Untuk yang Tak Masuk di Akal

Untuk yang tak masuk di akal tapi masuk dihati…

Apa kabarmu disana? Semoga baik-baik saja, bersama dia.

Kugoreskan pena ku di kala mengingatmu, begitu sering bayangan tubuh tinggi tegap dengan kulit hitam manis mu berkeliaran di dalam otak ku. Apakah karena aku merindukanmu? Mungkin. Apa yang kurindukan? Entahlah.

Meski ku tahu, kau telah termiliki, begitupula denganku. Termiliki oleh gadis di kota sebelah. Dan aku termiliki oleh pria disana. Ini kesalahan. Tapi kita menikmatinya. Konyol? Sungguh. Menghabiskan malam bersamamu dikota seberang menjadi sebuah kenangan yang akan selalu dirindukan. Kita berpegangan tangan bak seorang kekasih, nyatanya kita hanya kekasih gelap. Begitu banyak kebohongan yang telah kita buat pada pasangan kita masing-masing demi rasa tak tepat waktunya ini.

Seandainya kita masih sendiri, begitu sesalmu. Tidak. Jangan sesali siapa kita sekarang. Tapi bersyukurlah karena kita pernah dipertemukan dan pernah menghabiskan waktu bersama. Bersyukur dan berterima kasihlah karena kita pernah terlibat cinta, begitu kau menyebutnya tentang apa yang terjadi diantara kita. Cinta yang salah, cinta yang tidak tepat pada waktunya.

Kembalilah kepada dia. Seberapapun besar cintamu untukku, aku yakin tak melebihi porsi cintamu untuknya. Begitupula denganku, aku akan kembali kepada dia, pria yang sedang memperjuangkanku. Terima kasih karena telah mengenalkan ku pada cinta, bahwa ternyata diriku pantas untuk dicintai, meski di waktu yang salah.

Hai kekasih gelap, tak ada habisnya sajakku tentangmu. Biarlah itu menjadi kenangan kita. Biarlah aku menjadi penghuni di sudut hatimu, tersimpan rapi dan terkunci, karena kau pun telah menempati sudut hati ini. Entah kapan dan dimana lagi kita dipertemukan kembali, jangan mencari, biar tangan Tuhan yang menggerakkannya.

Dari yang masuk dihati tapi tak masuk di akal…

4737

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Suarakan Cintamu.

Continue Reading