Hidup dan Passion

Beberapa hari yang lalu, saya dan suami beberes kamar dan merapikan buku-buku kami. Saya melihat sekilas dari buku-buku suami yang hampir sebagian besar tentang komputer dan tekhnologi dari judulnya banyak yang mirip-mirip.

“Kenapa sih beli buku mirip-mirip gini? Kan sudah punya, ini udah punya, kenapa beli lagi ini?” Ya kan emak-emak ya, ngga mau suami boros tapi diem-diem suka online shopping. Hahaha.

“Nyari passion. Tahun lalu aku belajar desain, tapi lama-lama kayaknya bukan passion aku deh. Jadi tahun ini aku mau belajar programming.”

Kalo sudah gini, saya ngga bisa ngimbangin obrolannya terlalu jauh. Happy sih liat suami yang punya hobi otak-atik komputer gini, yang bikin emosi kan begadangnya. Suka ngga paham waktu, giliran suruh jagain anak, ngantuk dan ketiduran, alasannya kurang tidur, punya banyak hutang tidur. -___-”

***

Saya sedari kecil memang hobi sekali dengan baca buku. Sampe tetangga pun hafal, tiap minggu pagi dengan muka masih bangun tidur, saya sudah duduk didepan rumah sambil pegang buku. Ketika SMP, tas saya penuh dengen teenlit dan komik. Ketika kuliah, kayaknya cuman saya mahasiswa yang bukunya lengkap, bahkan rela berburu ke pasar loak.
Saya juga punya kebiasaan bicara sendiri di depan cermin, mungkin kebiasaan inilah yang membawa saya suka menulis. Meski pendiam, saya punya banyak hal yang ingin diceritakan.

Kecintaan saya akan dunia baca dan tulis ini semakin terlecut saat saya terjun sebagai volunteer di Festival Bonorowo Menulis. Sejak saat itu, saya tak lagi menyembunyikan hobi baca-tulis saya. Saya mulai menulis di blog, membagikannya ke semua sosial media. Dibantu suami, blog saya tertata ciamik dan punya domain dotcom.

Kalo begitu, apa menulis adalah passion saya?

***

Diskusi sederhana saya dengan teman membawa postingan ini, tentang passion. Saya kepikiran, karena makin kesini saya merasa makin tertarik dengan dunia literasi baca-tulis, saya pengen ikut event ini itu. Padahal saya punya balita dirumah.

Memang ya, perempuan paling dekat dengan rasa bersalah.

Padahal, saya sadar betul, saya bahagia dengan menulis. Bahkan saya merasa bahwa saya jauh lebih ‘hidup’ saat bisa menulis, selesai menulis juga saat membaca kembali tulisan-tulisan saya. Pekerjaan sebagai accounting dibalik meja kerja, meski hanya formalitas tapi saya juga menikmatinya. Gimana dong?

Jadi, sebenarnya passion itu apa?

Kalo menurut saya, passion adalah sesuatu yang sangat kita sukai, sesuatu yang membuat kita mau untuk terus mencari tau dan belajar, ngga pernah bosen untuk melakukannya. Kalo pun bosen, bakal kangen dan balik ngelakuin lagi. Passion bagi saya masih tentang pencarian sepanjang hidup. Bisa saja saat ini saya sangat menikmati menulis, tapi mungkin saja suatu hari nanti saya lebih bahagia dengan memasak. Saya rasa, tak apa kalo mau berganti passion. Sama seperti yang suami saya lakukan, dia masih saja mencari. Ketika bosan, dia coba yang lain.

Bagaimana cara menemukan passion?

Yang paling pertama adalah kenali dirimu sendiri, sayangi dirimu sendiri. Di era digital yang dikit-dikit jadi kekinian-hits-viral gini, banyak orang sering ikut-ikutan tapi sebenernya itu bukan bagian dari dirinya. Makanya penting buat kenal sama diri sendiri, mau kita apa, pengennya apa dan gimana, paling suka kalo gimana, dan lain-lain yang mana itu cuma kita sendiri yang bisa menjawab dan menemukan.

Jangan ragu untuk mencoba hal baru, karena passion emang pencarian sepanjang hidup. Jadi coba ini itu ya engga apa-apa. Dulu saya juga pernah nyoba online shop-an, dari bisnis bikin gelang handmade, skincare, sampe kemudian sekarang jadi ke buku anak. Dan di buku anak ini yang paling enjoy ngejalaninnya. Ngga cuma nyari untung semata, tapi juga terus belajar tentang parenting.

Ngga akan ada habisnya ngomongin passion karena ini benar-benar berhubungan dengan panggilan jiwa seseorang. Berbahagialah buat yang sudah menemukan passion-nya, saya percaya hidup kita jauh lebih terasa hidupnya dan manfaatnya saat kita kenal siapa diri kita.

Pun kalo mau hidup mengalir dan ngga pengen menemukan passion juga tak apa. Yang penting ngga stres aja. Tetap tau caranya bahagia dan bersyukur. Soalnya kunci hidup bahagia adalah bersyukur. Kalo abis gini, jadi tergiur buat pengen tau passion-nya apa, selamat! Hidupmu makin berarti dan makin menyala.

Apapun itu, ketemu passion ato tidak, jangan lupa untuk membuat hidup dan diri semakin berharga.

Sekian dulu ya postingan ala goldenweys 🙂

 

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *