Jalan-jalan ke Penangkaran Rusa Maliran

Idul Adha kemarin adalah kali pertama saya bawa Marwa ke masjid. Meskipun Idul Fitri kemarin dia sudah bisa jalan dan diajak komunikasi juga lancar, tapi saya mengurungkan niat mengajak dia ke masjid. Sholat Idul Fitri biasanya lebih ramai dan sesak, kalo Marwa cranky saya males aja sama pandangan-pandangan jamaah lain. Nah, Idul Adha ini saya jauh lebih siap bawa Marwa ke masjid. Semalam sebelumnya sudah sounding berkali-kali, besok ikut sholat ya, duduk yang manis, bangun pagi lho. Dia jawab dengan “Allahu Akba?” sambil gerakan tangan sedekap.

Pagi harinya, dia bangun jam 6, itupun saya bangunin trus gedabrukan mandiin, ngga pake sisir rambut langsung pakein mukena dan gendong, berangkat. Sesampai di masjid, udah disiapin space sama Ibu Mertua di pinggir, biar kalo cranky bisa langsung angkat dan pulang. Ternyata, Marwa manis sekali. Jalan-jalan sih iya, cuma nggak sampe teriak-teriak ato lari-larian. Sama sekali nggak ganggu jamaah lain. Ibu bangga deh!

Selepas sholat Idul Adha, kami manfaatkan untuk jalan-jalan bertiga. Karena si Bapak Wahyu lagi hobi motret, jadi dikit-dikit pertanyaannya “hunting kemana nih?”. Nggak pake pikir panjang, nyampe rumah langsung ganti baju dan ambil motor. Sambil ganti baju dan nyiapin kamera, memutuskan untuk ke Penangkaran Rusa Maliran. Jalanan masih lengang sekali, udara juga masih bersih, karena kami berangkat pagi sekitar jam 8. Marwa seperti biasa, lanjut tidur digendongan saya.

Penangkaran Rusa Maliran ini sebenarnya bukan tempat wisata baru. Sejak Bapak Wahyu dinas di Blitar 4 tahun yang lalu, nama Wisata Maliran sudah tidak asing. Beberapa waktu yang lalu blio kesana bersama teman-temannya, kemudian pengen banget ajak Marwa kesana. Wisata ini sudah mulai berbenah dengan landmark baru “Maliran Deer Feeding” yang sebenarnya masuk ke dalam kawasan perhutani, jadi disebut juga Wana Wisata Sumberingin. Secara administratif, masuk ke Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Karena kami berangkat dari Tulungagung, untuk ke wisata ini ambil arah Blitar melalui jalur Srengat. Tinggal lurus aja, sebelum tikungan Tugurante arah Kota Blitar, di kiri jalan akan ditemui gapura ikon rusa “Wana Wisata Maliran”. Masuk ke gapura, ikuti jalan, ketemu deh. Namanya saja Wana Wisata alias Wisata Hutan, jadi rimbun pepohonan tinggi. Untuk biaya masuk 10.000 / orang.

Di Penangkaran Rusa Maliran ini, pengunjung dipersilahkan memberi makan untuk Rusa. Ketika saya baru tiba, masih sepi banget dan belum buka loketnya, jadi belum bayar, parkir aja gitu. Mendekati rusa-rusa, saya ditawari untuk memberi makan. Harga makanan rusa ini 2.000 / ikat, ada sayur sawi dan kacang panjang. Beli 5.000 dapat 3 ikat, bebas pilih mau sayur apa. Pertama kali nyoba, saya langsung beli 5.000, kacang panjang 1 ikat dan sawi 2 ikat. Ternyata, rusa-rusa ini suka sekali. Antara suka atau lapar ya? Yang pasti, mereka responsif, ketika kita mendekat bawa sayuran, mereka juga mendekat bergerombolan rebutan.

Disinilah letak edukasi untuk Marwa. Awal-awal dia takut karena suara dari rusa, nemplok gendong melulu, baru ketika saya mulai ajari memberi makan, dia mau turun untuk memberi makan. Berulang kali Marwa bersorak ‘lhooo…’ saat rusa memakan sawi yang dia kasih. Hahaha. Sawi habis, dia ajak beli lagi. Oke beli 5.000 lagi, sawi semua, dan Marwa yang kasih makan.

Nggak cuma bisa berinteraksi dengan rusa-rusa, Wisata Maliran ini dikembangkan menjadi Kesambi Trees Park. Banyak pepohonan rimbun, dengan daun berjatuhan, taman yang sedang dikembangkan, juga wahana bermain anak seperti ayunan dan prosotan dari kayu. Lahan yang luas bikin anak bebas berlarian karena area ini juga bebas rokok. Yang paling kece sih, banyak banget spot foto, ada ayunan, ada frame digantung, kursi dan meja kecil. Seolah-olah tiap jengkal tempat ini bisa jadi spot foto, jadilah Bapak Wahyu bahagia jepret sana-sini. Nggak heran, tempat ini jadi pilihan salah seorang teman saya untuk sesi Pre-Weddingnya.

Menurut saya, tempat ini keren untuk destinasi wisata, nggak cuma untuk keluarga, buat berduaan juga oke. Bahkan di area Kesambi Trees Park, saya sempat ditawari kopi lho sama pemilik Kafetaria. Kalo tipikal pembawa bekal, tinggal gelar tikar beres, pohon yang tinggi dan rimbun bikin tempat ini nggak panas. Sebentar lagi nampaknya juga akan ada area hidroponik gitu, sedang dalam tahap pembibitan.

Jadi, ada yang bingung milih wisata child-friendly? Mungkin Penangkaran Rusa Maliran ini perlu kalian kunjungi.

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *