang sudah dirancang sembari belajar. Learning by doing.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *