Materi #1 : Adab Menuntut Ilmu

Disclaimer : Materi adalah milik Institut Ibu Profesional. Seluruh catatan disini untuk dokumen pribadi sebagai bahan pembelajaran.

Selasa (29/01) kemarin adalah pekan pertama memulai matrikulasi IIP Batch 7. Setelah di Senin sebelumnya kami berkenalan dengan Fasilitator kami, Mba Nana, panggilannya. Yang ternyata kami satu grup di Komunitas menulis juga, tapi saya sama sekali belum mengenal. Hahaha. Karena ini adalah kuliah online, dimana belajar dilakukan melalui platform Whatsapp dan Google Classroom, komunikasi kami tentu saja texting. Khas penulis, bahasa tulisan Mba Nana indah sekali, nyaman dibaca dan sampai ke hati. Ah, love lah pokoknya.

Kembali ke materi, materi dibagikan di Google Classroom (GC), korming pekan pertama memberi kesempatan sesi bertanya hingga jam 11 siang, dan jam 1 siang akan dijawab oleh Fasilitator. Materi pertama adalah tentang Adab Menuntut Ilmu.

ADAB MENUNTUT ILMU

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan

Para ibu lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

Cuplikan pembuka materi yang sukses bikin saya baca berulang kali. Saya jadi merefleksikan ke diri saya tentang ilmu-ilmu yang selama ini saya dapat, tapi cuma mengendap untuk diri saya sendiri. Juga tentang berbagai hal yang ingin kita ajarkan ke anak, tapi kita hanya sering bicara, jangan ini, jangan itu, harus ini, harus itu. Padahal kalo sesuai materi Adab Menuntut Ilmu, kebiasaan-kebiasaan baik (Adab) nggak bisa diajarkan, tapi ditularkan atau dicontohkan.

Contoh sederhana yang sering saya temui, ingin anak suka membaca. Tapi, apakah kita sudah memberi contoh kegiatan membaca? Ingin anak nggak kecanduan handphone, tapi kita sendiri nggak bisa lepas dari handphone. Huhuhu.

Selain itu, ada juga materi tentang Adab Menuntut Ilmu bagi diri kita sendiri, kepada pemberi ilmu dan sumber ilmu (buku, misalnya). Adab menuntut ilmu bagi diri kita sendiri, poin pentingnya adalah bagaimana kita bisa benar-benar mengosongkan gelas, tidak merasa paling tau, merasa paling bisa. Lumayan jleb! bagi saya, karena sering banget tanpa sadar ‘duh gitu aja nggak bisa’, padahal ya kalo kita bisa dan tau, harusnya bisa mengajari kan, berbagi ilmu. Huhuhu, maafkan~

Kepada pemberi ilmu sendiri adalah tentang mendengarkan. Ada salah seorang teman yang merasa jleb! juga karena saat beliau menghadiri pertemuan wali murid, malah asyik ngobrol dengan wali murid lainnya, bukannya mendengarkan kepala sekolah yang notabene disini adalah pemberi ilmu.

Baru materi pertama, tapi refleksinya sudah luar biasa! Tinggal bagaimana implementasi ke kehidupan sehari-hari nih. Bismillah~

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *