Kampanye Pro ASI

http://drg.dionella.net/wp-content/uploads/2013/01/supaya-asi-lancar-melimpah.jpg

Picture : http://drg.dionella.net/wp-content/uploads/2013/01/supaya-asi-lancar-melimpah.jpg

Saya masih single, tapi memang berada di usia-usia yang pantas dan sering mendapatkan pertanyaan “kapan nikah?”. Saya selalu kasih jawaban, doakan saja yang terbaik. Apa saya risih? Kadang, tapi udah kebal juga. Selain karena berada di usia-usia yang memang sudah sepantasnya punya suami dan anak, saya juga tinggal di lingkungan dimana anak baru lulus SMA menikah adalah suatu kewajaran.

Continue Reading

November Nyinyir

“Postingan ini buat yang suka nyinyir katanya kalo nikah muda gabisa nge-trip, gabisa kekinian karena udah ada bayi. Nah ini apa buktinya?”

*postingan diatas diikuti upload-an foto bertongsis ria sama kawannya di pantai, dan TANPA bayi. Sekali lagi sodara-sodara, TANPA bayi.*

Bayinya dimana? Seluruh jagat sosmed juga tau lah, kalo si bayi sama Embah-nya. Pake huruf ‘h’ ya bukan ‘k’.

Gemes banget lah sama bocah-bocah cilik yang udah merid ini, mau MBA lah ato emang udah ga kuat nahan diri aja, punya bayi tapi masih aja saingan kekinian. Ujung-ujungnya, si Ibu alias Embahnya si bayi jadi pengasuh.

Ehm… Ehm… Jaman dulu menikah muda adalah untuk membantu meringankan beban orang tua, terutama dari pihak perempuan. Karena perempuan kemudian akan mengabdi sebagai seorang istri dirumah sang lelaki. Dan seluruh biaya hidup perempuan akan ditanggung lelaki.

Lalu sekarang? Menikah muda malah menambahi beban orang tua. Si mamah muda sibuk membantu papah muda mencari nafkah, alhasil sang nenek yang seharusnya menikmati masa senja bersama si kakek, harus dengan sabar mengganti pampers sang cucu yang lucu. Padahal menitipkan anak kepada orang tua kita seharusnya ada etika, benar begitu? Kalo sudah begini, bisa dibilang siap jadi Ibu ngga tuh?

Asuhan mamah ato asuhan embah?

Continue Reading

Nge-Blog di Iphone

Hampir sepekan android saya koid, tidak terselamatkan. Sedih? Pasti. Banget. Android saya memang bukan android canggih, android cina besutan provider CDMA *you know what I mean* tapi mobilitas saya sungguh tergantung dengan smartphone. Untuk pekerjaan, saya komunikasi dengan BBM dan gmail. Bayangkan jika keduanya tak ada di tangan. Bingung. Telepon berdering, ditanyain, “BBM mu kenapa kok pending?”, masih error jawabku. Gmail masih bisa dibuka dengan PC, nah BBM? Kenapa BBM tidak menyediakan for PC aja sih? Mau pake Whatsapp web pun harus scan barcode. Mau pake Line for PC, rekan kerja di kota sebrang tak menggunakan Line.

Baiklah dengan berbagai pertimbangan dan nekat, si Kakak memutuskan ambil tabungannya dan menghibahkan smartphone-nya, Iphone 4S. Saya happy-happy aja lah, meski bekas, tapi mobilitas lancar. Hehehe

 

Singkat kata, si Kakak beli Xiaomi Redmi 2 Prime yang masih susah banget ditemukan di counter, apalagi di kota kecil gini. Saya pake Iphone. Pindahin data-data. Download ini itu. Tak lupa download WordPress di AppStore.


Secara tampilan oke, cukup user friendly. Minimalis dan tak jauh beda dengan tampilan saat di web. Namun sayangnya, tidak tersedia fasilitas read more dan memperbesar/memperkecil gambar. Ini sangat disayangkan banget, mengingat ini tools penting. Mau tidak mau harus mengedit ulang dari PC. Semoga ada perbaikan dari iOs untuk WordPress-nya.

Continue Reading

HUT Tulungagung 810 : Pesta Buku Gramedia

Pesta Buku Gramediaaaaa….

Yay i’m so excited! Mohon maklum yaa, saya tinggal di kota kecil yang tidak tersedia Gramedia, namun tersedia Toga Mas, itupun sepi. Padahal buku-bukunya lumayan lengkap, apalagi novel-chicklit-teenlit dengan cover yang kian hari kian cantik.

Eniwei, Selamat Hari Jadi kampungku tercinta, Tulungagung, yang ke 810. Semoga tetap berjaya di hati, ayem tentrem mulyo lan tinoto (aman tentram mulia dan tertata), tetap asri tanpa polusi, lengang tanpa kemacetan, semakin tersedia ruang-ruang publik yang memadai.

Continue Reading

Balada “Kapan Menikah?”

image

“Kapan menikah?”, pertanyaan serem ya…
Hanya sekedar berbagi, tidak akan mengajari berbagai pilihan jawaban. Tugas para kreatif-kreatif meme itu yaa…
Karena jawaban paling bijak menurut saya adalah “didoakan saja semoga disegerakan”.

Saya hampir seperempat abad hidup sebagai warga dunia dan menjadi bagian didalamnya. Tentu pertanyaan macam ini sering dilontarkan dari mulut-mulut peduli sekaligus mengandung kepo atau mungkin saja sindiran. Alhamdulillah sekarang sudah cukup kebal dengan pertanyaan ini. Selain karena saya sudah menemukan jawaban paling bijak, tentu yang paling penting adalah hati dan pikiran kita selaras dengan apa yang kita jawabkan tadi.

Kenapa harus terburu-buru menikah? Sebagai perempuan urusannya tidak cukup macak, masak, manak (dandan, masak, beranak). Semua perempuan pasti akan menjadi ibu rumah tangga, entah plus dengan karir atau bahkan dengan bisnis. Karena itulah seorang ibu rumah tangga hendaklah memiliki bekal-bekal pengalaman yang sedemikian luasnya. Kenali dirimu, hobimu, cita-citamu dan berkelanalah. Berkelana bukan hanya tentang travelling, namun terjun untuk pengalaman dan ilmu-ilmu baru.

Continue Reading