Menjadi Mahasiswi Institut Ibu Profesional

Kalo diinget-inget ulang kapan kenal Institut Ibu Profesional? Saya lupa tepatnya. Yang pasti karena saya merasa haus komunitas saja. Apa mungkin barengan sama kenal komunitas blogger ya? Bisa jadi. Setelah itu sempat ngulik sedikit, kemudian tau, oh berbayar, jadi saya nggak begitu tertarik. Hahaha. Maklum ya, waktu itu prioritas saya yang penting join dulu, punya banyak teman, belum mikir panjang, apalagi tentang kebermanfaatan.

Singkat cerita, semacam diingatkan lagi sejak join komunitas Pejuang Literasi, dimana anggotanya kebanyakan orang Semarang dan para member Ibu Profesional. Karena kami tergabung dalam proyek menulis buku bareng, suka rame di grup dan tentu saling follow akun sosial media. Dan saya terkesima sama akun sosial media mereka yang terkonsep karena beberapa tugas dari Institut Ibu Profesional ini. Saya jadi follow semua akun sosial media IIP, hingga regional terdekat saya, Kediri.

Continue Reading

3 Tips Mengenalkan Kebiasaan Membaca

Semenjak jualan buku, (((yailah jualan buku lagi))), ya habis gimana dong, ternyata jualan buku ini kok makin kesini makin seru. Hahaha. Seru soalnya saya nyampah mulu ya di status Whatsapp, buku lagi buku lagi. Maafkan. Jangan bosen ya, bukunya warna warni kan, lucu kan, makanya beli dong. (((teteup promosi)))

Iya, jadi semenjak jualan buku ini saya juga mendapat cerita-cerita menarik dari teman-teman yang pernah beli. Mereka yang tertarik, kemudian beli, temennya yang lain kepincut, beli deh di saya. Ah rasanya, bahagia sekali. Terima kasih banyak. Ada juga yang curhat kalo anaknya lebih suka gadget daripada buku, tapi kemudian nggak beli buku. Ya nggak apa-apa kok. Nggak dapat orderan, tapi dapat ide menulis. Terima kasih banyak juga. Hahaha.

(Baca juga : Anakku lebih suka gadget)

Continue Reading

Pekan Menyusui Sedunia 2018

Hai Ibu-Ibu menyusui…

Setiap tahunnya selama tanggal 1-8 Agustus diperingati sebagai Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week). Tahun lalu, pekan menyusui bertepatan dengan Marwa memasuki MPASI. Wow senang banget, karena akhirnya dia lulus 6 bulan pertama, 95% ASI eksklusif, karena 5%-nya ada susu bubuk. Hahaha.

Bagaimanapun saat itu, saya patut berbangga diri. Karena itu adalah penghargaan terhadap diri saya sendiri, ternyata saya tidak mudah menyerah untuk urusan ASI. Hingga kini, pekan menyusui kali ini bertepatan dengan Marwa genap 18 bulan (1,5 tahun) dan saya memutuskan berhenti pompa ASI. Setelah masuk 12-13 bulan kemarin, saya cuma pompa sekali dalam sehari. Sekarang, saya sudah nggak bawa coolerbag lagi saat bekerja.

Continue Reading