NHW #2 : Indikator Profesionalisme Perempuan

Di postingan sebelumnya, saya udah share soal materi pekan kedua.

Baca : Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga

Materi kedua ini, seru banget buatku pribadi. Diskusi malam itu juga lumayan rame, banyak yang lagi-lagi tertampar. Bikin pengen nangis juga. Wah nano-nano deh!

Lagi-lagi, aku bersyukur bisa dapat kesempatan masuk ke Institut Ibu Profesional ini, bertemu dengan para perempuan yang se-frekuensi, semangat belajarnya tinggi sekali, pertanyaan di setiap diskusi kritis dan mendalam, bahkan terkadang sesuatu yang tak pernah terpikirkan sama sekali dikepalaku. Dari sini, aku belajar pengalaman hidup orang lain kan?

Didukung Fasilitator kami, Mba Nana, yang sabar banget menjawab satu per satu. Tapi jawaban dari beliau, selalu memancing pertanyaan lain, memancing refleksi diri lebih dalam, semua dikembalikan ke diri sendiri disesuaikan dengan keunikan dan kekhasan keluarga masing-masing. Speechless…

Nice Home Work #2 ini kami diminta membuat indikator Profesionalisme Perempuan sebagai individu, istri dan Ibu. Kami bisa memulainya dengan bertanya pada suami dan anak. Pada suami, tanyakan, istri seperti apa yang membuat mereka bahagia. Pada anak, ibu seperti apa yang membuat mereka bahagia.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIK (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Dan setelah berdiskusi dengan diri sendiri dan suami, ini indikator yang kami sepakati :

Di bagian membuat ceklist untuk diri sendiri ini, saya sempat bingung. Apa ya yang bikin saya bahagia? Apa ya yang bikin saya merasa percaya diri? Sebagai individu, ini adalah beberapa poin yang sebenarnya sudah saya lakukan setiap hari, hanya saja kadang terlewat untuk sesuatu yang membutuhkan effort lebih seperti posting blog. Dari keseluruhan, saya ingin lebih meningkatkan kualitasnya.

Seperti update sosmed, walaupun cuma status entah story IG atau story WA, sebisa mungkin yang bermanfaat dan punya tujuan, nggak pamer doang. Huft! Btw, kenapa memasak untuk suami dan anak ada di Weekly? Karena memang iya, saya nggak setiap hari masak, karena saya masih ikut orangtua. Walaupun begitu, suami baik sekali atau merepotkan, dia selalu request tiap minggu, entah itu cuma sambel geprek. Hahaha. Tapi bahagia sekali rasanya, dia ketagihan.

Setelah dapat NHW ini, saya sempat deg!. Iya ya, bener nggak sih selama ini suami bahagia sama saya? Bener nggak sih selama ini dia bangga punya saya? Kata Mba Nana, untuk tau ya bertanya. Saya share-lah NHW saya diiringi caption “Istri seperti apa yang membuatmu bahagia?”, kemudian dibalas dengan 6-8 poin, semuanya memang kehidupan kami. Tapi kali ini, saya butuh yang lebih spesifik. Ditulislah, sekitar 9 poin.

Dia berkata, “Wah, beneran nih kalo suami-suami diginiin bahagia bener, mulyo lah urip e.” Kemudian dibacain satu per satu. Sesekali saya mencibir, dih, maumu… Dan, inilah poin yang kami sepakati. Supaya benar-benar bisa saya lakukan. Hihihi.

“Kamu bangga nggak punya aku?” tanya saya, setelah bikin checklist diatas. “Banget”, jawabnya. “Karena?” saya masih berusaha mengejar. “Kamu smart, tau apa yang ku mau.” Hahaha. Boleh nggak saya melayang sebentar?

Baca juga : Obrolan Malam

NHW ini membantu saya memahami peran saya sebagai istri. Suami adalah ladang pengabdian, bagaimana kita tau progres pengabdian kita tanpa adanya indikator. Selain itu, NHW ini membantu kami sebagai partner hidup untuk lebih kompak dan intim lagi dalam menjalani rumah tangga.

Nah, untuk Marwa, karena dia masih 2 tahun, saya masih berusaha untuk selalu memahami emosinya. Bagaimana untuk tau bahwa dia bahagia? Menurut saya, sejauh dia tertawa happy, tidak cranky dan bisa dua-arah saat komunikasi, berarti mood dia bagus. Hehehe.

Akan selalu jadi PR kami sebagai orangtua untuk memastikan bahwa kami akan sepenuh hati saat menemaninya bermain dan melewati milestone demi milestone.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *