Pasang KB IUD di RSIA Amanda Tulungagung

Akhir-akhir ini saya merasa sering banget lihat cerita kehamilan dengan jarak yang relatif dekat. Saya ngga nge-judge apa-apa sih ya, namanya juga rejeki. Namun disini saya lebih memilih untuk bikin planning tentang nambah anak. Selain karena alasan finansial, juga karena alasan keegoisan. Iya, saya ini ibu egois lho. Saya punya hobi banyak, dan kedepan pengen nerusin hobi-hobi itu, ini aja udah kangen banget mainan kristik :p

Setelah melalui berbagai pemikiran, diskusi bolak balik sama suami, pake rayu-rayu juga, saya memutuskan pasang IUD. Alasan utamanya, ini KB non-hormonal. Meskipun ada juga IUD Hormonal, namun saya memilih yang non-hormonal. Saya juga masih dalam tahap menyusui, kalo harus yang hormonal rasanya saya nggak siap kalo proses menyusui saya berantakan. Saya juga punya gen gemuk, juga pernah mengalami kulit wajah berjerawat. Saya ngga pengen kedua hal tersebut muncul karena efek KB yang hormonal.

Continue Reading

Tentang Dot Bagi Marwa

Saya pernah cerita di postingan melahirkan bahwa meskipun Marwa pernah minum sufor di awal kelahirannya, saya bersyukur nggak sediain dot. Jadi malam setelah Marwa lahir, Bidan bikinin sufor di gelas. Minumnya disendokin. Saya yang masih pemulihan, mencoba buat tidur tapi jahitan rasanya cekit-cekit, sama sekali nggak kepikiran soal ASI dan menyusui. Benar-benar blank, karena lihat ada manusia cilik gitu.

Sampe kemudian ketika saya pulang kerumah, mulailah si Marwa bayi ngajak begadang. Dibikinin susu masih aja menangis. Ibu saya kemudian nyeletuk, ASI mu belum keluar?. Oh iya ASI, tepuk jidat lah saya. Saya pencet-pencet, nihil. Besoknya saya dimasakin sayur daun katuk, dibuatin rendang sama mertua, saya pijit-pijit payudara dan suami beliin pompa ASI komplit sama booster ASI. Sore harinya, saya pencet lagi, wow keluar, setetes doang. Tapi saya tidak menyerah!

Continue Reading

Anak Sakit, Sabar dan Gendong

Akhir pekan kemarin, si anak gadis tiba-tiba demam. Padahal sewaktu sore perjalanan pulang kerumah, dia ngga menunjukkan tanda-tanda mau sakit. Masih aktif seperti biasa. Namun menjelang malam jam 9, saya pegang tubuhnya kok suhunya meningkat. Untung saya selalu bawa termometer dan transpulmin di tas. Sewaktu di cek, suhu tubuhnya 37°. Pertolongan pertama segera kompres modern yang tinggal tempel itu.

Si Marwa sebenarnya sejauh ini tipikal bocah yang jarang sakit. Seingat saya, ini adalah demam kedua dia sampai usia 13 bulan ini. Yang pertama di usia 7 bulan. Itupun masih bisa senyum mringis meski malas bermain. Alhamdulillah sekali. Sebagai Ibunya, saya ngga terlalu panik. Slow banget. Batuk pilek pun jarang. Pilek pertama saat dia masuk MPASI, kenalan dengan air putih dan pilek deh. Setelah itu pilek lagi, tapi 2 hari beres. Ngga pernah konsumsi obat apapun, cuma transpulmin aja. Alhamdulillaaah~

Continue Reading

Plugged Duct dan Ujian Menyusui Lainnya

Setelah cerita tentang Ujian Menyusui yang saya alami di usia Marwa 13 bulan ini, saya jadi flashback ke ujian-ujian sebelumnya. Sekalian buat semangatin diri sendiri kalo saya masih mau dan mampu lanjutin perjalanan menyusui ini.

Ujian yang paling besar yang masih saya ingat adalah ketika Marwa usia 4 bulan dan 9 bulan. Tiap semester ada aja ya ujiannya.

Continue Reading

Ujian Menyusui (lagi)

Ah lagi-lagi tentang menyusui…

Sebenarnya saya punya banyak banget cerita untuk dibagikan tentang menyusui ini. Tapi saking banyaknya, semua cuma masih jadi draft.

Dan tentang Ujian Menyusui ini kenapa diberi judul (lagi), karena ya pernah mengalami hal seperti ini.

Continue Reading