Bunda Berkisah #2 : Bersembunyi dibalik Jas Hujan

Bersembunyi dibalik Jas Hujan

Selama Ayah dan Ibu bekerja, aku bermain dan belajar bersama Uti.

Suatu hari ketika Ayah menjemputku dan Ibu, kami tergesa-gesa berkemas untuk segera pulang. Mendung, ayo cepat, kata Ayah.

Aku tidak tahu apa itu mendung. Tapi, Ibu menggendongku erat, lengkap dengan jaket, topi dan kaos kaki untukku.

Ditengah perjalanan, aku mendengar Ayah bilang kita harus menepi karena hujan. Ayah menyuruh Ibu memakai jas hujan.

Ibu memakai pakaian yang besar, bahkan aku muat didalam baju itu. Ibu bilang, hujan, jadi harus sembunyi dulu pakai jas hujan, sabar ya. Aku hanya diam menatap Ibu, aku merasa hangat.

Di perjalanan, Ibu cerita, ini namanya hujan, ada air jatuh dari langit. Aku merasakan percikan air yang kadang mengenai pipiku. Ibu bernyanyi lagu tentang hujan untuk membuatku tetap merasa aman dan nyaman.

Ibu juga memintaku untuk berdoa. Katanya, hujan ciptaan Tuhan.

Continue Reading

Bunda Berkisah #1 : Rumah Mbak Nesha

Seperti biasa, setiap akhir pekan, Ibu dan Ayah mengajakku bepergian dengan motor. Meskipun seringnya aku tertidur dijalan.

Sabtu sore itu, Ibu bilang, kita akan pergi kerumah Mbak Nessa.

Mbak Nessa itu yang mana ya? Pikirku.

Mbak Nessa itu rumahnya dekat dengan Tante Manda, kata Ibu. Mbak Nessa juga berambut panjang, katanya. Sesampai dirumah Tante Manda, Ibu bertanya ke Tante Manda, Mbak Nessa mana, ini Marwa mau main.

Mbak Nessa keluar dari rumah dan membawa bola. Aku senang sekali. Mbak Nessa meminjamkan bolanya padaku, tapi Mbak Nessa tidak ikut bermain. Aku hanya bermain dengan Tante Manda.

Lalu, Mbak Nessa masuk kerumahnya lagi. Dia meminjamkan mainan squishy padaku, berbentuk kodok. Ibu bertanya, bilang apa sudah dipinjami? Aku berucap terima kasih. Squishy itu lucu sekali, dan aku ingin memilikinya. Tapi kata Ibu, itu pinjam jadi harus dikembalikan.

Kapan-kapan boleh main lagi kerumah Mbak Nessa. Mbak Nessa baik dan benar kata Ibu, rambutnya panjang.

Continue Reading