Pekan Menyusui Sedunia 2018

Hai Ibu-Ibu menyusui…

Setiap tahunnya selama tanggal 1-8 Agustus diperingati sebagai Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week). Tahun lalu, pekan menyusui bertepatan dengan Marwa memasuki MPASI. Wow senang banget, karena akhirnya dia lulus 6 bulan pertama, 95% ASI eksklusif, karena 5%-nya ada susu bubuk. Hahaha.

Bagaimanapun saat itu, saya patut berbangga diri. Karena itu adalah penghargaan terhadap diri saya sendiri, ternyata saya tidak mudah menyerah untuk urusan ASI. Hingga kini, pekan menyusui kali ini bertepatan dengan Marwa genap 18 bulan (1,5 tahun) dan saya memutuskan berhenti pompa ASI. Setelah masuk 12-13 bulan kemarin, saya cuma pompa sekali dalam sehari. Sekarang, saya sudah nggak bawa coolerbag lagi saat bekerja.

Awal-awal ya rasanya ada yang aneh, ada rutinitas yang berkurang, tapi jujur lebih enteng aja. Kalo pagi, nggak perlu gedabrukan cuci-steril printilan, belum kalo diikuti Marwa yang mau-nya nyusu langsung. Udah mulai perbaiki absensi, biasanya ngebut karena mengejar jam, sekarang karena lebih longgar jadi lebih fokus dijalanan.

Marwa gimana minum susunya? Kadang UHT, kadang nggak minum susu. Meskipun ASIP saya masih, tapi dia udah nggak pernah minta ASIP lagi. Lagipula, bukankah kita sama-sama sering baca kalo susu bukan kebutuhan utama anak diatas 1 tahun? Jadi ya, siapin cemilan yang banyak, dan perbanyak di porsi makan aja. Barulah ketika saya pulang istirahat dan sepulang dirumah, dia full menyusu langsung.

Justru makin kesini, rasanya dia makin doyan ngempeng, hobi banget “nyinyik awo bubuk”. Bahasa cinta dia kalo minta nenen, kalo ditranslate “mimik sambil bobo”. Karena kami, orang tuanya, sepakat untuk mengajarkan bahasa Ibu (Jawa) dulu ke Marwa, jadi komunikasi sehari-hari Marwa adalah bahasa Jawa. Yang kalo mau dijadiin postingan, harus ada translate-nya. Hahaha.

Intinya apa di Pekan Menyusui ini?

Saya senang karena sekarang ini dukungan memberikan ASI sudah sangat besar dan tinggi sekali. Pompa ASI itu macem-macem brand-nya, type-nya juga banyak, sudah kayak handphone aja. Semua tinggal bergantung kemauan dan kemampuan Ibu yang paham. Media penyimpanan juga banyak, dari botol ASI sampe kantong ASI yang lucu-lucu, berbagai ukuran dari berbagai brand. Semua untuk apa? Biar Ibu semangat menyusui.

(Baca juga : Tim Menyusui)

Booster ASI juga banyak sekali, mulai dari yang bisa dijumpai di pasaran sampe yang kelas premium, mulai yang rasa kental jamu sampe yang rasanya enak kayak minuman resto.

Nggak ada ruang menyusui dan khawatir payudara kelihatan kemana-mana? Sekarang apron menyusui banyak juga, berbagai motif dan berbagai merk. Tinggal menyesuaikan bajunya apa, apronnya apa, biar tetep kece.

Butuh semangat? Join komunitas, follow akun instagram sharing ASI dan parenting. Ada problem? Konsul online ke konselor Laktasi.

Kalo sudah sebegitu-tersedianya dukungan menyusui, harusnya menyusui bisa diperjuangkan oleh semua Ibu. Jangan mudah menyerah, Ibu-Ibu menyusui. Berikan yang terbaik untuk anak kita, kerahkan segala kemampuan yang Ibu miliki.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *