Love Story : Obrolan Malam Aku dan Kamu

Disclaimer : Blogpost ini ditulis dan diterbitkan atas seijin yang bersangkutan alias suami

Beberapa waktu yang lalu, kami perang dingin, diem-dieman sampe berhari-hari. Nggak perlu ditanya siapa yang mulai, karena sudah pasti aku lah yang mulai. Hahaha. Sampe kemudian di suatu titik, sudah sama-sama capek, tapi masih malas untuk memulai obrolan. Aku tulis surat. Hahaha. Ternyata, dibaca dan dibalas.

Sebenarnya, bukan kebiasaan baru menulis surat ini. Saat kami pacaran, kami lumayan sering melakukannya, setiap tanggal 24. Dulu sih masih tulis tangan. Sekarang, kan sudah ada surat elektronik, lebih gampang, ketik dan kirim.

Kemudian, kami sama-sama menyadari salah, sama-sama sedih, sama-sama menangis saat baca surat masing-masing. Aku terharu banget suamiku balas surat. Dia juga ngerasa kali ini efektif menegur dia dibanding aku ngomel-ngomel di chat ato sewot-sewotan. Setelah baca surat aku mulai luluh dan nggak dingin lagi. Kami rindu buat ngobrol bareng…

(Baca juga Love Story : Me and My Husband)

Continue Reading