Menjadi Mahasiswi Institut Ibu Profesional

Kalo diinget-inget ulang kapan kenal Institut Ibu Profesional? Saya lupa tepatnya. Yang pasti karena saya merasa haus komunitas saja. Apa mungkin barengan sama kenal komunitas blogger ya? Bisa jadi. Setelah itu sempat ngulik sedikit, kemudian tau, oh berbayar, jadi saya nggak begitu tertarik. Hahaha. Maklum ya, waktu itu prioritas saya yang penting join dulu, punya banyak teman, belum mikir panjang, apalagi tentang kebermanfaatan.

Singkat cerita, semacam diingatkan lagi sejak join komunitas Pejuang Literasi, dimana anggotanya kebanyakan orang Semarang dan para member Ibu Profesional. Karena kami tergabung dalam proyek menulis buku bareng, suka rame di grup dan tentu saling follow akun sosial media. Dan saya terkesima sama akun sosial media mereka yang terkonsep karena beberapa tugas dari Institut Ibu Profesional ini. Saya jadi follow semua akun sosial media IIP, hingga regional terdekat saya, Kediri.

Sampai kemudian, akhir tahun kemarin saya lihat pengumuman tentang dibukanya kelas Foundation IIP, tanpa banyak mikir, saya coba untuk mendaftar. Seperti biasa, jika memang model seleksi gini, saya selalu pasang prinsip : join/kerjakan dan lepaskan. Jika memang saya lolos, ya berarti saya diijinkan untuk belajar. Jika tidak, ya belum waktunya. Nggak disangka, pas pengumuman, saya cek nama saya, ADA!

Wah, saya mau masuk Institut Ibu Profesional nih!

Apa yang saya lakukan berikutnya? Browsing sampai capek. Baca-baca tentang Kelas Foundation, Matrikulasi, Nice Home Work, tahapan belajarnya, sampai nontonin Youtube-nya. Harapan saya, biar ritme-nya bisa disiapin, nangkepnya nggak terlalu lambat. Hahaha.

Btw, saya juga ajakin beberapa teman saya untuk join kelas Foundation ini. Tapi, mentah 🙁

Masuk tahun baru 2019, saya sudah diinvite ke WAG Kelas Foundation PAKED#7 (Pacitan Kediri). Jadi, regional Pacitan dan Kediri jadi satu gitu. Dan ternyata, ruame banget ya, masyaallah…

Kelas Foundation ini bisa diibaratkan Ospek seperti saat kuliah, disini kami dipersilahkan untuk saling berkenalan, mencari teman yang se-regional dan menjalin keakraban. Karena kami nantinya akan menjadi teman sekelas dan tim.

Materi yang disampaikan adalah pengetahuan dasar tentang Institut Ibu Profesional, struktur organisasinya dan tahapan belajarnya sepertia apa dan bagaimana. Materi tidak hanya disampaikan oleh Observer, namun juga dari Pengurus Regional sekaligus berkenalan dengan kegiatan apa saja di regional masing-masing.

Yang paling menarik adalah adanya Rumah Belajar. Untuk masuk, tentu saja harus lulus matrikulasi. Pesan dari Pengurus Regional adalah bahwa kami teman sekelas, usahakan lulus bareng-bareng. Ah, jadi inget jaman sekolah dan kuliah ya…

Beberapa kali pas materi, saya merasa kewalahan lho. Karena lalu lintasnya rame banget. Mau nggak mau, harus rajin manjat dan bintangin. Beberapa kali Observer kami mengingatkan untuk bersihkan chat setiap kali akan masuk materi baru, supaya WAG nggak terlalu berat. Beberapa kali juga saya merasa ingin bertanya setelah materi dikirim ke WAG, tapi kadang merasa materinya kok berat sih. HUHUHU. Nanti bisa nggak ya di matrikulasi dan ngerjain Nice Home Work? HUHUHU.

Jadi Penanggungjawab Curcolan

Dipenghujung kelas Foundation menuju Matrikulasi, Observer kami dari Pacitan mempunyai ide untuk bikin e-book tentang suka duka mendaftar Matrikulasi. Karena memang nggak dipungkiri, daftar matrikulasi ini menjadi tantangan tersendiri. Karena ternyata ada beberapa teman yang remidial, sebabnya tidak kebagian kuota di batch sebelumnya. Wah, aku salut dengan semangatnya yang bersedia menunggu batch berikutnya. Peminat Ibu Profesional seperti ini ya ternyata…

Observer kami dari Pacitan melempar ‘siapa yang mau jadi Penanggungjawab?’, ya saya mengajukan diri. Motivasinya, kayaknya bakal seru kalo jadi orang pertama yang baca cerita dari teman-teman 😀

Dengan waktu yang sangat mepet, 2 hari saja, kami harus mengumpulkan tulisan. Dan, saya sebagai PJ hanya punya waktu sehari untuk menata, kompilasi dan convert ke pdf. Fiuuh~

Pertama kali jadi PJ, hmmm pusing juga ya ternyata, banyak pesan Whatsapp masuk. Tapi nggak berani buka kalo nggak sekalian rekap, takut kelewat. Tapi khawatir Ibu-Ibu bingung karena belum dapat konfirmasi. Huhuhu. Tapi, aku bahagia bacanya, ceritanya macem-macem. Yang awalnya ngaku nggak bisa nulis, eh bablas sampe 4 halaman. Hahaha.

Hasil akhirnya? Semoga Ibu-Ibu berkenan dengan hasil kompilasi saya, sekaligus ini kenang-kenangan kita dikelas Foundation. Yay!

Selamat menyambut kelas Matrikulasi dan bersiap dengan Nice Home Work, para Mahasiswi Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 7. Semoga kita bisa istiqomah dan lulus bareng. Bisa menebar manfaat sebagai perempuan dimanapun kita berada.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *