Happy Birthday, Bunda Zakyzahra Tuga

Hai Bunda…

Beranda Facebook pagi ini mengingatkan bahwa Bunda Zakyzahra Tuga sedang berulang tahun. Ada pilihan kirim pesan, seketika itu ingin mengucapkan. Ah, tapi asyiknya kalo dijadiin postingan blog ini, bisa lebih panjang 😀

Saya sebenarnya ingat Bunda berulang tahun, karena tanggalnya sama dengan sepupu saya. Selain itu, kita pernah ngobrol di sore hari tentang zodiak dan ternyata kita sama. *salim dulu sama sesama Pisces*

12771878_10204112790780549_8217702366275887170_o

Lebih dulu saya ucapin, Selamat Ulang Tahun ya Bunda. Semoga Bunda sehat selalu, semangatnya terus berkobar dalam berliterasi, semoga dilancarkan juga rezekinya dalam bentuk apapun. Aamiiin yaa Robbal Alamin…

Saya berkenalan dengan Bunda ketika bergabung menjadi Relawan Festival Bonorowo Menulis. Sebelumnya selalu mendengarkan suaranya di Pojok Literasi, suaranya merdu nan empuk. Jadi makin penasaran sama orangnya, waktu itu. Kemudian, kesempatan bersua itu datang, Bunda berpostur tubuh mungil, cantik, dan berpenampilan cerdas. Beliau juga ramah sekali, meski baru pertama bertemu, kami sudah berpelukan. Teletubbies dong? Berpelukaaan…

Lebih dari sosok kepribadiannya ini, super salut dengan semangat kepeduliannya berbagi tentang pentingnya pendidikan membaca dan menulis. Berbagi yang tiada henti. Sudah seperti nafas, katanya. Ah Bunda, entah ragamu terbuat dari apa, kenapa api semangatmu tiada pernah padam?

Menempati rumah sederhana bersama suaminya, Siwi Sang, yang juga pegiat literasi sejarah, Bunda memiliki Taman Baca Pena Ananda yang juga basecamp kumpul-kumpul saat kami rerembugan. Rumahnya ngga ada TV lho, tapi kalo buku-buku jangan ditanya, ada ribuan. Gaya hidup model ini yang pengen saya adopsi suatu hari nanti. Tanpa TV, banyak buku, internet kenceng :D. Mau tidak mau dengan gaya hidup seperti ini kita jauh dari sinetron ngga jelas kan, mau nonton tayangan apa, streaming aja lah. Kita jadi dituntut buat cerdas milih tayangan yang memang pengen ditonton, tanpa dipaksa oleh jadwal acara TV.

Suatu kali, Bunda pernah posting tentang terpilihnya Beliau sebagai nominasi untuk Calon Duta Baca Indonesia. Siapa saja nominasi lainnya? Najwa Shihab, Andy F. Noya, Andrea Hirata, Gol A Gong, dan beberapa nama penulis lain. Postingan ini bersifat rahasia, dan saya dipilih Bunda untuk berhak tahu info ini. Saya speechless waktu itu, air mata haru udah numpuk di pelupuk mata pas liat foto undangan dan tertera nama Zakyzahra Tuga – Tulungagung. Beliau meminta doa dari kami, para teman-teman sesama pegiat literasi, semoga sampai pada Ridlo-Mu, begitu Bunda selalu mengakhiri kalimatnya setelah melakukan apa saja. Tentu Bunda, semua pencapaian Bunda akan selalu sampai pada Ridlo Illahi. Jika tidak, tentu tak akan sampai sejauh ini. Aamiin aamiin allahumaa aamiin…

Finally, berkenalan dengan Bunda dan teman-teman relawan di Festival Bonorowo Menulis tahun 2015 adalah anugerah luar biasa yang tak pernah hentinya saya syukuri. Mungkin mereka memang orang biasa, sama makan tempe kayak saya, tapi kiprah mereka serta semangat mereka untuk mengambil bagian dalam perbaikan lingkungan inilah yang luar biasa dan pantas mendapat apreasiasi.

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *