(Review) The ‘O’ Project by Firliana Purwanti

Tahun 2020 ini saya bertekad untuk lebih banyak membaca buku, lebih tepatnya sering meluangkan waktu untuk membaca buku. Tahun 2019 kemarin bisa dibilang poor sekali score baca saya. Walaupun beberapa antologi lahir, namun tidak dibarengi dengan asupan baca.

Karena bertekad membaca ini, saya bersih-bersih beberapa lemari dirumah Ibu yang isinya buku-buku. Saya menemukan beberapa buku lama yang sewaktu single dulu sudah saya selesaikan. Kebanyakan, novel metro-pop dan kumpulan cerita. Bahagianya, mata saya tertuju dengan buku bersampul hijau muda segar. Dia, the ‘O’ project!

1578220167186

The ‘O’ Project ini adalah buku non-fiksi yang tidak sengaja saya temukan di tumpukan buku obral 10.000-an. Baca blurb, langsung saya kekepin. Karena, cuma ada satu doang. Blurb-nya seperti apa?

The Orgasm Project lahir dari rentannya kedaulatan tubuh perempuan karena mitos dan tabu. Berbasis cerita orgasme berbagai perempuan dari Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar, penulis membahas seksualitas dengan menyeluruh. Sunat perempuan, mitos keperawanan, tingkat kebugaran, perilaku seks aman, masturbasi, sex toy, keberagaman orientasi seksual dan identitas gender, diulas dengan narasi yang memikat. Proyek ini membongkar kebisuan perempuan terhadap kenikmatan seks dan orgasme.

Siapa sih yang nggak penasaran kalo ngomongin seks dan orgasme? Haha. Selalu penasaran, tapi takut ngomongin. Karena takut di cap mesum, jorok, saru dan istilah nggak pantes lainnya, alias tabu. Saya sih, selalu penasaran dan nggak menutupi rasa penasaran itu. Kayaknya, ini adalah buku kedua saya yang bahas soal seksualitas. Yang pertama, adalah tentang pubertas, sudah saya donasikan. Hehe.

Baca juga : Uncensored by Olevelove

Di buku ini Firliana melakukan perjalanan untuk bertemu dengan perempuan-perempuan dengan berbagai latar belakang, masuk ke komunitas-komunitas perempuan dan seksualitas. Dari Aceh, Firliana mengulas tentang praktek sunat perempuan. Praktek yang meninggalkan trauma bagi beberapa perempuan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan tradisi tersebut. Hingga membuka penelitian bahwa sunat perempuan dilakukan karena dipercaya perempuan bisa merasakan kedahsyatan orgasme melebihi pria, jadi para pria iri. Hmm~

Dari Surabaya, Firliana mengambil sudut pandang dari Gang Dolly. Lokalisasi terbesar, katanya, waktu itu. Buku ini memang buku lama, jadi Dolly masih ada. Firliana bertanya ke salah seorang kupu-kupu malam, bagaimana kriteria pelanggan yang baik. Yang cepat keluarnya, katanya. Makin cepat keluar, makin baik. Saya senyum-senyum sendiri waktu baca bagian ini.

Di buku yang tidak terlalu tebal ini, Firliana juga bertemu dengan Andy. Perempuan transgender yang menghayati perannya sebagai seorang suami. Apa yang dilakukan Andy ketika melayani istrinya? Ia memakai sabuk penis. Apa kata istrinya? Ia mencintai Andy apa adanya karena Andy sangat bertanggungjawab pada dirinya dan anaknya. Sweet, ya?

Ulasan Firliana dalam buku ini sangat lugas dan menarik. Firliana memastikan setiap ulasan pertemuannya dengan berbagai perempuan itu memiliki jurnal ilmiah pendukung. Jadi, bukan hanya sudut pandang subyektifitas. Tapi juga ada penelitian-penelitian yang mendukung. Bahkan di akhir buku Firliana membuat daftar-daftar lembaga yang bisa dihubungi seputar permasalahan Seksualitas dan Gender Perempuan.

