Cerita Kehamilan : Trimester Pertama

Apa yang dinanti bagi suami-istri setelah menikah selain kehamilan? Saya rasa tidak ada, meskipun beberapa pasangan mungkin merasa punya anak bukan tujuan utama mereka untuk menikah. Tapi tinggal di lingkungan dimana pertanyaan “kapan nikah?” sudah menjadi momok, pasti pertanyaan lanjutannya “sudah isi belum?”

Alhamdulillah, Tuhan begitu sayang pada kami. Kami tak perlu menunggu lama untuk menunggu hasil positif di testpack. Mungkin juga ini ujian bagi kami. Belum lama rasanya kami beradaptasi diri sebagai suami-istri dan menantu, kami harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua. Itulah pikiran yang setiap hari membayangi saya, apalagi setelah sembahyang.

Ketika menstruasi saya telat seminggu, suami meminta saya untuk segera testpack. Saya memang memiliki siklus menstruasi yang dibilang teratur. Dan hasilnya, alhamdulillah, positif secara testpack. Jujur, saya tidak segera memeriksakannya. Antara percaya dan tidak. Tapi saya mulai berhati-hati dalam beraktivitas dan mengonsumsi makanan. Karena saya melihat kebahagiaan di mata suami. Sementara saya masih ragu, sering menangis untuk anugerah ini. Apa iya saya siap untuk menjadi seorang Ibu? Saya masih sedang belajar menjadi istri dan menantu yang baik. Saya juga masih sering menangis karena meninggalkan kedua orang tua untuk mengabdi kepada suami. Semua terasa begitu cepat. Suami yang terus menenangkan saya bahwa saya harus belajar untuk bersyukur atas semua ini.

Selang seminggu setelah testpack positif saya, saya memeriksakannya ke Obygn pertama. Jika dihitung sesuai HPHT seharusnya kandungan saya berusia 6-7 minggu, namun sesampai di Obgyn pertama ini, pertanyaan beliau adalah ‘Mbak yakin kalo hamil?’ -____- Saya jawab, nah saya kesini ya untuk tujuan itu, Dok. Ini saya bawa hasil testpack kok. Kemudian beliau mempersilahkan saya untuk berbaring dan USG. Dan ternyata belum kelihatan apa-apa 😀 kantung janin pun tidak ada. Beliau menyarankan saya untuk periksa kembali 2 minggu lagi. Jujur, saya sedikit dongkol dengan hasil testpack yang diragukan. Saya dan suami hopeless. FYI, saya antri di Obgyn ini jam 7 malam, dan dipanggil jam 10 malam. Suami sudah ngga mau balik kesana, cari Obygn lain aja, katanya.

Tapi, saya ngga cari Obygn lain 😀 saya memutuskan untuk nanti-nanti saja lah ke Obgyn, tunggu agak lama. Siapa tahu kantung janin dan janin saya sudah kelihatan. Sisanya, saya hanya berusaha untuk membatasi aktivitas, mengontrol asupan makanan, sembari banyak berdoa. Berdoa kepada Tuhan untuk mengizinkan janin ini berkembang sebaik-baiknya perkembangan. Selama kurang lebih 1 bulan, saya sama sekali tidak memeriksakan diri. Saya juga tak kunjung menstruasi. Saya juga tak mengalami flek atau pendarahan. Mual dan muntah, beberapa kali pernah tapi semua bisa saya tahan, bukan mual muntah yang bikin saya ngga bisa ngapa-ngapain. Hanya badan yang terasa pegal, linu dan berat, itupun saya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Keluhan saya adalah rasa malas. Benar-benar susah dilawan rasa malasnya. Beberapa kali saya ijin tidak masuk kerja, hanya untuk tiduran dan nonton TV dirumah. Suami juga ngerasa saya malas pol, maunya cuma tidur doang. Bahkan selama 1 bulan ini, saya masih sempat puasa, meski beberapa ada yang bolong hehe

Setelah hari raya Idul Fitri, saya memutuskan untuk memeriksakan diri, ke Obygn lain, atas rekomendasi teman. Di Obgyn ini, antriannya dibatasi, seingat saya hanya menerima sekitar 20-25 pasien. Lebih dari itu, sudah tidak diterima dan diminta untuk mendaftar di hari praktek berikutnya. Saya dapat nomor antrian 18, jam 20.30 saya dipanggil ke ruangan periksa. Suami boleh ikut, lho. Saya ceritakan apa adanya yang saya alami ke Obgyn ini. Dan beliau langsung mengajak saya untuk USG. Apa yang terjadi? Sudah kelihatan, alhamdulillah. Tidak hanya kantung janin, tapi sudah berbentuk bayi.

Obygn bilang, nah ini sudah kelihatan, wah sudah joget-joget nih. Ah rasanya saya mau mewek disitu, suami ketawa denger Obgyn bilang kalo si bayi joget-joget dan emang si bayi gerak-gerak. Kemudian didengerin juga detak jantungnya, rasanya luar biasa bahagia. Saya jatuh cinta untuk kedua kalinya, setelah yang pertama tentu sama Bapaknya janin ini. Terima kasih, Tuhan.

Saran dari Obygn, karena masih trimester pertama, dianjurkan untuk tidak terlalu lelah fisik dan pikiran, juga jangan berhubungan badan terlebih dahulu. Jika memang kepepet, disarankan untuk menggunakan kondom. Karena sperma yang masuk akan memicu kontraksi. Obgyn juga bertanya, apa saya pernah mengalami flek atau keluar darah? Alhamdulillah, belum pernah sama sekali, Dok. Tapi, beliau tetap meresepkan obat penguat kandungan karena masih trimester pertama, yang masih rawan keguguran. Total ada 3 jenis obat yang diresepkan, asam folat untuk janin, penguat kandungan dan anti mual-muntah.

Mungkin saya bisa dibilang terlambat memeriksakan diri dan juga bandel. Seandainya, saya nurut kata Obgyn pertama untuk periksa kembali setelah 2 minggu, mungkin asupan seperti asam folat bisa tepat waktu saya dapatkan. Disini ada sedikit penyesalan. Tapi saya percaya, ada kekuatan doa yang mengiringi saya dan si jabang bayi untuk selalu kuat dan sehat. Yang terpenting lagi adalah asupan makanan dan gaya hidup lainnya. Saya benar-benar menahan diri untuk tidak jajan sembarangan, tidak selalu pilih-pilih makanan sih, tapi segala sesuatu saya sesuaikan porsinya.

Kehamilan memang membawa bawaan masing-masing. Saya amat sangat bersyukur karena tidak mengalami flek, keluar darah atau mual muntah yang berat di trimester pertama. Sejak awal, saya yakin bayi saya kuat, bahkan ketika ia harus ikut keliling lebaran ke keluarga di desa dengan jalan kelok-kelok naik turun gunung, semua baik-baik saja. Keyakinan dan pikiran positif ini buat saya penting ditanamkan sejak dini. Karena sesungguhnya kondisi hamil adalah kondisi sehat. Sisanya, percayakan pada tangan Yang Kuasa, karena Ia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Semoga para Ibu-Ibu yang sedang menjalani kehamilan seperti saya diberi kesehatan dan mampu melaluinya dengan kebahagiaan, ya. Aamiin…

Ps. Postingan ini di publish ketika usia kandungan sudah trimester kedua 🙂

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *