Mencintai Diri Sendiri (Self Love)

Oktober ini, komunitas kesayangan, Ibu Profesional Kediri Raya punya program baru dengan tim baru. Beberapa anggota tim adalah teman-teman angkatan matrikulasi 7. Salah satu program baru itu adalah TnT, tips n trick seputar wanita dan keluarga.

Tema TnT pertama yang disodorkan pagi ini adalah Self Love. Tema yang sangat menggugah semangat para perempuan dan ibu-ibu. Karena tema self love ini sering banget digaungkan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Mungkin dikarenakan nggak semua perempuan paham tentang pentingnya self love ini, ya. Padahal, self love ini sifatnya sederhana, namun susah juga ditemukan. Bahkan definisinya pun berbeda bagi tiap orang.

Apa kata teman-teman saya soal mencintai diri sendiri?

1
2
3
4
5
6

Banyak, kan, dan tiap orang beda-beda memaknai mencintai diri sendiri. Dan itu, sah-sah aja.

Dari diskusi pagi tadi juga menarik obrolan lebih panjang lagi. Salah satunya, dari Mba Yulinda. Dari ilmu yang beliau pelajari, Psikologi, ada alat ukur yang namanya Self Compassion Scale, alat untuk mengukur seberapa baik kita pada diri kita sendiri. Karena kenyataannya, banyak orang yang begitu baik pada orang lain, tapi nggak baik sama dirinya sendiri.

Contoh sederhananya adalah mudahnya kita menjadi motivator bagi orang lain. Menghibur, memberi semangat, segala usaha dilakukan agar orang tersebut ceria kembali, bersemangat kembali.

Bagaimana jika kita sendiri yang mengalami fase down atau putus asa? Cenderung mengutuk diri sendiri, susah banget untuk move on, susah untuk bangkit dan banyak mengurung diri. Padahal, motivator terbaik adalah diri kita sendiri. Diri kita berhak untuk bangkit lagi, dan yang patut memberi hak itu adalah diri kita sendiri.

Jadi, harusnya kita tidak terlalu membutuhkan motivator ya? Haha. Karena sebenarnya diri kita layak jadi motivator. Salah satu latihannya adalah dengan perbanyak afirmasi positif yang dimasukkan ke dalam tubuh atau diri sendiri.

Nah, itu kan tentang mencintai diri sendiri yang sifatnya batin atau mental. Bagaimana dengan fisik atau tubuh?

Beberapa orang menyukai berbelanja. Belanja jika memang pada porsinya memang merupakan wujud mencintai diri sendiri. Bukan hanya belanja, mengontrol apa-apa yang masuk ke mulut kita juga bentuk mencintai diri sendiri. Seperti jajan sehat, makanan bergizi, merawat tubuh dan istirahat cukup.

Urusan self love ini memang luas banget, ya. Rasanya apapun bisa jadi bentuk ungkapan mencintai diri sendiri, apapun yang bikin kita bahagia dan bersyukur dengan diri kita sendiri. Sehingga kita merasa cukup dan tak perlu membandingkan diri dengan orang lain.

Jadi, kamu sudah menemukan self love versi dirimu, belum?

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *