3 Harapan untuk Tanah Kelahiran, Tulungagung

Dua puluh lima tahun yang lalu, seorang bayi perempuan lahir dari seorang Ibu Rumah Tangga dan Bapak pekerja biasa. Layaknya orang tua lainnya, bayi perempuan itu mendapat pendidikan dan pengasuhan dengan baik. Prinsipnya, tak perlu jauh-jauh, cukup di Tulungagung saja. Lahir di Tulungagung, sekolah di Tulungagung, bahkan menikah di Tulungagung dan dapat suami orang Tulungagung juga.

Bayi perempuan itu saya.

Semua benar. Bapak tak ingin jauh dari anak perempuan pertamanya. Meski dalam kenyataannya ada penyimpangan. Hahaha. Saya mengenyam S1 di luar kota, namun setiap hari saya pulang ke Tulungagung. Saya tidak mengenal apa itu kost, pun saya tidak tau seperti apa rasanya bingung cari makan. Tulungagung adalah kota dimana saya akan selalu kembali, Tulungagung adalah rumah.

Continue Reading

Menyusui #1 : Tentang Keputusan Menyusui

Dulu sebelum saya menikah dengan Mas Wahyu, Ayahnya Marwa, saya pernah mengutarakan sebuah keinginan. Keinginan itu adalah kalo saya punya anak, saya pengen resign kerja aja. Karena apa? Karena saya pengen menyusui.

Yang kemudian ternyata keinginan resign kerja itu dibantah habis-habisan sama Ibu dan Ibu Mertua (calon sih waktu itu).

Jadi, sebelum menikah saya sudah punya keinginan menyusui. Hahaha.

Kemudian saat tau saya hamil, saya banyak baca-baca tentang menyusui dan bekerja, menyusui untuk ibu pekerja. Mulai dari artikel, blogpost dan masuk ke forum-forum.

Karena ngga dipungkiri, saat saya menikah dan hamil kerjaan saya lagi oke banget. Pokoknya nyaman banget lah. Tiap hari bersyukur karena dikasih kesempatan disini. Ramah di segala sisi. Jadi keinginan untuk resign itu jadi mamang, galau lah.

Dan mata makin dibukakan dengan ilmu-ilmu menyusui untuk ibu pekerja. Makin mantap lah saya untuk menyusui meski harus kerja.

Jadi selain banyak baca dan latihan untuk lahiran normal, tiap hari saya juga baca-baca tentang menyusui, tentang ASI, manajemen ASI Perah, Pompa ASI, dan lain-lain.

Saya ngga anti sufor ya, Mommies. Saya hanya berusaha memperjuangkan apa yang sebenarnya sudah dikaruniakan Tuhan ke kita sebagai perempuan. Logika saya sih, kalo hamil aja kita berbagi makanan ke janin, kita berusaha makan makanan dengan gizi baik. Masak iya sih, ketika dia lahir ke dunia, kita ngga nyiapin gizi baik juga. Dan itu ada dalam ASI. Jadi, menurut saya, ASI adalah lanjutan gizi bayi dari sejak dia dalam rahim kita.

Untuk yang sedang hamil dan menantikan kelahiran buah hati, yuk tanam kuat-kuat keinginan menyusui. Pasti bisa kok! Ngga ada yang perlu diragukan dalam keajaiban dan kehebatan ASI. Pasti bisa!

Ingat ya, Tuhan sudah men-desain tubuh perempuan sedemikian rupa untuk hamil, melahirkan dan menyusui. Pasti bisa!

Continue Reading

Cerita Melahirkan Marwashalina

Mengambil cuti melahirkan lebih awal itu memang harap-harap cemas. Menghitung hari menuju HPL sembari peka sama segala rasa yang termasuk tanda-tanda, dan betapa sedihnya ketika yang dianggap tanda itu hanya PHP belaka hahaha

Saya memutuskan untuk cuti tanggal 20 Januari, meski HPL saya masih tanggal 2 Februari. Beberapa orang menganggap ini terlalu mepet. Ya kali kalo dapet cuti 3 bulan, cuti saya cuma 2 bulan. Malah temen saya enak banget, cutinya tepat dia lahiran. Hari ini lahir, langsung terhitung cuti. Cuti awal ini dikarenakan kondisi saya secara fisik dan psikologis. Secara fisik saya mengalami edema, yaitu pembengkakan. Pembengkakan terjadi pada kaki. Hal ini disebabkan karena saya terlalu lama duduk. Kerjaan saya memang dibelakang meja, cuman wira wiri buat ke kamar mandi. Ditambah perut udah gede banget, makin berat dan makin malas buat jalan-jalan. Psikologisnya, dikejar kerjaan, udah gitu aja.

