Menjadi Mahasiswi Institut Ibu Profesional

Kalo diinget-inget ulang kapan kenal Institut Ibu Profesional? Saya lupa tepatnya. Yang pasti karena saya merasa haus komunitas saja. Apa mungkin barengan sama kenal komunitas blogger ya? Bisa jadi. Setelah itu sempat ngulik sedikit, kemudian tau, oh berbayar, jadi saya nggak begitu tertarik. Hahaha. Maklum ya, waktu itu prioritas saya yang penting join dulu, punya banyak teman, belum mikir panjang, apalagi tentang kebermanfaatan.

Singkat cerita, semacam diingatkan lagi sejak join komunitas Pejuang Literasi, dimana anggotanya kebanyakan orang Semarang dan para member Ibu Profesional. Karena kami tergabung dalam proyek menulis buku bareng, suka rame di grup dan tentu saling follow akun sosial media. Dan saya terkesima sama akun sosial media mereka yang terkonsep karena beberapa tugas dari Institut Ibu Profesional ini. Saya jadi follow semua akun sosial media IIP, hingga regional terdekat saya, Kediri.

Continue Reading

Buku Antologi Pertama dan Remah Cerita 2018

Wah… tanpa terasa 2018 ini sisa beberapa hari lagi. Apakah kerja masih semangat? Sesungguhnya, tidak. Karena hawa liburan seolah-olah berkejar-kejaran sama deadline laporan. Kenapa begini amat ya akhir tahun itu?

Tapi, rasanya ada yang kurang kalo akhir tahun nggak nulis blog kan?

Karena 2017 kemarin, blog saya benar-benar berantakan, jarang banget nulis, nggak ngurus update, cuma bayar domain aja. Maklum, 2017 kemarin goal saya adalah menyusui, siang dan malam pikiran saya adalah tentang menyusui. Dan, setahun pertama menyusui terlampaui, eksklusif! Disusul kemudian, saya harus menerima kenyataan bahwa saya harus mulai berkacamata. Huhuhu. Sampe sekarang, saya masih suka lepas pasang kacamata, masih belum bisa menerima, dan masih terus beradaptasi.

Continue Reading

Pertama Kali Traveling : Family Gathering

Bagaimana rasanya pertama kali traveling dengan batita? Seru dan capek, pasti!

Mulai darimana ya? Hmm… Jadi, beberapa waktu yang lalu, suami sakit karena terlalu capek, ditengah-tengah sakitnya, doi bilang, awal bulan ada acara kantor ke Jogja, beresin kerjaanmu, kosongin agendamu, pesennya. Aku diajakin jalan-jalan? Udah kebayang-bayang pastinya, udah prepare bawa apa aja. Mommy well-planned banget. Hahaha.

Seminggu kemudian, suami sembuh, ganti si kecil demam. Aduh, rencana jalan-jalan di godog lagi, berangkat-enggak-berangkat-engga. Oke, ngga berangkat, takut sakitnya berkepanjangan. Sembuh pun masih harus recovery. Dikubur dalem-dalem tuh angan-angan jalan-jalan, demi anak.

Continue Reading

3 Rekomendasi Tempat Makan di Tulungagung

Dulu, sewaktu kami masih berpacaran, lumayan sering nyobain restoran dan cafe buat nongkrong. Rasanya tiap weekend ada aja list cafe yang pengen dicobain. Meskipun kalo lagi pengen nyari yang enak dan kenyang, langsung aja ke resto favorit. Namun, sayangnya pelan-pelan resto favorit kami itu kok gulung tikar 🙁

Sedih deh kehilangan tempat favorit gitu. Sebutlah, Dapur Kunang-Kunang dipusat kota Tulungagung, saya suka suasananya, dipinggiran jalan, bisa lihat lalu lalang orang. Sesekali juga ada music acoustic. Makanannya juga enak. Bahkan saya pernah menjamu seorang teman dari kota sebelah di Dapur Kunang-Kunang ini. Lha, kok tutup… 🙁

Continue Reading

Fakta tentangku!

Challenge kali ini sungguh narsis! 😀

Tapi, kok lumayan mikir juga saat self-talk tentang fakta diri sendiri. Masa’ nggak kenal sama diri sendiri sih?

Apa karena selama ini terlalu pencitraan? Bikin citra apa memang? 😀

Pretty Introvert

Pretty Introvert ini adalah hasil test dari seberapa introvert saya. Dan, memang benar.

Orang-orang introvert selalu dikenal pendiam, penyendiri, punya dunia sendiri dan nggak banyak omong. Iya, saya memang begitu. Lebih tepatnya, selalu pasang citra begitu.

Tapi, pendapat ini pasti berbeda di teman-teman dekat saya. Justru mungkin mereka tidak percaya kalo saya introvert. Karena omongan saya ceplas-ceplos. Sekalinya omong, pedes dan nyelekit.

Oleh karena itu, disebutlah Pretty Introvert. Saya selalu melihat keadaan dimana saya berada. Jika memang keadaan kurang bersahabat dan kurang menarik minat, maka saya introvert. Jika keadaan menarik minat, saya merasa nyaman, saya tetap introvert juga sih, tapi tipis-tipis gitu. Hahaha 😀

Mendapat nilai terendah bidang Matematika saat UN SMA

Sedih 🙁 Saya masih inget banget nilai 5,65 untuk Matematika di UN SMA. Kalo di sort dari tertinggi ke terendah, itu nama saya barisan paling akhir bawah sendiri 🙁 🙁

Melankolis

Huhuhu saya anaknya gampang mewek, gampang terharu, cengeng banget. Dikangeni suami aja saya terharu. Lihat-lihat foto lama SMA, kemudian inget sekarang masih kompak, mewek. Inget perjuangan bikin skripsi bareng-bareng temen-temen seperjuangan, mewek. Nonton film india, mewek. Film crazy rich asians, mewek. Avenger pun pernah mewek.

Kalo istilah jawa, gembeng!

Kemudian apalagi ya fakta tentang diri saya? Itu dulu deh :p

Continue Reading
1 2 3 21