Internet CAKAP #1 : Tentang username Sosial Media Facebook

Internet CAKAP #1

Di dunia yang sudah serba digital ini, rasanya kok ngga mungkin kalo ngga punya sosial media. Setelah booming handphone berlayar sentuh dan mulai meninggalkan handphone ber-keypad, pastilah satu sama lain mulai saling meracuni aplikasi-aplikasi. Mulai dari aplikasi chatting, sosial media, games hingga aplikasi belanja.

Salah satu sosial media yang menurut saya masih banyak diminati adalah Facebook. Facebook terbilang eksis cukup lama mengingat dulu saya mendaftar pada tahun 2008 dan hingga kini saya masih aktif menggunakannya. Dulu sebelumnya teman-teman saya di Facebook cukup keluarga, kemudian teman SMA, disusul saling menemukan teman SMP hingga SD. Di bangku kuliah pun saat berkenalan, beberapa waktu kemudian yang ditanyakan adalah akun facebook mu apa? Hehehe.

Dan kini, meskipun Facebook mulai ditinggalkan oleh beberapa teman saya karena mereka beralih pada sosial media lain, saya masih menggunakannya. Alasannya? Sayang aja kalo harus kehilangan kabar dari teman-teman lain yang terlalu malas menggunakan sosial media lain dan memilih setia pada Facebook. Alasan lainnya, saya banyak bertemu komunitas disini. Yeeey…

Tapi, seiring berkembangnya sosial media dan penyebaran informasi muncul fenomena-fenomena unik. Salah satunya, penggunaan username pada akun Facebook.

Bukan nama yang panjang dan susah dibaca itu ya. Saya yakin nama macam model gitu masih ada kok. Dan saya juga pernah denger, salah satu alasan kenapa ngga diganti adalah lupa password mau login di komputer -___-” jadi kebanyakan dari mereka ber-Facebook-ria dari handphone.

Di circle saya fenomena-nya adalah menggunakan username sosial media dengan nama anak. Iya sih, saya generasi 90an. Sebagian besar dari kami sudah menikah dan berkeluarga. Saya masih bisa maklum kalo misal mengganti nama belakang mengikuti nama suami. Asal nama depan masih menggunakan nama asli dengan ejaan yang jelas.

Ada yang total mengganti dengan nama anak. Ato ada yang Bunda-(nama anak). Ya kali saya kenal sama anak kamu, kalo engga? Pernah suatu kali saya sedang sortir beberapa teman di Facebook, ada nama yang saya ngga kenal. Setelah saya buka profilnya, saya lihat fotonya, ternyata teman sekelas SMA saya yang pernah duduk di bangku belakang saya. Batal unfriend dong saya, karena ternyata kenal. *Beberapa minggu kemudian dia ganti nama bok, nama anaknya yang nomor 2 -____-“*

Ada alasan klise kenapa seseorang masih bersosial media, yaitu silaturahmi. Dari silaturahmi harapannya masih bisa update kabar apa aja kan? Gimana kalo misalnya ada kerabat ato teman pengen memberi kabar tapi saat mereka cari nama kamu di sosial media ngga ketemu? Ini juga berlaku buat yang namanya susah di eja.

Bahkan sekarang ngga jarang beberapa perusahaan yang menggunakan sosial media untuk mencari tahu calon karyawannya. Dan saya rasa, bagaimana kamu menggunakan username di sosial media juga akan membawa pengaruh.

Menurut saya juga penggunaan username ini juga bisa mengukur seberapa bangga dan seberapa menghargai kamu akan nama pemberian dari orang tua. Terlepas mungkin beberapa ada yang punya nama julukan, dan jauh lebih dikenal dengan nama julukan tersebut, tapi saya yakin masih bisa lah mencantumkan nama asli dengan ejaan yang baik.

Nah, bagaimana username sosial media mu?

PS. Mungkin ini juga berlaku buat username aplikasi chatting :p

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *