See You, Buku Anak Shalina!

Semalam saya membaca caption dari Founder Amazara, tentang pengumuman gulung tikar. Bukan hal yang mudah bagi seorang pengusaha mengumumkan kabar buruk tentang perusahaannya. Mari kita setujui, bahwa membangun usaha itu nggak mudah.

Hal itu juga yang saya alami beberapa minggu terakhir. Benar-benar bimbang, antara lanjut jualan tapi progres begini-begini aja atau berhenti istirahat sebentar tapi kok sayang, ya? Setiap malam dipikirin, diobrolin di WA sama suami.

Dan, sampailah pada keputusan, OK stop dulu. Mari istirahat.

Sebabnya apa?

  1. Waktu. Seperti yang sering saya ceritakan di blog ini, saya punya pekerjaan fulltime sebagai Accounting. Meskipun saya suka banget jualan buku ini, tapi nggak bohong saya capek juga lho. Hahaha.
  2. Finansial. Saya masih kacau dengan pembukuan, akhirnya carut marut dengan finansial keluarga. Masalah klasik bisnis kecil online ya, keuangannya campur aduk. Yang sebenarnya, nggak boleh!
  3. Fokus terpecah. Nggak bisa bohong kalo saya suka banget dalam hal self-upgrade, mengasah kemampuan menulis, ikut kelas ini itu. Yang mana ini sangat didukung suami, dia lebih suka saya berkarya daripada siang-malam menghabiskan energi untuk promosi.

Disaat bersamaan itu, ada tawaran kelas menulis yang amat-sangat menarik banget buat saya. Tanpa ba-bi-bu, saya daftar. Baru kemudian bilang suami kalo aku mau ikut ini, begini begini. Dan, beliau kembali menyakinkan saya kalo lepas dulu jualan bukunya, inshaallah nanti rejekinya tetap sama. Aamiin~

Jadi, Agustus ini Buku Anak Shalina genap berumur dan bertahan di 2 tahun. 2 tahun yang amazing sih buat saya. Soalnya cuma jualan buku ini yang bener-bener bikin enjoy dalam dunia per-onlineshop-an, bisa storytelling dengan nyaman karena relate dengan minat saya, dipertemukan dengan Ibu-ibu yang sangat peduli dengan pendidikan anak, mau mengelola keuangan mereka sedemikian rupa supaya bisa beliin buku anak. Beliin buku anak itu butuh upaya lho menurut saya, nggak semudah beli mainan.

Demikian postingan receh namun penting buat saya, sekedar menyimpan memori pengalaman aja. Mohon maafkan segala salah dan khilaf dalam bermuamalah, dalam melayani dan bertransaksi. Semoga ada umur panjang sehingga bisa menghidupkan kembali Buku Anak Shalina dengan sistem dan pelayanan yang lebih baik. Saya masih berharap suatu hari bisa jualan lagi kok. Hihihi…

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *