Hidup Sederhana itu Susah

Saya ketawa waktu kalimat ini tiba-tiba melintas, langsung kepikiran untuk ditulis di blog aja.

Jadi, ceritanya, ada salah satu temen saya yang beli mobil secara tunai. Kok tau? Ya karena saya accountingnya. Hahaha. Pokoknya tau lah ya. Kemudian saya cerita-cerita sama temen deket. Wah, alhamdulillah temen kita sukses-sukses, kaya-kaya nih. Sambil diiringi emot ketawa miris. Miris karena saya sama temen saya itu level bahagianya cukup makan sate tahu. Receh banget kan? Hahaha.

Jadinya mikir, hidup sederhana itu susah.

Yha gimana… temen-temen udah mampu beli mobil coy! Nah kita, mau service motor aja harus ngatur cashflow. Hahaha. Kalo lagi agak ada duit, ya nge-grab aja. Sungguh ingin menertawakan hidup.

Tertawa karena… wah temen-temen sudah nggak kepanasan dan kehujanan, nah saya masih pake jas hujan kalo kehujanan, pake jaket, masker + sunscreen SPF tinggi biar nggak menuai flek. Hahaha.

Tertawa lagi karena… kok saya belum kepikiran untuk beli mobil. Selain karena memang uangnya nggak ada (((ngakak lagi))), belum butuh karena nggak pernah keluar kota (((kurang piknik gaes!))), belum punya garasi untuk naruhnya (((masih nomaden))), belum lagi biaya service tiap bulan yang nominalnya bisa mencapai emas LM 1gr (((mending invest dong!))) dan berbagai hal yang belum-belum lainnya.

Kemudian mikir, kok susah ya rasanya untuk nggak punya apa-apa 😀

Maksudnya, bukankah harusnya nggak apa-apa ya kalo kita nggak punya rumah? Harusnya nggak apa-apa kalo kita nggak punya mobil? Harusnya nggak apa-apa kalo kita nggak liburan? Harusnya nggak apa-apa kalo kita nggak punya apa-apa karena memilih untuk nggak punya atau karena memang punya prioritas berbeda.

Hanya saja, kita memang terlalu mikirin omongan orang. Hahaha.

Contoh lain, hidup sederhana itu susah adalah soal pesta pernikahan. Nggak ada photoshot pre-wedding, ditanyain, kok nggak pre-wed? Undangan terbatas, diprotes, kok nggak undang-undang sih?

Padahal, nggak ada pre-wedding itu ya demi menghemat pengeluaran, dananya untuk alokasi lain. Si mempelai pun tak mengapa tak ada pre-wed, kenapa orang lain yang ribet?

Nggak diundang? Ya harusnya bersyukur lah, itu artinya kalian nggak perlu keluar budget untuk kado. Memangnya kalo diundang, kalian mau kasih apa sih?

Belajar memegang prinsip hidup itu susah.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *