Festival Bonorowo Menulis : Lolos jadi Volunteer

Halo… Berapa bulan ya ga nulis di blog? Padahal awalnya happy banget karena sukses bikin wordpress, dan bikin komitmen sama diri sendiri bakal rajin update. Namun apalah daya, saya hanyalah manusia biasa, letaknya khilaf dan salah 😀

So, singkat cerita awal Mei kemarin saya kembali bekerja, masih dengan jobdesc yang tak jauh dari dunia administrasi dan ekonomi. Forget it! Karena ngga akan bahas soal dunia kerja, lain waktu jika ada waktu 😀 *sok sibuk*

Masih tentang dunia bahasa dan sastra, entah kenapa saya masih punya minat yang besar dengan dunia ini. Padahal lingkungan pergaulan nyaris tidak ada yang menyukainya, ngga jarang juga ngrasa sedih. Cuma si Abang yang selalu ngerti, dan beruntung dia bisa mengimbangi, meski minatnya tak sebesar minat saya. Sudah berapa banyak akun fanspage penerbitan, grup kepenulisan yang saya ikuti, selama ini hanya mampu menjadi silent reader hingga akhirnya ketemu Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club. Demi Tuhan, kenapa ya bodoh sekali bahwa di kota kecil saya ini sebenarnya ada wadah yang bisa dijadikan tempat bercurah tapi saya aja selalu merasa sendiri. Memang saatnya keluar dari zona nyaman.

Beberapa kali fanspage muncul dengan berbagai berita, hingga kabar tentang Festival Bonorowo Menulis. Apa sih sebenarnya itu? Kepo dong? Oke, pantengin terus timeline Sanggar Kepenulisan Pena Ananda Club yang digaungi oleh Bunda Zakyzahra Tuga. Festival ini adalah festival literasi, dimana berbagai kegiatan yang berhubungan dengan dunia literasi akan digelar, mulai dari kegiatan membaca hingga menulis. Bukan hanya sekedar cerpen, namun hingga budaya lokal seperti geguritan. Dilain waktu akan coba saya jelaskan apa saja kekayaan lokal macam geguritan itu. Bonorowo sendiri adalah nama terdahulu dari Tulungagung, kota ujung paling bawah dalam provinsi Jawa Timur. Yang kemudian berubah nama menjadi Ngrowo dan berubah lagi menjadi Tulungagung. Demi apapun, saya merasa bodoh karena sedikit sekali pengetahuan saya tentang kota kelahiran, bodoh sekaligus sedih, malu sama KTP. Festival Bonorowo sendiri membuka kesempatan bagi teman-teman lokal untuk menjadi relawan. Semakin menggebu-gebu lah saya untuk ikutan terjun menjadi seorang relawan dalam dunia literasi. Mendaftarlah seketika itu. Setiap hari selalu berharap semoga bisa lolos seleksi untuk menjadi relawan. Dan kemudian tibalah hari pengumuman itu. Ternyata, saya masuk dalam kategori yang menerima email konfirmasi bahwa saya terpilih sebagai relawan. Ya, saya lolos seleksi!

Entah apa dasar pengujian pendaftaran relawan itu, tapi super bahagia. Bakalan ketemu temen baru, pengalaman baru, cerita baru, semua baru. Harapannya banyak sekali, semoga melalui Festival Bonorowo Menulis ini bisa belajar banyak tentang kepenulisan, meskipun menulisnya masih berdasar mood. Bisa ketemu orang dengan minat yang sama, visi dan misi yang sama, yang bisa saling support.

Nanti akan di update untuk pengalaman baru ini yaa, semoga konsisten.

Tulungagung, 27 Agustus 2015
With Love,
Miss Inun

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *