Nostalgia Guru SMA Favorit

Kalo cerita soal masa SMA, nggak lepas dari grup Whatsapp Ladies Only!. Dulu sih nggak ada grup-grupan kayak gini, jamannya sms-an doang, nge-grupnya di kantin Pak Santoso makan bakso sama mie ayam. Ghibahnya sepulang sekolah. Sssttt~

Karena tema ODOP hari ini adalah guru favorit, saya lupa beberapa namanya. Saya lempar pertanyaan ke grup SMA Ladies Only!.

Guru favorit kalian siapa? Trus kenapa?

Dan inilah jawaban mereka :

Bu Yaning sama Bu Yeni Rosita, guru BK. Soalnya, cantik-cantik, sabar, ngasih nasihat sama saran enak didengar. Bu Norma juga okey, baik banget.Rizky, Ibu 1 anak.

Bu Norma. Soalnya, blio masih inget terus sama aku sampe sekarang. Selalu mengomentari status fesbuk ku. Ngga pelit nilai. Terimakasih Ibu Norma.Ratna, Ibu hamil.

Pak Bambang lah, secara aku seneng olahraga, pasti guru olahraga jadi favorit. Eh, nggak semua lah, tergantung cara ngajar. Kalo kayak Pak X, ogah, nyuruh doang nggak kasih contoh. Bu Anis Muarifah juga okey, favorit dari kelas 1 SMA, tapi nggak tau kenapa selalu remidi pas pelajaran blio. Padahal catatan lengkap, selalu dengerin kalo dijelasin.Amanda, single.

Bu Norma, Bu Lilik sama Bu Yaning. Bu Yaning sampe sekarang baik banget, ramah, bisa jadi temen. Bu Lilik guru paling sabar, murah senyum, cantik dan paling penting bisa ngajari cara ngerjakan kimia.Martha, Ibu 1 anak.

Pak Y (kita sebut demikian karena lupa namanya, tapi terkenang), blio nggak pernah nunjuk aku pas kuis, dan sukses bikin setiap ulangan harian selalu remidi, jadi selalu ketemu orangnya. Fix makasih Pak, bikin aku keliatan bego di kelas IPA.Widya, berpacaran.

Tanpa mengurangi esensi, jawaban diatas sudah diolah sedemikian rupa, karena kalo di copy apa-adanya mengakibatkan terlalu banyak terjemahan dari bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia. Bukan hanya bikin pusing yang baca, percayalah nalar nggak akan sampe. Karena grup ini sebenarnya gila kreatif. Ada 1 anggota yang nggak kasih jawaban, karena ya entah mengapa selalu aja ketinggalan kereta ni bocah. Kita maklum, karena pengantin baru, mungkin sibuk ber-ndusel-ria, cuaca cukup dingin :-p

Jadi, Bu Norma menempati urutan favorit versi Ladies Only, blio adalah guru Bahasa Indonesia kami sejak kelas 2, sejak kami sama-sama jadi murid jurusan IPA. Orangnya memang humble banget, mungkin karena ngajar kita waktu itu blio masih muda, masih single. Jadi, blio tau banget anak SMA seperti apa, ngobrol pun sama sekali ngga sungkan, diajak bercanda juga bisa mengimbangi banget. Jadilah kalo ketemu blio, bawaannya bahagia. Bahkan kadang sopan santun dipertanyakan, iya kan?

Begitupula dengan Bu Yaning, guru BK. Jadi guru kami juga masih muda, apalagi guru BK, blio paling paham bagaimana bersikap sama siswanya. Ngga heran kalo ini melekat ya. Soalnya kami juga pernah berurusan sama ruang BK. Nakal? Engga, kami terlalu hits aja.

Selain itu, guru-guru yang disebutin diatas, sekarang aktif di medsos, makanya kita nggak akan lupa. Blio suka upload foto, update status, juga komen-komen. Berasa temen? Hahaha.

Saya suka pelajaran Kimia, dari diajar Bapak Dwi yang tulisannya rapi, Bu Titik Rohmiati yang enak banget penjelasannya, kemudian Bu Lilik, guru Kimia sekaligus wali kelas yang paling care sama anak didiknya. Mungkin karena waktu itu jadi wali kelas di kelas 3 ya, jadi blio open banget sama anak-anak yang pengen ikut PMDK jaman itu, yang pengen lanjut kuliah ke PTN. Saya inget, blio juga tanya ke saya, apa saya nggak pengen nyoba PMDK? Peduli banget ya, blio tau kemampuan masing-masing muridnya. Sesuai komen Martha diatas, blio juga nggak sungkan untuk keliling satu per satu ke meja siswa buat ngajarin rumus. Sayangnya, rumus kimia yang saya inget cuma NaCl sama H2O. Wk. Padahal, catatan saya super lengkap, sampe bukunya bendel 3. Hahaha. Rajin pol.

Berikutnya, saya suka sama Bahasa Inggris. Gurunya Pak Wawan, suami dari Bu Lilik wali kelas saya. Dan tentu saja, Ibu Widi, wali kelas juga di kelas 2. Beberapa murid kurang suka sama Bu Widi, salah satunya suami saya, karena suami selalu remidial di kelas Bu Widi ini. Hahaha. Karena kami terlalu hits waktu itu, kami pernah dipanggil kerumahnya. Dan beda jauh Bu Widi dirumah dan di sekolah. Di sekolah terkenal galak, susah senyum. Tapi dirumah, ramah sekali, tutur katanya juga sopan. Mungkin karena waktu itu kami biang keladi ya, bikin kelas asuhannya hits, jadi blio ‘halus’ sama kita. Duh, maap ye Bu…

Inspirasinya apa? Semua guru punya kenangannya masing-masing di hati muridnya. Mau itu hobi bikin kuis dadakan, suka nunjuk-nunjuk ngerjain di papan tulis, maupun yang baik banget, ramah, halus tutur kata. Apalagi sekarang gampang banget buat terkoneksi lagi dengan adanya sosial media, dulu mungkin guru, untuk menyapa aja malu, sekarang malah saling balas komen. Saling mendoakan yang baik-baik. Kita sebagai murid berterima kasih juga, karena para guru turut mewarnai putih-abunya kita, bikin putih-abu seru dan nggak terlupakan. Juga minta maaf karena kami pernah bikin masalah. Ya nggak seru sih kalo nggak bikin masalah, ya kan? Hahaha.

Sekian dulu nostalgianya, karena nostalgia SMA bersama Ladies Only ini terlalu banyak dan selalu melebar kemana-mana, nggak karu-karuan. Semoga suatu hari bisa nulis tentang nostalgia lagi. Selamat mengenang jaman putih-abu.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *