NHW #7 : Tahapan Menuju Bunda Produktif

Pekan ke-7 ini kami belajar materi Rezeki itu Pasti, Kemuliaan lah yang harus Dicari. Sewaktu baca materi, Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”, kami bingung, kok Bunda Produktif? Kan masih di Matrikulasi. Kata Fasil, sesungguhnya matrikulasi berisi cuplikan-cuplikan materi yang akan kami pelajari di kelas-kelas berikutnya. Nah, sekarang saatnya mengintip materi yang berhubungan dengan kelas Bunda Produktif.

Kalo mengingat tentang kata produktif, orientasi yang muncul adalah menghasilkan atau penghasilan. Namun, disini kami ditegaskan bahwa produktif bukanlah urusan nominal.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga,melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita. Maka, Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Kadang bahasan gini jadi obrolan saya dan suami, tentang rezeki. Apalagi kalo pas merasa capek gitu ya, isinya mengeluh melulu. Hihihi. Berusaha dikembalikan lagi, rezeki itu banyak sekali wujudnya, bukan hanya urusan angka atau nominal. Barangkali bisa berwujud kepercayaan dari atasan, hubungan yang baik dengan rekan kerja, lebih penting lagi bagaimana pekerjaan kita juga membawa manfaat untuk keluarga, tentang apa yang kita dapatkan dari pekerjaan dan untuk apa.

NHW-nya masih seputar mengenali diri sendiri, kali ini kami diminta mencoba mengkonfirmasi dengan menggunakan tools pemetaan bakat, yaitu temubakat.com dari Abah Rama Royani.

Dari test tersebut, bisa dianalisa kekuatan dan kelemahan kita, mari kita cocokkan :

Saya agak kaget ketika ada kekuatan Arranger, karena sebenarnya saya jarang melakukannya. Tapi ketika membaca di bagian peran, kaget saya agak terobati. Salah satu peran disana adalah bagian dari pekerjaan saya di ranah publik, yang paling sering sih saya melakukan bagi-bagi tugas.

Untuk bakat Creator, Intepreter dan Journalist ini sudah kelihatan sekali karena saya hobi menulis. Sedangkan di Creator belum terlalu kuat, saya punya banyak ide, tapi kebanyakan menguap dan cuma menjadi obrolan dengan suami.

Bakat Strategist dan Visioner, sesuai di NHW sebelumnya bahwa saya memang tipikal perencana. Bakat Treasury ini sesuai dengan bidang pekerjaan ranah publik yang saya jalani.

16Personalities / MBTI

Bagi anda yang ingin menggunakan tools lain yang bisa dikonfirmasi ulang, silakan cantumkan hasilnya di NHW #7
Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%.

Ingat, jangan dipercaya 100%, karena memang benar, beberapa waktu yang lalu, saya sudah pernah mencoba test MBTI ini, hasilnya adalah ISTP (Introvert – Sensing – Thinking – Perceiving). Kemudian, setelah mengikuti test di temubakat.com, saya juga mencoba lagi di 16personalities, hasilnya adalah INFJ-A (Introvert – Intuitive – Feeling – Judging – Assertive).

Saya kan jadi bingung, kepribadian saya apa ya? Hahaha.

Tapi, NHW ini seru banget buat saya. Soalnya saya memang suka sekali belajar kepribadian gini. Kalo ditanya mana yang paling cocok, saya lebih sreg secara zodiak. Hahaha. Konyol memang, tapi menurut saya zodiak ini berpengaruh sama kepribadian kok. Bukan zodiak soal ramalan ya, kalo ramalan saya nggak percaya. Musyrik juga! 😀

Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.
Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran.

SUKA – BISA

Menulis – Desain – Crafting, adalah bagian dari bakat Creator – Interpreter – Journalist. Desain disini yang saya tekuni tentu Digital, seputar Photoshop, Corel dan online lainnya. Kemampuan ini banyak saya pelajari dari suami yang memang punya latar belakang IT. Crafting ini seputar bebikinan, sebelum punya anak saya hobi kristik.

TIDAK SUKA – BISA

Berhitung, sejujurnya saya lemah di Matematika. Matematika saya di UN SMA adalah terburuk di sekolah, peringkat paling bawah. Tapi, kemudian saya kok lanjut di Ekonomi Manajemen, dan sekarang terjun ke Keuangan. Setiap bulan saya harus bikin neraca, laba rugi. Saya tidak suka, tapi saya bisa, karena tuntutan.

Sama seperti Public Speaking, berhubungan dengan kepribadian Introvert, saya tidak suka presentasi didepan. Tapi, jika diminta dan keadaan memaksa, saya mampu melakukannya. Teringat, setiap kali kuliah, jika saya yang harus presentasi, teman-teman saya tidak ada yang mengajukan pertanyaan karena sudah saya sampaikan semua. Hahaha.

Memasak dan Setrika, saya tidak suka namun bisa melakukannya. Karena ini didikan Ibu saya. Hihihi.

SUKA – TIDAK BISA

Disiplin tabungan dan Investasi, sesuai dengan bakat saya Strategist dan Visioner. Disiplin dalam hal keuangan inilah yang sedang selalu saya usahakan, entah bagaimana caranya. Alhamdulillah, sejalan dengan suami. Disiplin itu lho, yang susah banget. Mau nabung dan invest produk apapun, kuncinya kan di disiplin. Tak apalah, yang penting sudah dimulai. *ngomong sama diri sendiri*

Pola hidup sehat. Suka, tapi sama susahnya juga kayak invest. Sejauh ini yang dilakukan adalah, banyak minum air putih, kurangi asupan gula dan berusaha olahraga walaupun hanya naik-turun tangga. *hayah*

TIDAK SUKA – TIDAK BISA

Semua poin ini menguatkan sisi kelemahan di hasil temubakat.com, Marketer dan Motivator.

***

Diskusi NHW 7 ini bersamaan dengan Kuliah Umum dengan Abah Rama Royani, penemu temubakat.com, jadi kelas cukup sepi karena bolak-balik ke kelas Telegram-nya Abah Rama.

NHW ini mengajarkan kita untuk bisa mengaplikasikan bakat kita ke dalam peran kita, baik skala domestik maupun publik. Jika belum ketemu, bisa melanjutkan ke Talents Mapping dengan Abah Rama. Di kelas kemarin juga dibagikan berbagai kegiatan yang bisa dicoba untuk menemukan bakat-bakat. Yang harus diingat, tidak semua kegiatan sifatnya harus go public. Seperti pesan Pak Dodik, bersungguh-sungguhlah didalam, maka engkau akan keluar dengan kesungguhan. Lalu kata Ibu Septi, professional first, rezeki follows.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *