NHW #6 : Belajar Menjadi Manager Keluarga Handal

Saat diskusi materi kemarin, jujur, saya tidak sepenuhnya hadir. Karena suami sedang jadwal lembur, jadi harus handle Marwa. Apalah daya, ketika sambil nidurin, hape di charge, eh saya ikut ketiduran. Hmm~

Akhirnya, saya scrolling saat tengah malam, bintangin beberapa yang penting. Dan juga refleksikan ke keluarga saya sendiri. Seperti di NHW sebelumnya, saya memang cenderung perencana dibanding suami yang easy-going. Ada pertanyaan beberapa teman yang bingung membedakan antara mengatur dengan mendominasi. Memang sih, saya merasakan itu juga. Apalagi jika berhubungan dengan anak, saya yang paling banyak belajar, sedangkan suami setuju-setuju saja. Namun, tidak selalu juga.

Continue Reading

Feeling Down

Minggu lalu, saat mengerjakan NHW 5, saya sedikit cerita tentang konsentrasi yang terpecah. Marwa mendadak demam, Ibu saya juga nyusul demam, akibatnya dalam seminggu saya harus bolak balik ijin. Kemudian, disusul kerempongan sepupu saya menikah, sedih-sedih happy. Sedihnya karena Ibu sakit, happy akhirnya sepupu (dari pihak Ibu, btw) sekaligus teman TK menikah. Hahaha.

Akibat dari segala kerempongan dan keriweuhan ini, saya stres. Kepala sakit banget. Tapi harus tetap kerja, karena mendekati End Of Month. Itu artinya, saya harus ngebut ngecek arus keuangan, bikin laporan keuangan dan menyebalkannya lagi, Februari cuma 28 hari cyin! Bener-bener stres, akhirnya saya cuma bisa nangis, di kamar mandi kantor. Huhuhu.

Continue Reading

NHW #5 : Membuat Desain Pembelajaran

Pekan ke 5 ini, kami belajar materi Belajar Cara Belajar. Belajar aja ada caranya belajar lho, pusing nggak? Jangan ya…

Jujur, pekan 5 ini saya kurang fokus memahami materi, karena minggu malam mendadak Marwa demam. Senin saya memutuskan ijin nggak masuk kerja, menemani dia seharian, karena maunya hanya nyusu. Makin siang, demamnya makin tinggi, saya cek kok 40 derajat. Mulai khawatir, saya ajak Ibu untuk membawanya ke klinik. Sesampai di klinik, di cek lagi, turun di 39,6 derajat. Dokter menyarankan rawat inap, khawatir kejang karena demam tinggi. Alhamdulillahnya, bangsal sedang penuh. Jadi, beliau mengijinkan kami pulang dengan resep dan tetap memantau suhu tubuh. Jika tidak turun setelah minum penurun demam, langsung IGD. Hati rasanya mencelos…

Continue Reading