Pergumulan Hati

Ah elah judulnya, berat dan puitis. Wkwk.

Inilah yang terjadi pada saya di Mei ini, makanya blog nggak terurus dengan baik. Beda banget sama April kemarin yang bisa bikin post terjadwal, bisa fokus sama SEO dan lainnya. Akhir April sudah mulai cari-cari ide menulis untuk postingan Mei, tapi ya tetep buntu aja.

Kemudian awal Mei, kondisi kesehatan Ibu saya menurun. Sedih banget! Sedihnya nggak hanya karena khawatir akan kondisi beliau, juga tentang Marwa nggak ada yang ngasuh. Disini saya merasa bersalah banget-nget-nget. Dan, pergumulan hati pun dimulai.

Ibu saya memang punya Diabetes, sudah lama tak kambuh dan berhasil stabil. Namun kemarin, gula darahnya naik, lemas dan tak berdaya. Saya memutuskan ijin dari kantor untuk mengasuh Marwa. Pikiran mulai berkecamuk.

Banyak telepon masuk berdering yang saya abaikan. Saya sibuk dengan Marwa dan susah untuk pegang HP. Ketika Marwa tidur, saya baru bisa pegang HP. Pikiran kemana-mana, banyak berandai-andai.

Andai… Saya seorang Ibu Rumah Tangga. Saya pasti tak perlu merasa bingung saat Ibu sakit, bisa menemani beliau, merawat beliau tanpa mengabaikan anak saya.

Andai… Saya punya ART. Tentu saya tetap bisa bekerja, sambil sesekali mengecek keadaan rumah melalui ART. Anak pun tetap ada yang mengasuh. Saya jadi kepikiran untuk mencari seorang pengasuh. Tapi ya siapa?

Andai… Di Tulungagung ada Daycare. Kebanyakan adalah PAUD, untuk anak usia Marwa masih jarang cenderung ngga ada. Tapi apa Marwa bisa dan mau? Gimana kalo ternyata dia cranky dan stres? Ngeri!

Sampe kemudian, satu per satu solusi ketemu. Marwa diasuh sama Nenek Buyut, sudah sepuh sih, tapi benar-benar ngga punya pilihan lain. Bersyukurnya beliau masih sehat dan kuat juga bisa gendong Marwa. Alhamdulillah.

Kondisi Ibu semakin membaik setelah sempat dirawat di Klinik beberapa hari. Beliaunya sudah pengen ngasuh Marwa, tapi ya saya larang dulu.

Memasuki bulan puasa, pergumulan hati saya membaik. Sentilan buat kami untuk lebih menjaga asupan makanan untuk keluarga. Masih harus banyak bersyukur kepada Tuhan karena saya dan suami masih dikelilingi keluarga yang supportif dan baik.

Kabar baiknya, Marwa bisa jalan! Sesuatu yang sudah kami tunggu-tunggu. Akan jadi next post tersendiri tentang Marwa, inshaallah.

Sampai jumpa 💓

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *