Cerita Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Sebelumnya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Mohon maaf apabila banyak salah kata dalam nulis blog, dan jarang update. Dah, siapa lah saya ini hahaha. Intinya, mari saling memaafkan dan melanjutkan kebaikan-kebaikan serta resolusi-resolusi yang belum tercapai.

Lebaran tahun ini…saya udah ngga single lagi! Hahaha. Iya, udah ada suami. Lebaran tahun ini juga dirumah suami. Sholat Ied bareng keluarga mertua. Uniknya adalah seabis Sholat, ada kenduri bareng. Makan bareng gitu lah, kalo istilah kami sih berkatan. Jadi setelah bersalam-salaman keliling seluruh jamaah, kita duduk bersila dan ada berkatan buat masing-masing kelompok. Berkatan ini isinya nasi, lauk pauk seperti sambal goreng kentang tempe, mie, ada ayam ato lauk apapun. Kebetulan keluarga mertua memang memasak buat berkatan ini. Cuman pas makan bareng kita ngga tau dapet berkatan dari siapa, karena udah di acak. Beralaskan daun pisang, kita makan bareng, ambil juga sesuka hati.

Continue Reading

Tentang Cincin Palladium

img_5772-1
Palladium

Seharusnya postingan ini ada sebelum Resmi Dilamar karena saya memang berburu cincinnya sebelum dilamar. Mas WP bukan tipikal lelaki romantis. Jadi ya, kalo membayangkan ada kata-kata β€˜Will you marry me’ keluar dari mulutnya, tidak pernah ada, sejauh ini. Jadi, gimana cara dia ngelamar saya? Kirim-kirim foto cincin, yang kemudian disusul kirim-kirim foto baby di Whatsapp -____-β€œ

Continue Reading

The Date is Set

Pertama kalinya berbagi cerita cinta di blog ini. Sebelumnya masih malu-malu cerita tentang cinta-cintaan πŸ˜€ meski di beberapa postingan sering banget tokoh ini ada. Saya sering menyebutnya Abang, Kakak, Mas WP dan apalah-apalah. Secara dunia nyata saya lebih sering panggil Kakak, terutama didepan keluarga dan teman. Kalo lagi berdua mah suka-suka, kadang Yang, kadang Beb, kadang julukan dia, Jie. Jie ini udah lama banget ngga diterapin, sejak masuk dunia kerja udah ngga pernah panggil Ja Jie Ja Jie lagi. Sekarang sebut aja dia Mas WP ya, meski saya sebenernya ngga pernah bisa panggil dia Mas. Hahaha lucu aja dengernya. Jangan kan panggil Mas, sebut namanya saja jarang, kedengarannya pun bakal aneh. Begitupula Mas WP ke saya. Mas WP sejak pertama jadian bertahun-tahun yang lalu, panggil saya Ndul-Ndule. Ndul, tumbas iki yoh. Ndul, mrono yoh. Ndul, iki lho. Sama seperti dia yang ngga pernah denger saya sebut namanya, saya juga ngga pernah denger dia sebut nama saya, kecuali didepan keluarga. Didepan temen-temennya, Kakak-Ndule.

Continue Reading

Sarapan Bubur Ayam Karangwaru Tulungagung

Oke. Nama gerobak Ibunya sih Bubur Ayam Jakarta, logatnya juga Jakarta. Tapi lokasinya di Karangwaru. Kalo mau kesini bilangnya ya ke Bubur Ayam Karangwaru.

Cukup susah nyari bubur di Tulungagung, apalagi bubur ayam. Kebanyakan Ibu-ibu di pasar pagi jualnya bubur sumsum atau bubur lodho. Dan Bubur Ayam Karangwaru ini salah satu favorit saya. Setiap kali gowes sama Mas WP kalo rutenya ke selatan dan doi bertanya, pengen sarapan apa? Bubur dong, jawab saya.


Buat saya, porsi bubur ayam ini pas buat ukuran perut. Komposisi bubur, suwiran ayam, kacang dan aneka lauknya pas hingga suapan terakhir bahkan takaran krupuk yang diberikan juga pas. Karena kadang kita pernah kan menemui buburnya banyak tapi lauknya yah gitu-gitu aja, suapan terakhir bubur doang malahan. Selain porsi yang pas, gurihnya juga nikmat. Karena saya suka manis, suka makanan berbau kecap, jadi saya suka tuang kecap yang agak berlebih. Apa gurihnya hilang? Sama sekali, tidak.


Bertempat di sebuah warung sederhana dan cenderung sempit, Bubur Ayam Karangwaru ini bisa ditemui di sebelah utara Waroeng Bima, jalur provinsi Tulungagung-Trenggalek. Buka warung sekitar jam 7 pagi, jam 9 pagi kadang sudah habis. Datang jam 8 pagi adalah jam yang paling tepat, tapi siap-siap antri dan ngga kebagian meja ya. Laris sih! πŸ˜€

Continue Reading

Berkenalan dengan Hairi Yanti

hairi

Salah satu manfaat sosial media adalah kita bisa berkenalan dengan siapapun, dari daerah manapun dan dengan latar belakang apapun. Setelah saya memutuskan untuk lebih konsisten blogging, meskipun saat ini sedang dalam proses merangkak, saya gabung dengan berbagai komunitas. Dengan bergabung di komunitas tentu banyak motivasi-motivasi yang bisa kita dapatkan. Salah satunya komunitas blogger itu adalah Blogger Perempuan. Sedang buntu ide, kita bisa blogwalking ke blogger favorit. Sedang pengen belajar nulis fiksi, cerpen anak misalnya, ada blogger yang sudah jago untuk hal ini. Dia adalah Mba Hairi Yanti.

Continue Reading