Bunda Berkisah #4 : Sajadah Kecil

Hari minggu adalah hari yang berharga bagi Ayah dan Ibu, karena bisa seharian dengan Marwa.

Tidak hanya bisa bermain bersama, Ayah juga mengijinkan Marwa untuk beli ice cream. Marwa suka kan?

Gadis kecil Ibu menganggukkan kepala.

Siang itu, Ibu harus melipat baju yang sudah mulai menumpuk. Marwa mau bantu melipat baju?

Lagi-lagi dia menganggukkan kepala.

Sambil melipat baju, terlihat Ayah mengambil air wudhu bersiap sholat. Ayah melihat ada sajadah kecil berwarna jingga.

Ayah pinjam sajadahnya Marwa ya?

Continue Reading

Bunda Berkisah #3 : Bintang Kecil

Anak gadis Ibu suka sekali naik odong-odong. Setiap kali selesai mandi, selalu bilang mau jalan-jalan, naik odong-odong.

Ibu selalu bilang, tunggu Ayah pulang kerja ya.

Siang itu terik sekali, si anak gadis merengek minta naik odong-odong.

Ibu bilang, kalau ada matahari, tidak ada odong-odong. Lihat, ada matahari dan langit kan? Odong-odongnya belum ada. Tunggu Ayah dulu ya.

Ayah akan pulang kerja saat ada bulan dan bintang. Namanya, malam.

Ayah telah sampai dirumah, Ayah harus sholat dan makan dulu, baru kita akan naik odong-odong.

Sini, Ibu tunjukkan mana bulan dan mana bintang.

Tengok ke atas, gelap kan? Langit berwarna hitam. Sebelah sana, ada bulatan besar. Nah, itu namanya bulan.

Lihat sekelilingnya, ada yang berkerlap-kerlip, itulah bintang. Jumlahnya banyak sekali. Bisa menghitungnya?

Si gadis kecil menggelengkan kepala tapi mulutnya mulai menyebut satu, dua, tiga.

Continue Reading

Bunda Berkisah #2 : Bersembunyi dibalik Jas Hujan

Bersembunyi dibalik Jas Hujan

Selama Ayah dan Ibu bekerja, aku bermain dan belajar bersama Uti.

Suatu hari ketika Ayah menjemputku dan Ibu, kami tergesa-gesa berkemas untuk segera pulang. Mendung, ayo cepat, kata Ayah.

Aku tidak tahu apa itu mendung. Tapi, Ibu menggendongku erat, lengkap dengan jaket, topi dan kaos kaki untukku.

Ditengah perjalanan, aku mendengar Ayah bilang kita harus menepi karena hujan. Ayah menyuruh Ibu memakai jas hujan.

Ibu memakai pakaian yang besar, bahkan aku muat didalam baju itu. Ibu bilang, hujan, jadi harus sembunyi dulu pakai jas hujan, sabar ya. Aku hanya diam menatap Ibu, aku merasa hangat.

Di perjalanan, Ibu cerita, ini namanya hujan, ada air jatuh dari langit. Aku merasakan percikan air yang kadang mengenai pipiku. Ibu bernyanyi lagu tentang hujan untuk membuatku tetap merasa aman dan nyaman.

Ibu juga memintaku untuk berdoa. Katanya, hujan ciptaan Tuhan.

Continue Reading

Bunda Berkisah #1 : Rumah Mbak Nesha

Seperti biasa, setiap akhir pekan, Ibu dan Ayah mengajakku bepergian dengan motor. Meskipun seringnya aku tertidur dijalan.

Sabtu sore itu, Ibu bilang, kita akan pergi kerumah Mbak Nessa.

Mbak Nessa itu yang mana ya? Pikirku.

Mbak Nessa itu rumahnya dekat dengan Tante Manda, kata Ibu. Mbak Nessa juga berambut panjang, katanya. Sesampai dirumah Tante Manda, Ibu bertanya ke Tante Manda, Mbak Nessa mana, ini Marwa mau main.

Mbak Nessa keluar dari rumah dan membawa bola. Aku senang sekali. Mbak Nessa meminjamkan bolanya padaku, tapi Mbak Nessa tidak ikut bermain. Aku hanya bermain dengan Tante Manda.

Lalu, Mbak Nessa masuk kerumahnya lagi. Dia meminjamkan mainan squishy padaku, berbentuk kodok. Ibu bertanya, bilang apa sudah dipinjami? Aku berucap terima kasih. Squishy itu lucu sekali, dan aku ingin memilikinya. Tapi kata Ibu, itu pinjam jadi harus dikembalikan.

Kapan-kapan boleh main lagi kerumah Mbak Nessa. Mbak Nessa baik dan benar kata Ibu, rambutnya panjang.

Continue Reading