Kampanye Pro ASI

http://drg.dionella.net/wp-content/uploads/2013/01/supaya-asi-lancar-melimpah.jpg

Picture : http://drg.dionella.net/wp-content/uploads/2013/01/supaya-asi-lancar-melimpah.jpg

Saya masih single, tapi memang berada di usia-usia yang pantas dan sering mendapatkan pertanyaan “kapan nikah?”. Saya selalu kasih jawaban, doakan saja yang terbaik. Apa saya risih? Kadang, tapi udah kebal juga. Selain karena berada di usia-usia yang memang sudah sepantasnya punya suami dan anak, saya juga tinggal di lingkungan dimana anak baru lulus SMA menikah adalah suatu kewajaran.

Sejak setahun terakhir, saya memutuskan untuk aktif kembali di sosmed Facebook, berkenalan dengan orang-orang di komunitas kristik, komunitas menulis, dan komunitas Taman Baca. Tanpa dihindari Facebook saya juga dipenuhi dengan ibu-ibu muda, jadi banyak sekali upload-an foto nikahan juga foto bayi-bayi mereka yang lucu-lucu. Semalam saya membaca salah satu update status dari kakak kelas saya di SMA dulu, tentang propaganda SuFor.

Ah obrolan Ibu-ibu nih, tapi saya kan juga calon Ibu 😀 *aamiin…

Saya percaya bahwa semua Ibu memiliki anugerah luar biasa, anugerah rahim sehingga memiliki kesempatan mengandung benih penerus kehidupan, anugerah payudara yang tidak hanya menambah kecantikan fisik juga kesempatan menyusui. Tak bisa dipungkiri mengenai kandungan-kandungan ASI, dan tak bisa dibandingkan dengan kandungan SuFor. Saya bukan orang kimia sih, masih perlu belajar soal istilah kolostrum, laktosa dan lain sebagainya. Bukan hanya sekedar kandungan yang kaya dan baik untuk tumbuh kembang si kecil, juga tentang bonding, Ikatan. Membentuk keterikatan emosional dengan anak perlu dipupuk sejak bayi kan? Inilah yang mungkin susah dilakukan oleh SuFor, atau mungkin tidak bisa, entahlah. Belum menyusui saja, hanya membayangkannya betapa romantisnya kasih anak dan Ibu saat dipelukan. Ada banyak doa-doa dan harapan-harapan sang Ibu yang mungkin saja itu tak bisa diungkapkan dengan kata-kata tapi mampu tersampaikan melalui ASI. Entahlah, saya percaya ini sih 😀

Meskipun sekarang, ada banyak kendala yang dihadapi para Ibu-Ibu sehingga tak bisa menyusui secara langsung, tapi usaha mereka untuk memberikan ASI tetap harus mendapat apresiasi dibanding mereka yang menyerah dan memilih SuFor. So, para Ibu-Ibu menyusui tetaplah berteguh hati dengan senantiasa memberikan yang terbaik bagi anak melalui ASI. Sekarang banyak kok dijual botol-botol untuk menyimpan ASI, juga banyak pendonor ASI. Hidup ASI !!!

*Tulisan ini sifatnya cethek banget, karena saya belum pengalaman sebagai Ibu. Semoga bisa membuktikannya, suatu hari nanti. Aamiin*

Status dari Mbak Ian Kartika dan diskusi kami bisa dibaca disini

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *