Lontong Tahu Tulungagung di siang hari


Semenjak kantor saya pindahan dari area kota ke area pinggiran dengan pemandangan hamparan sawah di kanan kiri dan depan, problem utamanya adalah makanan.

Kalo dulu kanan kiri dan depan adalah warung penjaja makanan. Sebelah kanan adalah warung ibu-ibu komplit dengan sayur dan aneka bothok. Sebelah kiri adalah warung kopi yang menyediakan minuman dingin dan camilan krupuk. Depan kantor adalah warung es kelapa muda dan jalan raya yang terkadang penjual bakso, soto, mie ayam lewat. Tinggal panggil dan mereka mendekat.

Sedangkan sekarang? Untuk ke kota perlu waktu kurang lebih 10 menit, sementara istirahat siang hanya 1 jam, sisa 40 menit. Selama 10 menit di perjalanan harus pandai-pandai konsentrasi jalanan sembari berfikir makan apa ya siang ini.

Di Jumat siang, saya sama temen kantor bingung mau makan apa. Sekejap kemudian kepikiran pengen tahu lontong. Siang hari tahu lontong, mana ada? Kalo di Tulungagung ya ada lah 😀

Bertempat di Jalan Ahmad Yani Barat, depan toko buku legendaris “Ikhtiar” dan toko sepatu “Kakiku”, disana ada bapak-bapak dengan gerobak menjual nasi dan lontong tahu kecap. Makanan yang biasanya cuma ditemui di malam hari ini juga bisa ditemui siang hari, ya di Bapak ini. Yang bikin khas adalah bawangnya gepreknya gaes, gede-gede, cuman di geprek apa adanya. Ngga jarang kita bakal lalap bawang putih itu. Cara beliau motong lontong juga unik, gede-gede juga, dijamin kenyang lah.


Dibanderol dengan harga sekitar 6ribu-7ribu, makan siang mu terpuaskan. Lagi-lagi bersiaplah antri kalo beli di jam-jam istirahat, karena banyak para pekerja yang memilih makan disini.

Jadi, ngga perlu bingung mau makan siang apa kan?

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *