Ngrowo Culture Festival 2016

Perkenalkan, inilah kota kelahiran saya, Tulungagung. Bukan hanya kota kelahiran namun juga kota tempat saya menempuh pendidikan dan mencari nafkah. Usianya kini 802 tahun. Tua ya? 

Berada di ujung bawah Provinsi Jawa Timur, berdekatan dengan Samudra Hindia, oleh karena itu jangan tanyakan bagaimana keindahan pantainya. Masih ada puluhan pantai alami yang belum terjamah oleh manusia bahkan belum diketahui namanya. Mau ber-adventure? Silahkan.

Di penghujung tahun 2016, kota yang sebelumnya bernama Ngrowo ini menggelar rangkaian acara dalam rangka Hari Jadi-nya. Salah satunya, Ngrowo Culture Festival.

Ngrowo Culture Festival ini sebenarnya bisa disebut Toeloengagoeng Tempoe Doeloe. Yang mana sebenarnya event semacam ini juga digelar di kota lain seperti Malang Tempoe Doeloe dan Blitar Tempoe Doeloe.

Sayangnya, selain didominasi oleh stand tiap kecamatan, stand lainnya justru di isi dengan stand kekinian layaknya bazaar. Padahal nih saya berharap bisa ketemu penjual makanan jadoel. Misalnya, cenil, gethuk, lopis, punten pecel, krupuk sambal, dan lain-lain. Hal itu menurut saya, justru bisa membawa pengunjung benar-benar merasakan kembali ke jaman dahulu. Atau mungkin tahun depan perlu lah ada stand generasi 90-an gitu. Hehehe.

Di pintu masuk ada ajakan untuk menggunakan kostum ter-jadoel-mu. Namun yang saya temui, kostum jadoel ini hanya dikenakan oleh mereka penjaga stand. Saya belum mendapati pengunjung dengan mengenakan kostum jadoel.

Bagaimana pun, event semacam ini layak mendapat apresiasi. Apalagi juga disediakan panggung kreasi dimana juga menampilkan kreasi dari daerah masing-masing seperti rampak lesung dari Picisan. Meskipun waktu saya kesana yang sedang tampil adalah band rock ‘n roll.

Semoga tahun depan event-event seperti ini lebih baik lagi.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *