Happylist Challenge #1 : Berbagi Cinta

Seperti biasa, ketika matahari mulai tenggelam saya bukan lagi pekerja kantoran, saya adalah seorang Ibu untuk Marwa. Saya pulang kerumah, segera membersihkan diri, membuka tangan saya untuk menawarinya gendong dan dia menyambutnya, membuka tangannya lebar-lebar sembari memajukan tubuhnya. Bahagianya tak terlukiskan.

Setelah puas bermain-main, dia mulai merengek dan mencari-cari nenen kemudian terlelap. Bahagiaku, aku bisa menyusuinya meski harus bekerja. Sesuatu yang selama 8 bulan terakhir ini selalu saya syukuri dan selalu saya anggap sebagai keajaiban dan karunia.

Untuk seseorang disana, kita adalah perempuan. Entah melalui proses mengandung atau tidak, kita bersama-sama bertanggung jawab memelihara bibit-bibit penerus kita. Kita tak perlu khawatir tentang ilmu mengasuh kita. Karena faktanya tak ada sekolah menjadi Ibu.

Anak-anak lah yang akan mengajarkan pada kita bagaimana memahami mereka. Bersama dengan mereka akan menjadi sekolah yang tak berujung, yang tak mengenal kelulusan dan tak mengenal nilai merah.

Satu-satunya yang bisa kita berikan adalah CINTA. Dengan cinta kita akan belajar dengan mereka dan mereka memahami kita. Mari bersama-sama kita belajar berbagi cinta dengan anak-anak, entah dari rahim siapa mereka berasal.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *