Plugged Duct dan Ujian Menyusui Lainnya

Setelah cerita tentang Ujian Menyusui yang saya alami di usia Marwa 13 bulan ini, saya jadi flashback ke ujian-ujian sebelumnya. Sekalian buat semangatin diri sendiri kalo saya masih mau dan mampu lanjutin perjalanan menyusui ini.

Ujian yang paling besar yang masih saya ingat adalah ketika Marwa usia 4 bulan dan 9 bulan. Tiap semester ada aja ya ujiannya.

Continue Reading

Ujian Menyusui (lagi)

Ah lagi-lagi tentang menyusui…

Sebenarnya saya punya banyak banget cerita untuk dibagikan tentang menyusui ini. Tapi saking banyaknya, semua cuma masih jadi draft.

Dan tentang Ujian Menyusui ini kenapa diberi judul (lagi), karena ya pernah mengalami hal seperti ini.

Continue Reading

Mbak, tolong anak ku lebih suka gadget!

Mbak, tolong mbak anak ku lebih suka gadget daripada buku…

*Hening seketika*

Sejak sering nge-share tentang buku anak sekaligus jualan, lumayan sering dapet pertanyaan dan ungkapan kayak gitu. Tapi kalo harus ditanya, solusinya apa, saya ngga tau.

Memang susah banget kalo mau puasa gadget di jaman serba digital ini. Yang dewasa gini aja sudah tau kalo kebanyakan pegang dan liatin gadget itu ngga baik, tapi masih susah kan buat total lepas. Ya memang ngga bisa. Mustahil.

Continue Reading

Tentang Keputusan Menyusui

Dulu sebelum saya menikah dengan Mas Wahyu, Ayahnya Marwa, saya pernah mengutarakan sebuah keinginan. Keinginan itu adalah kalo saya punya anak, saya pengen resign kerja aja. Karena apa? Karena saya pengen menyusui.

Yang kemudian ternyata keinginan resign kerja itu dibantah habis-habisan sama Ibu dan Ibu Mertua (calon sih waktu itu).

Jadi, sebelum menikah saya sudah punya keinginan menyusui. Hahaha.

Kemudian saat tau saya hamil, saya banyak baca-baca tentang menyusui dan bekerja, menyusui untuk ibu pekerja. Mulai dari artikel, blogpost dan masuk ke forum-forum.

Karena ngga dipungkiri, saat saya menikah dan hamil kerjaan saya lagi oke banget. Pokoknya nyaman banget lah. Tiap hari bersyukur karena dikasih kesempatan disini. Ramah di segala sisi. Jadi keinginan untuk resign itu jadi mamang, galau lah.

Dan mata makin dibukakan dengan ilmu-ilmu menyusui untuk ibu pekerja. Makin mantap lah saya untuk menyusui meski harus kerja.

Jadi selain banyak baca dan latihan untuk lahiran normal, tiap hari saya juga baca-baca tentang menyusui, tentang ASI, manajemen ASI Perah, Pompa ASI, dan lain-lain.

Saya ngga anti sufor ya, Mommies. Saya hanya berusaha memperjuangkan apa yang sebenarnya sudah dikaruniakan Tuhan ke kita sebagai perempuan. Logika saya sih, kalo hamil aja kita berbagi makanan ke janin, kita berusaha makan makanan dengan gizi baik. Masak iya sih, ketika dia lahir ke dunia, kita ngga nyiapin gizi baik juga. Dan itu ada dalam ASI. Jadi, menurut saya, ASI adalah lanjutan gizi bayi dari sejak dia dalam rahim kita.

Untuk yang sedang hamil dan menantikan kelahiran buah hati, yuk tanam kuat-kuat keinginan menyusui. Pasti bisa kok! Ngga ada yang perlu diragukan dalam keajaiban dan kehebatan ASI. Pasti bisa!

Ingat ya, Tuhan sudah men-desain tubuh perempuan sedemikian rupa untuk hamil, melahirkan dan menyusui. Pasti bisa!

Continue Reading