Menjadi Mahasiswi Institut Ibu Profesional

Kalo diinget-inget ulang kapan kenal Institut Ibu Profesional? Saya lupa tepatnya. Yang pasti karena saya merasa haus komunitas saja. Apa mungkin barengan sama kenal komunitas blogger ya? Bisa jadi. Setelah itu sempat ngulik sedikit, kemudian tau, oh berbayar, jadi saya nggak begitu tertarik. Hahaha. Maklum ya, waktu itu prioritas saya yang penting join dulu, punya banyak teman, belum mikir panjang, apalagi tentang kebermanfaatan.

Singkat cerita, semacam diingatkan lagi sejak join komunitas Pejuang Literasi, dimana anggotanya kebanyakan orang Semarang dan para member Ibu Profesional. Karena kami tergabung dalam proyek menulis buku bareng, suka rame di grup dan tentu saling follow akun sosial media. Dan saya terkesima sama akun sosial media mereka yang terkonsep karena beberapa tugas dari Institut Ibu Profesional ini. Saya jadi follow semua akun sosial media IIP, hingga regional terdekat saya, Kediri.

Continue Reading