Kopdar Blogger Tulungagung Menulis #2


Tinggal di kota kecil beberapa kali bikin saya sering ngerasa iri dengan berbagai event-event blogger di kota besar, ketemu para pembicara-pembicara yang keren, belum lagi doorprize-doorprize yang bikin ngiler :D. Buat ke Surabaya aja saya butuh waktu perjalanan kurang lebih 4 jam, kalo ngga macet. Kalo macet bisa 5-6 jam di perjalanan, bisa kering kucel dong saya. Suatu kali saya sharing sama blogger di komunitas yang juga sama-sama dari kota kecil, ada komentar “kenapa ngga bikin sendiri di kota mu?”. Ide bagus! Cari-cari di sosmed berbagai akun lokal dan bertanya ada ngga komunitas Blogger, ternyata masih jarang. Pernah ada, tapi hidup segan mati tak mau gitu lah. Dan muncullah Blogger Tulungagung Menulis.

Masih bersama dengan Bunda Zakyzahra Tuga yang semangat literasinya luar biasa, kita sharing-sharing dan ngajak beberapa teman yang juga aktif menulis, tapi bloggingnya on-off. Sejak awal, saya memang ngga money oriented dalam blogging. Blog memang sarana menulis, mengawetkan pengalaman dan berbagi, khususnya apa saja tentang Tulungagung. Alhamdulillah, ini sejalan dengan visi teman-teman. Kita mau membangun Tulungagung melalui tulisan dan blog.

Jam yang disepakati di hari Minggu itu sih jam 8, tapi saya molor, baru nyampe Pena Ananda jam 9 lebih. Disana sudah ada Bapak Budi Harsono, beliau guru Bahasa Indonesia yang jago bikin puisi. Buku terakhirnya sudah cetak lho, berisi kumpulan puisi dengan tema Lingkungan Hidup. Keren kan? Juga sudah ada Mas Endrita Agung, fotografer nih, bawa kamera gede hobi jepret sana sini. Mas Agung domisili di Malang, tapi masih cinta dengan Tulungagung dan pengen do something juga untuk Tulungagung.

Disusul kemudian yang datang adalah si pemilik nama pena Reezumi yaitu Anis Pustariya. Doi jago nulis cerpen lho, baca cerpennya itu ngga bosen, idenya sederhana dan dikemas dengan bahasa ringan. Alumni Kampus Fiksi lho ini, jadi ga perlu ditanyain lagi  ilmunya nulis cerpen. Cerpen-cerpennya juga sudah nampang di beberapa buku antologi. Agak siangan ada Mas Muslih yang datang, Beliau ini penulis artikel islami. Kalo Bunda Zakyzahra Tuga ceritanya disini yaa, si Bunda udah stay dari kapan hari, kan empunya basecamp :D. Komplit ya kontributornya?

Dari obrolan ngalor-ngidul, sruput minuman, nyemil biskuit, ngakak bareng, kita sepakat bahwa lain waktu kita akan meet up lagi dengan lebih banyak ngajak temen yang hobi nulis di blog. Tentu ini butuh persiapan, butuh woro-woro dari jauh hari, karena kita pengen menjangkau lebih luas lagi. Harapannya ke depan, kita juga bisa punya portal Tulungagung, yang bisa jadi acuan wisata ataupun apa saja informasi tentang Tulungagung. Portal ini tawaran dari Mas WP lho, berbekal beberapa bahasa pemrograman, sayang aja toh kalo ngga dipraktekin lagi. Coding-codingnya lama ngga dipake, bisa jadi udah rontok dijalan dan ilang ngga tau jatuh dimana :D. Makanya, doi semangat buka-buka buku jaman kuliah.

Sebagai kota di pesisir selatan, Tulungagung banyak menyimpan tempat wisata, khususnya pantai. Ada sekitar 20 pantai yang beberapa diantaranya belum terjamah. Itu artinya, kondisinya masih sangat alami. Mengapa belum terjamah, karena akses lokasinya yang menantang. Oleh karena itu, Tulungagung sering menjadi tujuan traveller untuk nge-trip. Beberapa waktu yang lalu, Kedung Tumpang  sudah nampang di artikel National Geographic. Kemudian, Gunung Budeg juga menjadi tujuan trip dari acara My Trip My Adventure. Bisa bayangin kan betapa kerennya Tulungagung?

Tentang kuliner, tolong jangan ditanya, lebih baik buktikan saja :D. Saya cuma mau mengutip komentar teman kerja saya yang notabene kelahiran Malang dan domisili Kediri. “Mbak, makanan disini itu murah dan enak-enak yaa… Pas awal-awal kerja disini lho Mbak, aku bayar di kasir sampe tak ulangi pesenan ku apa aja, kirain Ibunya salah itung.” Doi makan berdua, porsi gede, tapi shock karena cuma abis 20k. Hahaha. Saya ketawa aja. Bangga dong? Pasti. Makanya, saya cinta Tulungagung :D.

Karena alasan inilah kita pengen menuliskan Tulungagung di blog. Jadi inget kutipan di kaos relawan Festival Bonorowo Menulis 2015.

Saatnya Tulungagung menulis dan ditulis, jika tidak ingin hilang dari Peradaban.

Ada yang punya pengalaman dolan ke Tulungagung? Share aja yuk…

You may also like

6 Comments

  1. Kereeen banget acaranya mbak. Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Salam Kenal dari Bandung ^_^ Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami ya. Ada kelas online nya juga lho. Terimakasih ^_^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *