Tentang Kesehatan Mental

Rabu ini, seperti agenda sebelumnya, yaitu Tips n Trick di Hall Whatsapp Ibu Profesional Kediri Raya. Pekan kali ini tema yang diangkat adalah Kesehatan Mental. Masih berkaitan dengan tema Mencintai Diri Sendiri pekan lalu. Sekaligus booming-nya review film Joker, disusul dengan berita terbaru meninggalnya Sulli, artis Korea, yang disebabkan karena bunuh diri.

Baru nulis pembuka, aku sudah pusing. Haha.

Melihat hebohnya film Joker, aku sempat bilang pengen nonton sama suami. Tapi, bulan ini kami baru hajatan, jadi budgetnya nggak ada. Haha. Semakin baca review-nya yang buanyak, aku merasa keputusanku benar untuk nggak nonton.

Joker mengisahkan beragam kekerasan baik fisik maupun mental yang terpaksa diterima dan dilalui oleh Arthur Fleck (Phoenix), seorang komedian gagal. Ia hidup di era ketika Gotham dalam titik kronis, penuh ketimpangan, kejahatan, dan kemarahan pada 1980-an. (Sumber : CNN)

Baca sendiri lah ya, seperti apa review-nya. Karena aku nggak nonton, jadi aku nggak tau feel-nya seperti apa.

Disusul kemudian berita tentang meninggalnya artis Korea, Sulli. Lagi-lagi, aku bukan K-Popers, jadi aku nggak tau ini orang yang mana. Maaf, ya. Tapi, baca-baca di berita, sebelum meninggal, si Sulli ini menerima banyak perundungan. Meninggalnya pun karena bunuh diri.

(Baca : Pernah Dibully dan Jadi Pembully)

Seperti apa bahasan kami di grup besar?

1 (3)
2 (3)

***

Aku setuju kalo bahasan ini berat. Karena kesehatan mental ini butuh kesadaran kuat. Sadar apakah mental kita sudah baik? Atau malah sebaliknya? Seringnya kita merasa baik-baik saja, sehingga abai sama emosi negatif. Atau juga sebaliknya, kita tidak baik-baik saja, namun ketika bercerita ke orang lain, responnya ‘alah kamu lebay’.

Sehari sebelum blogpost ini tayang, saya lagi ngobrol di Whatsapp sama seorang teman yang sekarang domisili diluar kota. Ngobrol-ngobrol, dia bercerita kalo dia sering nangis sendiri sesenggukan tengah malam tanpa sebab. Dia bingung, dia kenapa. Sempat kepikiran mencari Psikolog, tapi nggak tau kemana. Dia juga bilang, sering merasa panik dan susah untuk netral kembali.

Pertanyaan saya ke dia, ada sesuatu yang membuatmu kecewa atau marah? Jawabnya, ada. Keluarga, dia merasa marah dan kecewa pada kondisi keluarga yang broken, tapi hanya mereka yang ia punya.

Mental 3

Sedih banget. Cuma bisa kirim emoticon nangis, sambil doa disini. Tau banget apa yang dia rasain karena pernah nemenin dia pas masa-masa itu, sebelum akhirnya dia pindah domisili. Dan nggak nyangka ternyata efeknya sedahsyat itu.

Beberapa keputusan hidup ia ambil sendiri dengan alasan ‘kalo mereka bisa memutuskan apa-apa tanpa mikir orang lain, akupun juga bisa’. Nggak bisa sepenuhnya nyalahin karena ini bagian dari efek inner child yang sifatnya terus-menerus seperti mata rantai.

*hela nafas dulu*

Pada akhirnya, cuma diri kita sendiri yang bisa kontrol untuk mental kita. Memilih lingkungan yang positif, ambil kegiatan yang positif dan tentunya berjuang untuk berdamai dengan hal-hal yang menjadi pemicu mental nggak baik.

Berikut beberapa tips praktis untuk menjaga kesehatan mental kita :

( Sumber: psikologikita.com )

  1. Menerima dan menghargai diri sendiri.
    Nobody’s perfect. Kenali dan terima kelemahan kita, lebih fokus kepada kelebihan kita.
  2. Aktif Melakukan Kegiatan dan Berinteraksi Sosial
    Aktif berkegiatan dan bertemu dengan banyak teman akan membuka penglihatan kita terhadap dunia dengan sudut pandang yang berbeda
  3. Aktif bergerak
    Bergerak dapat membuat kita merasa lebih positif, membantu konsentrasi, tidur, serta membuat kita merasa dan terlihat lebih baik. Lakukan selama minimal 30 menit, 3 – 5 kali seminggu.
  4. Menjaga hubungan baik dengan lingkungan sekitar
    Menjaga hubungan baik dengan seluruh keluarga, teman, dan tetangga.
  5. Bercerita kepada orang lain
    Didengarkan oleh orang yang kita percaya akan membuat kita merasa tidak sendiri
  6. Lakukan kegiatan yang disukai dan dikuasai
    Melakukan aktivitas yang kita kuasai dan sukai dapat membantu kita semakin percaya diri serta mengatasi emosi yang kita rasakan
  7. Konsumsi makanan dan minuman sehat
    Otak kita membutuhkan nutrisi agar tetap sehat dan berfungsi dengan baik, seperti organ yang ada di dalam tubuh kita.
  8. Istirahat
    Menggunakan waktu 10 menit untuk istirahat dalam satu hari yang sibuk akan membantu kita mengatasi tekanan dengan lebih baik.

Kalo kita sudah merasa mental kita baik, sebaiknya jangan lagi dipertanyakan, khawatir akan memicu hal yang nggak baik dan jadi self-diagnosis. Hehe 😀

Stay positive!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *