Happylist Challenge #4 : Bekerja di bidang Akuntansi

So, 2017 kemarin aku sempet ikutan challenge menulis tentang apa-apa yang membuat kita bahagia dan bersyukur di hari itu selama 30 hari. Boleh ditulis di status sosial media ato blog. Sebutlah challenge itu, Happylist Challenge.

Challenge yang bagus menurutku, karena alih-alih kita menggerutu tentang kelelahan seharian, ternyata ada banyak hal yang bisa kita syukuri dan tentu saja membuat kita bahagia, sekecil apapun itu. Sayangnya, aku cuma nyampe di hari ketiga aja. Hahaha. Besoknya aku udah lupa apa yang harus ku tulis. Sekarang, aku mau belajar rutinkan lagi ah, minimal seminggu sekali.

Ayo siapa mau temenin aku? Kita bisa saling mengingatkan, udah bersyukur dan berbahagia apa atas hari ini?

Pekan-pekan awal Januari 2018 ini hal yang sangat aku syukuri dan bikin bahagia adalah tentang pekerjaan yang aku jalani selama 2 tahun terakhir. Meskipun ya, selama akhir tahun kemarin kerja kayak kebut-kebutan di sirkuit tapi aku sangat menikmati.

Aku kerja di bidang akuntansi, di sebuah showroom mobil. Percaya ato tidak, latar belakang pendidikan ku sebenarnya manajemen, dengan predikat mata kuliah Akuntansi selalu C. Hahaha. Dulu kuliah, Akuntansi adalah momok banget. Dosennya ngga enak, materi susah dipahami, apalagi aku SMA anak IPA. Aku lebih akrab dengan rumus molekul daripada debet kredit.

Tapi sekarang, tiap bulan aku harus input jurnal, cek buku besar, bikin laporan neraca dan rugi laba. Wow. Sungguh pencapaian yang dulu ngga pernah aku perkirakan, pikirkan dan dambakan.

Tentu saja, awal-awal dapat jobdesc itu, aku ngga yakin sama diriku sendiri. Tiap hari galau dan nangis sama suami, rasanya ngga sanggup. Tapi kalo resign, aku juga ngga sanggup kalo harus ngga pegang uang sendiri. Nah?

Jadi, benar-benar ngelawan diri sendiri. Ayo belajar belajar belajar. Pelajari sistem, pelajari aplikasi dan tahan banting diomelin senior. Senior sampe pernah minta maaf sama aku karena aku selalu jadi sasaran omelan. Meskipun sedih tapi ya semua buat kebaikan aku. Lambat laun, aku percaya diri ngerjain jobdesc, paham kalo harus ditanya kenapa begini kenapa begitu.

Namanya perusahaan penjualan ya, yang namanya akhir tahun pasti diskon besar-besaran buat ngabisin stok jadi ribetnya ampun-ampunan. Saat semua prepare liburan, aku masih berkutat dengan kerjaan. Tiap mau tidur selalu planning besok ngerjain ini, abis gitu ngerjain ini. Rasanya, 24 jam itu kurang. Wow, aku sibuk banget ya…

Dari situ aku jadi mikir, ya ampun dulu momok banget kerjaan jadi akunting. Sekarang, aku cekatan sekali dan tau apa yang harus dilakukan. Benar-benar ngga sia-sia melawan diri sendiri dan memaksa diri buat belajar lebih dari kemampuan.

Intinya, mau dimanapun kerjanya, logika itu penting. Kalo logika jalan, mau dikasih jobdesc seperti apa, pasti kita ngga bakalan bingung belajar tentang alur. Dan ya, akuntansi adalah tentang logika. Setiap kali ada yang bertambah pasti ada sisi lain yang berkurang, balance.

Itu dulu ya cerita aku soal kerjaan, semoga kapan-kapan bisa nambah. See you.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *