Pantulan Warna Melatih Kemandirian Anak

So, inilah zona 2 dari Bunda Sayang. Melatih Kemandirian Anak. Baca judulnya aja, sejak awal aku nggak yakin dengan diriku sendiri. Aku terlalu menikmati zona nyaman. Dan bagiku, ini masih jadi yang terbaik.

Pekerjaan terkait kemandirian anak ini, banyak buatku. Dan aku yakin, kalo aku memaksakan diri aku dan Marwa ikut step seperti yang lain, aku akan stres. Alih-alih berhasil, aku takut trauma.

Memang, sejak awal di materi, zona ini menekankan kepada Ibu. Harus tega, harus berani. Karena tujuannya adalah kebaikan untuk anak. Pikiran jangka panjang tentang mempersiapkan mereka dewasa adalah alasannya. Suatu hari mereka harus mandiri, entah karena menimba ilmu di tempat jauh atau karena suatu hari kita akan meninggalkan mereka dalam kematian. Huft! Berat!

Mungkin karena aku tidak yakin sejak awal, ya, ada beberapa hari yang aku rapel dalam bikin jurnal. Antara aku yang tidak berencana apa-apa, hingga kebetulan kondisi waktu sangat hectic. Dari situ, aku menurunkan ekspektasi, nikmati saja prosesnya.

Apakah aku gagal? Bisa dibilang begitu. Walaupun, ada satu keberhasilan. Melalui zona ini, aku berhasil membiasakan Marwa tidur tanpa ngempeng. Meskipun, masih harus menemani, kadang puk-puk. Tapi, buatku pencapaian. Meski tak sebesar yang lain.

Pantulan warna kali ini sebenarnya diminta membuat surat untuk Ananda terkait fase ini. So, ini surat sederhanaku…

Dear Marwa,

Menuju dewasa dan dihadapkan dengan perubahan itu memang tidak nyaman. Sangat tidak nyaman dan tidak enak. Tapi, harus! Karena tanpa berubah, kamu tidak akan tau seberapa jauh kamu bertumbuh.

Rasa tidak nyaman dan tidak enak itu tidak selalu berarti buruk. Bertumbuh akan memberimu pelajaran dan pengalaman baru.

Tapi, sebagai Ibu sekaligus teman, aku tidak akan pernah membiarkanmu berproses sendirian. Kalopun ada proses yang hanya melibatkan dirimu sendiri, percayalah ada doaku yang selalu menyertaimu. Juga, cintaku dan cinta Ayah. Kita akan selalu bertumbuh bersama-sama.

Wah… mengandung bawang, ya…

Sekian dulu. Di zona melatih kemandirian anak ini saya belum bisa maksimal. Semoga zona berikutnya bisa lebih maksimal, atur waktunya lebih baik, dan pandai berkata tidak untuk kelas-kelas yang menggiurkan namun menyita fokus.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.