Sebelum memutuskan cuti esok harinya, malamnya saya kontrol ke Obgyn. Karena pagi harinya, saya sempat ngga ngrasain gerakan si Baby. Cerita lengkapnya ada di trimester ketiga.

Selama cuti, kegiatan saya cuma makan, jalan-jalan, tidur, ngegame dan latihan. Latihan apa? Berdiri jongkok. Gerakan berdiri jongkok ini membantu Baby cepat turun ke panggul. Ketika mandi, berdiri jongkok 25 kali. Nonton TV, berdiri jongkok 25 kali sambil bicara sama Baby, “ayo Dek, turun ke panggul ya.”

Continue Reading

Cerita Kehamilan : Trimester Ketiga

Trimester Ketiga. Bersyukur sekali saya mampu menjalani kehamilan dengan sehat hingga trimester  ketiga ini. Saya masih kerja dari jam 8 sampe jam 4, tapi sudah antar jemput. Kondisi jalanan menuju tempat kerja saya rusak dan berlubang. Suami khawatir, begitupula Bapak. Jadilah saya tiap hari diantar jemput Ibu.

Memasuki trimester ketiga, kenaikan berat badan hampir mencapai 20 kg. Jalan berat banget. Gerak juga udah ngoyo banget. Ditambah saya mengalami pembengkakan di kaki. Kalo lagi bengkak banget, saya sampe susah jalan. Sewaktu  periksa ke Bidan, beliau menyarankan untuk ngga terlalu banyak duduk. Ini susah. Karena kerjaan saya dibelakang meja, lebih banyak duduk. Kalo sering jalan-jalan yang ada kerjaan ngga beres.

Sampe suatu hari saya ngrasa udah cape  banget. Kerjaan bukannya makin longgar tapi makin banyak. Saya sempat ijin 2 hari buat leyeh-leyeh aja dirumah. Sampe suatu pagi ​si Baby yang biasanya jam 5 pagi selalu gerak-gerak, dia diem aja. Udah dipanggil-panggil, tetep ngga respon. Badan juga rasanya enteng banget, ngga kayak hamil tua. Sampe sini, ibu hamil mana yang ngga khawatir? Selang 2 jam, si Baby gerak. Hari itu memutuskan untuk ijin ngga masuk kerja. Mau fokus godain Baby biar mau gerak. Mungkin ini perlu diperhatikan ya buat Ibu-ibu yang hamil di trimester ketiga, perhatikan jumlah gerakan bayi, setidaknya dalam waktu 2 jam sekali dia ada gerakan.

Continue Reading

Ngrowo Culture Festival 2016

Perkenalkan, inilah kota kelahiran saya, Tulungagung. Bukan hanya kota kelahiran namun juga kota tempat saya menempuh pendidikan dan mencari nafkah. Usianya kini 802 tahun. Tua ya? 

Berada di ujung bawah Provinsi Jawa Timur, berdekatan dengan Samudra Hindia, oleh karena itu jangan tanyakan bagaimana keindahan pantainya. Masih ada puluhan pantai alami yang belum terjamah oleh manusia bahkan belum diketahui namanya. Mau ber-adventure? Silahkan.

Di penghujung tahun 2016, kota yang sebelumnya bernama Ngrowo ini menggelar rangkaian acara dalam rangka Hari Jadi-nya. Salah satunya, Ngrowo Culture Festival.

Ngrowo Culture Festival ini sebenarnya bisa disebut Toeloengagoeng Tempoe Doeloe. Yang mana sebenarnya event semacam ini juga digelar di kota lain seperti Malang Tempoe Doeloe dan Blitar Tempoe Doeloe.

Continue Reading