[Cross Stitch] Kit Pertama

image

Yay! Alhamdulillah akhirnya punya kesempatan beli kit kristik. Belinya adopsi dari punya orang, jadi lumayan murah (gatau murah beneran atau ngga, ngga cross check sih hehehe…)
Sebenarnya ini bukan hobby baru, hobby dari SMP, tapi mulai ditekuni lagi sejak udah gede gini, gara-garanya punya banyak benang sulam ga terpakai. Akhirnya saya mulai beli kain lokal, yang harganya 6000an per potong, browsing pola-pola gratis, browsing komunitas-komunitas. Dan ketemu-lah dengan Cross Stitch Community dan Komunitas Kristik Nusantara. Anggotanya ribuan, mayoritas perempuan, ada yang masih pemula kayak saya maupun yang udah expert dengan karya yang udah memenuhi dinding, mulai dari kit merk cina maupun merk original (Jangan salah, ga cuma tas atau kosmetik yang punya merk original, hobby juga hehehe…)

Continue Reading

Festival Bonorowo Menulis : Penyeimbang Hidup

image

Di waktu pertama kali bertemu dengan para relawan, yang waktu itu udah pernah saya posting ceritanya, ada sedikit ingatan melintas hehehe

Tentang motivasi. Saya lupa namanya karena beliau datang terambat bersama anaknya yang masih berusia sekitar 5 tahun. Ketika beliau diminta untuk berbagi tentang motivasi, beliau bilang bahwa beliau ingin menyeimbangkan hidup.

Sederhana sekali bukan? Iya sih, kita ini kadang terlalu disibukkan dengan urusan duniawi, entah itu bekerja atau bisnis. Terkadang kita juga lupa untuk bertemu teman, karena kesibukan atau bahkan keasyikan cukup dengan chatting. Padahal ada kekuatan magis yang sulit diungkapkan saat kita bersilaturahmi tatap muka, menggunakan seluruh panca indera kita. Beliau ini merasa terlalu disibukkan dengan bekerja dan ingin berkegiatan sosial dan memilihlah menjadi relawan literasi.

Pada akhirnya, kesibukkan apapun jika terlalu berlebihan tidaklah baik. Kita butuh penyeimbang. Kita butuh penyelaras. Pandai-pandai membagi waktu agar kesemuanya elemen dalam hidup mendapat porsinya yang sesuai. Sudah seimbangkah hidupmu?

Continue Reading

Hari Sarjana Nasional (29 September)

image
Source : news.okezone.com

Selamat Hari Sarjana Nasional, teman-teman. Masih ingat bagaimana proses menuju satu hari mengenakan baju toga? Pusingnya skripsi, kecewa di-PHP dosen pembimbing, tegangnya sidang, teman-teman yang sedianya support. Tentu hal-hal kayak gitu meski pahit awalnya, ngeselin, tapi sekarang jadi masa-masa yang dirindukan. Saya sendiri kangen banget saat beli gorengan bareng, modal iuran seribu-duaribu tapi dimakan bareng-bareng, unforgetable moment.

Dan sekarang lepas 2 tahun sudah sejak saya resmi menyandang gelar sarjana. Semua tak lepas dari peran kedua orang tua yang amat besar, juga peran teman-teman sejawat. Skripsi menjadi karya pertama, yang telah dipertanggungjawabkan keabsahannya. Masih inget dong gimana kita harus bikin pernyataan plagiarisme? Bukan hanya sekedar hitam diatas putih, melainkan tanggung jawab moral spiritualnya. Namun ternyata beberapa waktu lalu, ijazah sarjana menjadi polemik karena banyaknya ijazah palsu. Kemudian banyak Perguruan Tinggi yang bermasalah mengakibatkan dicabutnya perizinan mereka. Sebagai sarjana, saya sedih, mikirnya apa iya bangga tuh dapet gelar kalo prosesnya aja ngaco? Percaya atau tidak, ada temen yang nyari gelar sarjana cuma biar di undangan nikah ada embel-embelnya. Apa cuma di Indonesia aja yang undangan nikah pake embel-embel sarjana A, B, atau C?

Continue Reading

Mukjizat Itu Nyata

image

Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya

Ungkapan yang memang benar-benar nyata adanya. Bukan berarti saya tidak mempercayai sebelumnya. Terkadang manusia terlalu menganggap berat masalahnya, sehingga sugesti positif apapun yang diberikan, akan menguap begitu saja.

Salah seorang rekan kerja saya beberapa waktu yang lalu tertimpa musibah yang mengharuskan dia memberikan pertanggungjawaban terhadap perusahaan, dengan nominal yang diluar kemampuannya. Beberapa hari setelah masalah, tak sedikitpun senyum tersungging di raut wajahnya. Dia menghabiskan banyak air putih untuk menutupi kesedihannya dan seolah-olah mengungkapkan i’m okay. Meski kita tahu bahwa dia tak sesungguhnya baik-baik saja, saya dan beberapa rekan mencoba menghiburnya. Beberapa kali sugesti diatas terucap dari teman-teman.

Puji Tuhan, Allahu Akbar. Kini telah berselang 3 minggu, siapa sangka performa pekerjaannya meningkat. Beberapa kali dia mendapat clien dan tanpa menunggu lama menyatakan deal. Tuhan memang adil. Beberapa kali rekan kerja saya ini menegaskan bahwa Tuhan memang sedang menegurnya dengan musibah tersebut. Dan kini tangan Tuhan memang bekerja.

Secara pribadi, tiada hentinya saya mengucap takjub akan kuasa Tuhan kali ini. Melihat rekan kerja yang dengan musibahnya justru menjadi cambukan semangat. Sungguh, kita memang tidak diijinkan sedikitpun meragukan kuasa-Nya. Karena dengan cara-Nya sendirilah Ia bekerja. Tetap serahkan diri kepada Allah SWT, Pemilik Alam Semesta.

Continue Reading