PicsArt_01-04-10.41.32

Buku ini mungkin sudah tidak bisa ditemukan di toko offline, karena memang tergolong cetakan lama. Namun, kemarin saya iseng cari di Ipusnas, buku ini ada. Jadi, untuk yang penasaran, bagaimana sih Orgasme itu, baca berbagai sudut pandang yang dikemas oleh Firliana ini di Ipusnas.

Setelah selesai baca buku ini, cukup nagih baca buku lama lainnya. Semoga 2020 ini bisa lebih konsisten membaca, minimal dua buku dalam sebulan. Sampai ketemu di Bahas Buku lainnya!

You may also like

18 Comments

  1. Buku-buku yang mengupas hal ini memang tergolong jarang ya Mbak. Ya itu tadi takutnya dianggap tabu dan lainnya. Anyway, buku ini lahir dari prespektif perempuan yah, jadi penasaran isi bukunya. Thanks Mbak.

  2. Wah menarik, hal beginian memang masih tabu bagi masyarakat Indonesia, padahal ya penting banget.

    Orang hanya fokus membahagiakan suami, memuaskan suami, tapi mereka lupa istri juga butuh yang namanya teh O ini hahahaha

    1. Itulah, harusnya bisa bekerja sama untuk saling memuaskan dan melayani. Hahaha. Terima kasih sudah mampir 🙂

  3. Woow tema yang menarik dan jarang yang menulis hal “tabu” seperti itu ya. Jadi penasaran juga pengen baca. Baru tahu saya ada buku ini hihihi…makasih ya ulasannya😊

    1. Selamat baca, Mbak. Mungkin bisa bengong-bengong kayak saya. Hehe 😀 terima kasih sudah mampir 🙂

  4. Wah, buku langka ini Mba. Memang jarang buku yang membahas tentang seksualitas yang terkait perempuan. Padahal sebagai perempuan penasaran juga dengan apa yang dirasakan oleh perempuan lain terkait hal tersebut.

    1. Karena dianggap tabu tadi jadi jarang yang speak up, Mbak. Selamat baca, Mbak. Terima kasih sudah mampir 🙂

  5. Saya malah salfok sama nama lengkap jenengan Mbak, Apa Bapak/ Ibu termasuk pecinta karya-karya Cak Nun, sampai nama mbak juga tersemat nama tersebut

    Btw, buku ini memang termasuk langka yaa, yang bisa membahas dengan detail dan jelas sebenarnya kita perlukan, tapi kadang susah nyari yang versi Bahasa Indonesia

  6. Saya kaget juga ada buku ini, tp keren. Jadi bisa mengetahui apa yang dirasakan perempuan lain dgn masalah orgames ini. Jadi penasaran pengen baca..

  7. Tema yang berani ya mbak.. Ngebayangin transgender si Andy ini gimana coba 🙁

    Penasaran dengan Kisah ajaib mereka yang mungkin sulit sy temukan di buku lain. Jd pengen cari juga di ipusnas..

  8. Tema yang diambil lain dari yang lain. Bikin penasaran. Apalagi enggak berdasarkan subyektifitas, tapi didasarkan penelitian. Buku yang menarik, mbak…kepoin di Ipusnas ah

  9. Jarang banget buku yang membahas secara detail begini. Masih penasaran sama sunat perempuan yang katanya memang bikin klimaks maksimal saat berhubungan. Bahkan ada yang menyebutkan itu sebuah kewajiban agar melayani suami dengan semangat.

  10. waa seru banget, jadi mau baca juga mba. Dan aku juga termasuk yang tertarik akan hal-hal yang berbau seksualitas seperti ini dan dengan membaca project “O” ini akan membuka wawasan yang mungkin saja ada yang tidak aku ketahui

  11. Kalau baca buku ini sama suami kira-kira apa ya reaksi beliau? Hihi..karena di Indonesia memang pembahasan semacam ini masih dianggap tabu ya mbak..

  12. Mbaa… Aku ngilu sendiri rasany wkk
    Jd inget artis yg males nikah krn dia males melakukn kwajiban sbagai istri krn prnah trauma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.