Waktu Luang

Sebagai Ibu yang bekerja, aku pernah dapat ungkapan, ya kamu kan enak, kerja, bisa ketemu temen-temen. Bekerja diluar rumah, bagi Ibu, selalu dianggap bagian dari me time. Padahal, ya, kalo kerja disitu ada kerjaan yang harus selesai atau target yang harus tercapai. Dimana me time-nya?

Makanya, aku suka dengan kutipan Ibu Septi Peni.

Ibu Bekerja. Semua Ibu itu adalah ibu bekerja, hanya beda ranah saja, yang satu memilih bekerja di ranah publik dan satunya memilih bekerja di ranah domestik. Dua-duanya sama-sama membanggakan, sama-sama bisa produktif dan sama-sama harus menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh. – @septi.peni

Jadi, menurutku, mau diranah publik atau domestik, yang namanya me time sama-sama butuh kok. Sama-sama butuh waktu luang untuk diri sendiri. Minimal, untuk me-reset rasa lelah, kebosanan dan ke-spaneng-an. Hahaha.

Tantangan sebenarnya dari waktu luang adalah manajemen waktu. Semua punya kesempatan memiliki waktu luang, asal diluangkan. Kita nggak akan sempat olahraga, kalo tidak menyempatkan untuk olahraga. Tidak akan ada kesempatan membaca, jika tidak meluangkan waktu membaca.

Ya kali orang akan strong terus. Nggak, lah. Akan ada titik yang namanya capek, yang sebenarnya diminta untuk berhenti sebentar. Sebelum capek itu jadi sakit atau menurunnya kesehatan, meluangkan waktu sejenak untuk melakukan hal yang kita suka, tidak ada salahnya.

Jadi, memiliki waktu luang pun sebenarnya bisa memacu produktivitas lho! Yang pasti, kesehatan fisik dan mental lebih terjaga. Dari 10 ide aktivitas, mana yang paling ‘kamu banget’?

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.