Review : Kantong ASI Gabag vs Malish

Tentang menyusui lagi, menyusui lagi…

Tolong jangan bosen ya…

Segala sesuatu postingan saya tentang menyusui ini semata-mata biar pengalamannya awet gitu. Syukur-syukur kalo bisa manfaat buat orang lain. Alhamdulillah banget!

Ibu-Ibu menyusui pasti sudah paham banget lah ya soal media penyimpanan ASI ini. Ada botol kaca dan kantong ASI. Botol kaca punya beberapa brand, begitupun dengan kantong ASI, banyak sekali malah. Ringkasan sedikit plus-minus soal media penyimpanan ya…

Botol Kaca

+ Hemat secara dompet. Beli cukup sekali bisa dipakai berulang kali

+ Lebih kuat karena dari kaca. Nggak mungkin bocor.

+ Kandungan ASI lebih terjaga. Ini sih relatif kok.

– Boros tempat di freezer.

– Kalo terlalu full, tutup botol bisa lepas.

– Harga lebih mahal

Kantong ASI

+ Hemat tempat di freezer. Bisa diposisikan tidur.

+ Harga lebih murah.

– Kandungan kurang terjaga. Ini masih jadi perdebatan sih.

– Rawan bocor, apalagi kalo jatuh.

– Lebih boros secara dompet. Karena sekali pakai, buang.

Nah itu dia ringkasan plus-minus media penyimpanan menurut saya. Sejauh ini saya lebih suka kantong ASI karena memang penyimpanan saya cuma kulkas 1 pintu. Pakai botol beberapa aja udah penuh. Selain itu, saya Ibu-Ibu yang suka tergoda model kantong ASI lucu-lucu. Hahaha.

Sebenarnya perjalanan kantong ASI saya banyak, nggak cuma 2 brand ini. Tapi karena saya lebih sering beli kantong ASI dengan kapasitas 100 ml, jadilah saya selalu beli 2 brand ini. Untuk kapasitas diatas 100 ml, banyak brand yang juga menyediakan.

Kantong ASI – Gabag

Dalam dunia perpompaan, semua Ibu-Ibu pasti nggak asing dengan brand Gabag. Tagline-nya ditujukan khusus untuk Ibu menyusui. Selain ngeluarin kantong ASI, Gabag juga ngeluarin coolerbag. Varian coolerbag-nya buanyak banget. Mulai dari corak yang mengusung tema-tema budaya Indonesia sampai harganya yang sangat variatif, mulai dari yang murah dan mahal, mulai dari model tenteng sampai ransel. Itulah kenapa Gabag bisa jadi pilihan pertama untuk melengkapi kebutuhan menyusui.

Yang sampai saat ini belum ada adalah Pompa ASI Gabag. Hahaha. Mungkin suatu hari ato mungkin dia hanya concern dengan printilannya. Entahlah.

Nah, untung kantong ASI, ini adalah kantong ASI pertama saya. Mudah dijumpai di babyshop online maupun offline.

– Harga 36.000 – 40.000

– Ujung rounded. Kalo jatuh, ujungnya nggak akan bocor. Karena saya punya pengalaman dengan kantong ASI ujung nggak rounded dan jatuh, dia bocor, ASIP tau-tau habis.

– Double ziplock. Ziplock ini berfungsi banget untuk memastikan bahwa ASIP sudah terkunci rapat.

– Batas gamma-ray dibikin putus-putus, jadi nyobeknya gampang dan pasti rapi.

– Karena ini kantong ASI pertama saya, dulu sebenarnya desainnya nggak gitu lho. Biasa, classic gitu, sekarang Gabag udah re-desain dengan lucu gitu. Tersedia warna pink dan biru untuk ukuran 100ml dan warna orange gambar lebah ukuran 180 ml.

Kantong ASI – Malish

Brand yang kedua ini juga sudah nggak asing bagi Ibu-Ibu menyusui. Hanya saja brand ini pada awalnya adalah brand Pompa ASI. Cukup banyak peminat lho, melihat di beberapa rental sering banget rent-out. Sama seperti layaknya Pompa ASI, Malish juga sediain manual dan elektrik. Desainnya juga ketje-ketje. Silahkan browsing sendiri untuk type-type Pompa ASI Malish yaa…

Kemudian Malish berinovasi dengan mengeluarkan produk Kantong ASI dengan desain yang lucu-lucu. Saya langsung kepincut dengan desain lucu-lucu gini. Kebetulan kantong ASI lagi habis, padahal saya lagi berniat ngurangin ritme pompa lho. Tapi semangat lagi gara-gara liat desain kantong ASI yang sekarang makin lucu-lucu aja. Gemasssh~

– Harga 36.000 – 38.000

– Ujung Rounded, sama seperti Gabag.

– Lebih tebal dari Gabag.

– Double ziplock juga.

– Batas Gamma-Ray / sterilized nggak dibuat putus-putus. Meskipun nyobeknya gampang, namun jadinya nggak rapi. Bisa cek di foto.

– Punya 3 pilihan warna untuk ukuran 100 ml, yaitu pink, biru dan orange.

Kesimpulan

Saya suka keduanya, dan bakalan saya re-purchase entah untuk yang mana. Karena memang ini kebutuhan untuk Marwa. Hehehe. Nggak hanya itu kok, saya selalu beli kantong ASI dengan ukuran 100 ml, karena hasil pompaan saya nggak pernah melimpah ruah, jadi kantong 100 ml sudah cukup membantu saya. Meskipun saya pernah beberapa kali beli kantong ASI ukuran 180 ml dan 200 ml, kemudian lihat hasil pompa yang ngga sampe segitu ato mendekati, saya merasa sedih. Beli pun karena terpaksa banget, kehabisan stock 100 ml dan nggak mau re-purchase.

Sekian dulu cerita tentang menyusui. Sampai jumpa di post menyusui berikutnya 💜

You may also like

2 Comments

  1. Ini nih yang dicari iparku. Dia sebentar lagi melahirkan dan mau beli kantong asi buat persiapan. Makasi sudah berbagi dalam tulisan ini ya, Mbak. Nanti saya referensikan ke dia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *