Random Thought : Kangen Kristik

Aku kangen kristikan 😭😭😭

Sejak hamil, karena khawatir mitos bibir sumbing kalo mainan jarum, aku berhenti mainan kristik. Dengan berat hati, aku membungkus kit yang belum selesai. Bukan karena aku percaya mitos-mitos, tapi lebih mencegah daripada mengobati.

Dan, ya, punya baby itu perjalanan sepanjang hidup. Aku nggak tau kapan bisa mainan kristik lagi. 😭

Suatu hari, aku bilang sama teman yang ngerti hobiku ini. Dia bilang, tunggu anakmu pergi sama pacarnya, kamu bisa kristik lagi. Huaaa~ tambah ambyar…

Lebih kangen lagi nulis bebas begini. Aku ingin mengembalikan blog ku seperti dulu, bisa cerita apa aja, tanpa mikir SEO ataupun statistik. Aku ingin bebas menulis tanpa mikir konten yang bla bla bla. Sungguh dunia digital ini kadang memudahkan, namun seringnya memberi tekanan.

Sekian random thought! Sampai ketemu di ke-random-an lainnya.

Continue Reading

Kapsul Waktu

Semenjak diluncurkannya New Chapter 2020, Ibu Profesional mengalami rombakan. Kami masuk kembali ke Foundation dalam Facebook Group, berkenalan dengan pengurus Nasional dan pengenalan komponen. Ada 3 komponen yang dikenalkan, yaitu Komunitas, Institut dan Sejuta Cinta.

Aku memilih komponen Komunitas. Dan sekarang kami sedang menjalani Orientasi di Kampung Komunitas. Dikenalkan kembali dengan beberapa materi yang selalu istimewa, utamanya tentang mengenal diri sendiri. Karena di komunitas ini nanti kita akan melejitkan potensi diri, jadi harus belajar mengenal diri sendiri dulu.

Continue Reading

Marwa 3 tahun

Permisi… Sambat dulu boleh, yaaa…

Entah mengapa dari 2 tahun ke 3 tahun ini berasa lama banget. Apa karena fisik anak cenderung stabil, ya? Kalo dari usia setahun menuju dua, kan ada fase merangkak ke jalan. Milestone-nya cukup besar. Usia dari 2 tahun ke 3 tahun ini, monoton tapi sangat melelahkan. Karena tantrum dan cranky itu nyata dan menguras emosi. Huft!

Baca juga : Marwa 15 bulan

Continue Reading

Belajar Menggambar dan Kelas Bahasa Inggris

Awal tahun ini, saya memutuskan untuk sortir beberapa grup Whatsapp. Alasannya, pengen lebih mindful. Tsah~ Punya banyak grup ini seneng-seneng senep. Kalo lagi bingung ngapain, bisa nimbrung. Kalo lagi sumpeg, grup ini nambah sumpeg karena berisik. Apalagi, akhir-akhir ini seringnya cuma berbagi stiker aja. Bahkan ada yang join grup untuk kulakan stiker.

Meninggalkan beberapa grup Whatsapp, tapi saya juga join grup baru. Piye aku ki? Haha. Grup ini berkaitan dengan hobi yang pengen saya cobain. Yaitu, menggambar dan kelas Bahasa Inggris.

Continue Reading