NHW #1 : Tentang Jurusan Kehidupan

Setelah berbagi materi di GC dan diskusi tentang materi, malamnya Fasilitator kami mengumumkan tentang tugas yang harus dikerjakan. Istilahnya, NHW (Nice Home Work).

Sebelum dikerjakan, korming kami juga memberikan sesi diskusi terkait NHW. Diskusi yang menarik, karena banyak poin penting yang saya dapat. NHW-nya berat juga sih. Hahaha. Saya sampe minta insight dari suami juga.

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di Universitas Kehidupan ini!

Nah lho, kalo dapat pertanyaan gini langsung merenung kan? Hihihi.

Jika ada, saya ingin menekuni ilmu berbagi, khususnya kepada dan untuk perempuan. Walaupun saya nggak boleh seksis ya, karena beberapa kali saya menyadari sharing sama lelaki juga sama serunya. Hanya saja, berbagi disini, saya ingin berdaya bersama perempuan.

Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Karena saya perempuan, berhak untuk berdaya, punya kecerdasan dan kemampuan. Pun perempuan lainnya, punya hak yang sama.

Selain itu, saya memiliki anak perempuan. Tentu familiar dengan ungkapan, jika kita mendidik anak perempuan, maka kita juga turut mendidik sebuah generasi. Dari rahim perempuanlah, kelak akan lahir penerus generasi.

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

Saya sadar saya seorang introvert, bukan hal yang mudah bagi saya untuk bertemu dengan orang baru. Dalam artian, saya membutuhkan waktu. Oleh karena itulah, saya menulis blog ini. Saya berharap melalui tulisan-tulisan di blog ini, saya bisa berbagi pengalaman-pengalaman hidup saya.

Join komunitas. Di era serba digital ini, join komunitas bukan hal yang sulit lagi. Ada banyak wadah yang bisa menaungi perempuan untuk berkembang dan bertumbuh, bertemu dengan perempuan lain, saling berbagi. Salah satunya, ya Institut Ibu Profesional ini.

Melalui komunitas, kita akan banyak belajar tentang berilmu. Ilmu apapun yang ingin kita pelajari, bisa kita temukan di komunitas. Disinilah peran berbagi segala ilmu mendapatkan tempatnya dan akan sampai kepada yang membutuhkan.

Disisi lain, saya juga pengen belajar komunikasi layaknya ekstrovert. Yang mudah banget basa-basi sama orang. Hahaha. Bisa mencairkan suasana, bisa mudah ngobrol sama siapa aja. Saya juga sedang belajar ngurangin ngomongin hal-hal yang nggak penting seperti bergosip. Hahaha.

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut!

Rendah hati. Saya yakin, kalopun selama ini saya belajar banyak tentang ilmu menyusui, misalnya, bukan berarti saya expert dalam bidang tersebut. Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk bersikap rendah hati dalam berbagi.

Tidak merasa paling tau. Ini yang saya pelajari dari materi Adab Menuntut Ilmu kemarin. Karena jujur, tanpa saya sadar, sikap ‘duh gitu aja kok nggak bisa sih’ masih sering menghinggap. Huhuhu.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *