Belajar Menggambar dan Kelas Bahasa Inggris

Awal tahun ini, saya memutuskan untuk sortir beberapa grup Whatsapp. Alasannya, pengen lebih mindful. Tsah~ Punya banyak grup ini seneng-seneng senep. Kalo lagi bingung ngapain, bisa nimbrung. Kalo lagi sumpeg, grup ini nambah sumpeg karena berisik. Apalagi, akhir-akhir ini seringnya cuma berbagi stiker aja. Bahkan ada yang join grup untuk kulakan stiker.

Meninggalkan beberapa grup Whatsapp, tapi saya juga join grup baru. Piye aku ki? Haha. Grup ini berkaitan dengan hobi yang pengen saya cobain. Yaitu, menggambar dan kelas Bahasa Inggris.

Belajar Menggambar

Bermula dari Mbak Muyas, Founder Estrilook, share kelas menggambar berbayar dengan aplikasi IbisPaintx. Saya sudah lama tau aplikasinya, tapi nggak mempelajari serius toolsnya. Selain itu, saya merasa tidak berbakat menggambar. Padahal, setelah follow Instagram @ditut dan suaminya @pinot, saya sudah pasang mindset bahwa menggambar tidak butuh bakat.

Skill menggambar itu dilatih, seperti menulis. Sisanya, permainan selera. Yang membuat menggambar selama ini sulit adalah komentar orang pada keharusan. Seperti bahwa langit harus biru, daun harus hijau dan keharusan lain yang akhirnya membatasi kreativitas. Memangnya, apa salahnya kalo langit berwarna pink? Barangkali memang langit sedang tersipu kan?

Karena mindset inilah, salah satu rumbel Ibu Profesional yang saya ikuti adalah Doodle Lettering. Untuk mengasah, bener nggak sih bisa menggambar, bener nggak sih nyaman dengan menggambar. Berusaha keras untuk percaya diri dengan hasil gambaran, nggak mudah. Selama mengikuti challenge di rumbel, saya nggak pernah bawa hasil gambaran untuk status atau sosial media. Ternyata, walaupun mindset tertanam, saya belum percaya diri. Huhu.

Saya memang menyukai desain sebagai penikmat, belum untuk creator. Kalo hanya sekedar edit-edit, bisa aja. Tapi, kalo harus mengikat ide, belum bisa. Ini diakui oleh suami, guru desainer saya. Tapi, entah kenapa saya berkeinginan kuat sekali menjajal menggambar digital. Maka, gabunglah kelas menggambar Keong Mas oleh Ilustrator, Mbak Dwi Yuliarti.

Kelas Menggambar IbisPaintx bareng Mbak Dwi Yuliarti ini dibanderol dengan HTM 30.000 saja. Murah banget, kan? Mbak Dwi Yuliarti menyediakan dua grup. Satu grup untuk tutorial dan satu grup untuk berdiskusi. Dan, mulailah menggambar dengan mengikuti satu per satu tutorialnya. Dengan langsung praktek gini, kita langsung paham fungsi masing-masing tools lho.

Ternyata oh ternyata. Melelahkan, gaes! Butuh telaten dan sabar yang super. Bikin outline, mewarnai, merapikan, bikin jari capek. Meski capek, susah berhenti karena pengen cepet tau seperti apa hasil akhirnya. Pada akhirnya, aku mengakui, jadi Ilustrator itu sulit. Aku pernah bilang di postingan tentang Buku Anak, aku selalu salut dengan penulis dan ilustrator dalam menyuguhkan karya. They so awesome!

1578818696914

Kelas Bahasa Inggris

Ini adalah kelas kedua yang aku ikuti di awal tahun. Berawal dari share salah seorang teman penulis. Nama kelasnya adalah English the Easy Way with Miss Grittins. Nama mentornya adalah Miss Astuti Grittins. Miss Astuti ini orang Indonesia yang sekarang tinggal di Singapore mengikuti suami yang seorang guru Bahasa Inggris, Dan Grittins.

Apa motivasi aku? Ya, karena English aku mlempem selepas kuliah. Mlempem parah kayak krupuk seblak. Hahaha.

Padahal, aku pengen banget suatu hari bisa lanjut S2 atau ambil sertifikasi. Masih dalam keinginan dan belum tau kapan, yang pasti tidak ada kata terlambat untuk pendidikan, kan?

Nah, kelas ini berawal di Facebook Group untuk pemula. Belajar writing dulu, hafal to-be, dan kemudian lanjut speaking dan listening di Whatsapp Group. Aku sudah sampai di speaking. Miss Astuti selalu memberi komentar untuk speak kita. Kita juga bebas ngobrol dalam bahasa Inggris dengan sesama anggota grup.

Beberapa waktu sebelumnya, aku juga pernah ngobrol dalam Bahasa Inggris dengan teman. Sadar nggak sih, kenapa Bahasa Inggris mlempem itu ya karena nggak pernah dibiasakan. Setelah sekolah, ya selesai. Nggak pernah nulis English, apalagi speaking. Listening ya lagu-lagu, lumayan. Kosa kata nambah dikit. Reading, pasti capek duluan. Sisanya, nggak percaya diri.

Perlu nggak sih ikut kelas-kelas begitu? Menurutku, perlu banget. Apalagi buat Ibu-Ibu yang waktunya sering tersita urus rumah, anak dan suami. Ikut kelas online begini, lumayan mengalihkan pikiran dari rumah. Jadi, nggak jenuh dan nggak bosan. Selain itu, bisa membantu otak kita terus jalan, nggak stuck. Apalagi, kelas online begini. Nggak usah kemana-mana, ilmu tambah, teman juga nambah.

Jadi, berencana ikut kelas apa tahun ini?

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.