NHW #5 : Membuat Desain Pembelajaran

Pekan ke 5 ini, kami belajar materi Belajar Cara Belajar. Belajar aja ada caranya belajar lho, pusing nggak? Jangan ya…

Jujur, pekan 5 ini saya kurang fokus memahami materi, karena minggu malam mendadak Marwa demam. Senin saya memutuskan ijin nggak masuk kerja, menemani dia seharian, karena maunya hanya nyusu. Makin siang, demamnya makin tinggi, saya cek kok 40 derajat. Mulai khawatir, saya ajak Ibu untuk membawanya ke klinik. Sesampai di klinik, di cek lagi, turun di 39,6 derajat. Dokter menyarankan rawat inap, khawatir kejang karena demam tinggi. Alhamdulillahnya, bangsal sedang penuh. Jadi, beliau mengijinkan kami pulang dengan resep dan tetap memantau suhu tubuh. Jika tidak turun setelah minum penurun demam, langsung IGD. Hati rasanya mencelos…

Continue Reading

NHW #4 : Menyusun Kurikulum Hidup

Wah judulnya dalam amat ya? Hahaha. Biar ah! Kurikulum hidup, ya memang kita hidup di dunia belajar kan? Belajar di Universitas Kehidupan. Bedanya, mau jadi apa kita, ya ditentukan oleh diri sendiri. Caranya gimana? Ya menyusun Kurikulum Hidup sendiri. Hidup cuma sebentar, sayang aja kalo terlewat cuma untuk kerja-makan-tidur. Supaya tidak semakin ruwet, mari kita urai satu per satu NHW pekan ke 4 ini…

Pekan 4 ini kami belajar tentang Mendidik dengan Kekuatan Fitrah, ada dipostingan saya sebelumnya. Materinya banyak berbicara tentang anak, jadi malam itu kami diskusi seru tentang pola asuh, milestone, menyatukan suara dengan keluarga, pokoknya apapun yang berhubungan dengan anak. Sampai-sampai kita ngomongin KIA dan KMS lho… Hahaha.

Continue Reading

Materi #4 : Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Disclaimer : Materi adalah milik Institut Ibu Profesional. Seluruh catatan disini untuk dokumen pribadi sebagai bahan pembelajaran.

Wah, sudah pekan 4 yaa, tanpa terasa hampir sebulan setiap minggu selalu dapat ilmu baru, berjibaku dengan NHW, memanajemen waktu dengan baik agar semua mendapat porsinya. Aku merasa hidupku lebih ‘berisi’, nggak badan doang. Hahaha.

Sewaktu dijadwalkan untuk mendapat materi ini, beberapa jam sebelumnya, saya mendapat kabar tidak baik. Kabar yang harusnya menggugah empati bagi sebagian orang, namun tidak terjadi pada saya. Seketika, saya merasa jahat banget jadi orang, karena kok aku nggak merasa kasihan ataupun sedih ya? Hahaha.

Continue Reading