Pap Smear? Jangan Takut!

Beberapa hari yang lalu kantor tempat saya kerja dapat email dari BPJS Kesehatan. Isinya tentang Program Pap Smear Gratis dari BPJS Kesehatan. Beberapa teman sudah mulai memperbincangkan. Beberapa ngaku pengen tapi takut. Saya? Pengen, ngga takut. Hahaha.

Jadi tanpa pikir panjang, saya kabari suami kalo ada Pap Smear gratis ini. Langsung disetujui. Kenapa kasih kabar suami? Ya salah satu syaratnya kan ngga boleh berhubungan badan 48 jam sebelumnya. Hahaha. Bukan cuma itu aja sih, itu artinya saya akan pulang kerja telat karena harus ke laboratorium klinik.

Esok harinya, saya pergi ke klinik tempat BPJS menjalin kerjasama, yaitu Prodia. Disana saya menggali beberapa informasi. Konfirmasi dulu, apa benar bisa gratis? Iya memang benar, gratis, tanpa dipungut biaya. Petugas Resepsionisnya juga menanyakan apa saya punya perkumpulan atau organisasi dan saya diminta untuk mengajak teman-teman saya. Ayo Pap Smear, gaes!

Ngobrol-ngobrol sedikit, ternyata memang untuk Pap Smear ini masih minim sosialisasi. Mereka juga cerita bahwa baru aja kirim email lagi ke beberapa lembaga untuk program Pap Smear gratis ini. Katanya sayang aja kalo ngga dimanfaatin, karena belum tentu tahun depan bakal ada program seperti ini lagi. Program gratis seperti ini menyesuaikan budget BPJS lho. Jadi mumpung BPJS lagi banyak budget, ayo dimanfaatin 😀

Kemudian mereka menjelaskan syaratnya apa aja untuk Pap Smear gratis ini.

  • Pemegang kartu BPJS aktif. Dalam artian ngga ada tunggakan, rutin bayar iuran.
  • Membawa kartu BPJS Kesehatan dan KTP (asli dan copy masing-masing 2 lembar)
  • Peserta memenuhi persiapan Pap Smear sesuai standar Laboratorium Klinik Prodia, yaitu :
    1. Sudah menikah / pernah melakukan hubungan seksual
    2. Tidak sedang hamil
    3. Tidak sedang menstruasi (sebaiknya dilakukan pada hari ke-14 setelah hari pertama menstruasi)
    4. Tidak menggunakan tampon, jelly, krim vagina maupun obat-obatan yang diberikan melalui vagina selama 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan
    5. Tidak melakukan pencucian vagina menggunakan cairan pembersih vagina selama 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan
    6. Tidak melakukan hubungan seksual selama 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan
    7. Mengisi formulir kesediaan pemeriksaan Pap Smear (formulir akan diberikan di lokasi pemeriksaan)

Kalo kita sudah memenuhi syarat diatas, ada syarat yang paling penting yaitu Pap Smear harus dilakukan pada hari ke 14 setelah menstruasi hari pertama (poin nomor 3). Kenapa ini penting? Karena jika diluar periode ini, akan mempengaruhi tingkat akurasi hasil tes. Maksimalnya adalah hari ke 20. Segera hitung tanggal menstruasimu, gaes!

Saya kesana masih hari ke 13 sejak hari pertama menstruasi sehingga Pap Smear belum bisa dilakukan dan dijadwalkan esok hari. Esok harinya saya kesana, mengisi beberapa data dan verifikasi data sesuai BPJS.

Petugas menyiapkan ruangan dan perlengkapannya. Mereka menunjukkan bahwa semua alatnya baru, brush baru, papan kaca mikroskop untuk naruh sample juga baru dan sudah ditempeli data kita.

Btw, sudah paham kan Pap Smear itu untuk apa? Pap Smear adalah tes yang dilakukan untuk deteksi dini kanker serviks (mulut rahim). Jadi, sample-nya ada sel-sel yang ada di mulut rahim. Persis seperti cek dalam kalo lagi hamil itu lho. Kita diminta berbaring dengan kaki terbuka, kemudian petugas laborat akan memasukan brush untuk mengambil cairan di mulut rahim kita. Dan, selesai.

Sesederhana itu kok. Sakit ngga? Ngga kok. Kuncinya, rileks. Kalo kita rileks maka mulut rahim ngga akan tegang dan ngga terasa sakit. Kalo yang saya rasain, ngga sakit sama sekali. Dan cepet banget, hanya dalam hitungan detik. Masih lama waktu verifikasi data di depan. Hahaha. Bahkan mbatin “cuman gini nih?!” 😀

Berikutnya, kita akan dikasih Nota Pemeriksaan untuk mengambil hasil tes. Hasil tes saya bisa diambil nanti tanggal 30, terhitung 10 hari kerja setelah Pap Smear. Nanti bakal saya update soal hasil Pap Smear saya ya. Semoga sel-selnya bagus dan normal.

Jadi, ngga perlu takut lagi ya untuk Pap Smear. Karena yang katanya sakit itu cuma ‘katanya’. Kalo belum nyoba jangan bilang sakit, jalanin dulu. Lagi-lagi, ini gratis dari BPJS. Kalo biaya sendiri, kita harus keluar biaya kurang lebih 300.000 untuk proses yang ‘cuman gini’. Sayang kan? Mending buat beli gincu deh Ibu-Ibu…

Di surat edarannya, program ini mulai bulan April-November 2017, masih ada waktu buat ikut Program ini. Yang di kota lain, mungkin bisa cari info di BPJS Setempatnya ya. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

Ps. dalam Nota Pemeriksaan akan tercantum nominal Rp 115.000 namun fakta lapangan saya ngga ditarik biaya sama sekali

Updated :

Hasilnya bagus. Tidak ditemukan sel abnormal.

You may also like

4 Comments

  1. yang gratisnya ini berlaku seluruh Indonesia kah mbak?
    aq mau coba ahhh kalau udah selesai mens hehe
    oiya aq kan lagi KB IUT ini gpp juga ya mbak?

    1. coba tanya ke BPJS setempatnya Mba. Nah kalo utk KB IUD nanti bisa dikonsulkan di kliniknya, krn salah satu di kuesionernya ada pertanyaan KB yg digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *