Review : Hada Labo Gokujyun Alpha Essence


Halo…

Lama banget yaa ngga review tentang kecantikan? Udah kayak beauty blogger aja, padahal mah cuman bingung mau nulis apa, mau update apa. Kebetulan lagi buka-buka galeri foto di hape dan ketemu beberapa printilan skincare yang udah dipake dan belum sempet di review. Salah satunya, serum Hada Labo ini.

Setelah travel kit untuk Hada Labo Anti Aging yang sekilas di review disini sudah habis. Saya repurchase, bukan dengan ukuran travel kit. Karena memang selama trial dengan travel kit, cocok aja, hingga sekarang. Kemudian melengkapinya dengan serum ini.

Saya udah pernah jelasin ya, kalo pemakaian skin care anti penuaan dini gini memang sebaiknya dilakukan ketika menginjak usia 25 tahun. Namanya saja mencegah ya, pastinya dilakukan lebih awal. Supaya investasi itu lebih terasa efeknya di kemudian hari.


Serum ini saya beli sekitar akhir Maret 2016, hingga sekarang sudah sisa separo. Awet ya? Banget. Karena saya pake-nya cuma sekali pumping. Secara penggunaan Hada Labo yang mana cukup ditepuk-tepuk, ini sudah cukup untuk seluruh wajah. Dua kali pumping dalam sehari jika dipake malem juga.


  • Ultimate Anti-Aging Essence, diperkaya dengan 2 zat aktif Anti-Aging pilihan, yaitu Retinol Derivate dan Collagen menyamarkan tanda penuaan seperti garis-garis halus, menjaga elastisitas kulit sehingga tampak lebih muda, halus dan bercahaya.
  • Improved Hyaluronic Acid yang melembabkan kulit sehingga kulit tetap lembab dan lembut.
  • Sesuai dengan pH kulit dan tingkat iritasi rendah.
  • Tidak mengandung zat pewangi, zat pewarna, mineral oil dan ethanol.

Hyaluronic Acid inilah yang selalu ada dalam setiap produk skincare Hada Labo, yang memberi efek wajah tetap lembab karena ia bersifat mengikat air. Tanpa pewangi dan pewarna juga menjadi ciri khas dari Hada Labo, lumayan mengurangi zat kimia yang kita masukkan ke wajah kan kalo tanpa pewangi dan pewarna gini.


Secara tekstur, hampir sama dengan milk dari Hada Labo seri Shirojyun, jadi lebih ringan daripada milk dari seri Gokujyun sendiri. Untuk pemakaiannya, kalo saya ada diurutan setelah lotion, sebelum milk. Jadi, lotion-serum-milk, untuk pagi. Sedangkan malam, saya belum pake krim malamnya, jadi cukup serum ini saya tepuk-tepuk ke wajah sebelum tidur.

Sejauh ini, Hada Labo masih jadi primadona bagi saya. Sejujurnya, males juga kalo misal harus coba-coba dan ganti-ganti lagi. Kasihan wajah kan kalo dia harus berulang kali adaptasi dengan zat baru. Tipikal kulit saya memang normal cenderung berjerawat. Jadi, kalo salah dikit aja, jerawat sudah pasti muncul. Ini aja saya ngga pajang foto karena memang lagi banyak jerawat di dahi, banyak faktor sih penyebabnya. Tapi masih bisa ditolerir. Dan Hada Labo ini sama sekali tidak memperparah jerawat.

Repurchase? Iya, selama ia tetap memberikan kondisi stabil pada wajah. Semoga aja yaa, soalnya sudah terlanjur cinta, jangan sampe pas pengen repurchase tapi produk susah di dapet di beauty store.

Sampai jumpa di review-review berikutnya…

 

 

 

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *