Tentang Keputusan Menyusui

Dulu sebelum saya menikah dengan Mas Wahyu, Ayahnya Marwa, saya pernah mengutarakan sebuah keinginan. Keinginan itu adalah kalo saya punya anak, saya pengen resign kerja aja. Karena apa? Karena saya pengen menyusui.

Yang kemudian ternyata keinginan resign kerja itu dibantah habis-habisan sama Ibu dan Ibu Mertua (calon sih waktu itu).

Jadi, sebelum menikah saya sudah punya keinginan menyusui. Hahaha.

Kemudian saat tau saya hamil, saya banyak baca-baca tentang menyusui dan bekerja, menyusui untuk ibu pekerja. Mulai dari artikel, blogpost dan masuk ke forum-forum.

Karena ngga dipungkiri, saat saya menikah dan hamil kerjaan saya lagi oke banget. Pokoknya nyaman banget lah. Tiap hari bersyukur karena dikasih kesempatan disini. Ramah di segala sisi. Jadi keinginan untuk resign itu jadi mamang, galau lah.

Dan mata makin dibukakan dengan ilmu-ilmu menyusui untuk ibu pekerja. Makin mantap lah saya untuk menyusui meski harus kerja.

Jadi selain banyak baca dan latihan untuk lahiran normal, tiap hari saya juga baca-baca tentang menyusui, tentang ASI, manajemen ASI Perah, Pompa ASI, dan lain-lain.

Saya ngga anti sufor ya, Mommies. Saya hanya berusaha memperjuangkan apa yang sebenarnya sudah dikaruniakan Tuhan ke kita sebagai perempuan. Logika saya sih, kalo hamil aja kita berbagi makanan ke janin, kita berusaha makan makanan dengan gizi baik. Masak iya sih, ketika dia lahir ke dunia, kita ngga nyiapin gizi baik juga. Dan itu ada dalam ASI. Jadi, menurut saya, ASI adalah lanjutan gizi bayi dari sejak dia dalam rahim kita.

Untuk yang sedang hamil dan menantikan kelahiran buah hati, yuk tanam kuat-kuat keinginan menyusui. Pasti bisa kok! Ngga ada yang perlu diragukan dalam keajaiban dan kehebatan ASI. Pasti bisa!

Ingat ya, Tuhan sudah men-desain tubuh perempuan sedemikian rupa untuk hamil, melahirkan dan menyusui. Pasti bisa!

Continue Reading

Cerita Hari Raya Idul Fitri 1437 H

Sebelumnya, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Mohon maaf apabila banyak salah kata dalam nulis blog, dan jarang update. Dah, siapa lah saya ini hahaha. Intinya, mari saling memaafkan dan melanjutkan kebaikan-kebaikan serta resolusi-resolusi yang belum tercapai.

Lebaran tahun ini…saya udah ngga single lagi! Hahaha. Iya, udah ada suami. Lebaran tahun ini juga dirumah suami. Sholat Ied bareng keluarga mertua. Uniknya adalah seabis Sholat, ada kenduri bareng. Makan bareng gitu lah, kalo istilah kami sih berkatan. Jadi setelah bersalam-salaman keliling seluruh jamaah, kita duduk bersila dan ada berkatan buat masing-masing kelompok. Berkatan ini isinya nasi, lauk pauk seperti sambal goreng kentang tempe, mie, ada ayam ato lauk apapun. Kebetulan keluarga mertua memang memasak buat berkatan ini. Cuman pas makan bareng kita ngga tau dapet berkatan dari siapa, karena udah di acak. Beralaskan daun pisang, kita makan bareng, ambil juga sesuka hati.

Continue Reading

Sarapan Bubur Ayam Karangwaru Tulungagung

Oke. Nama gerobak Ibunya sih Bubur Ayam Jakarta, logatnya juga Jakarta. Tapi lokasinya di Karangwaru. Kalo mau kesini bilangnya ya ke Bubur Ayam Karangwaru.

Cukup susah nyari bubur di Tulungagung, apalagi bubur ayam. Kebanyakan Ibu-ibu di pasar pagi jualnya bubur sumsum atau bubur lodho. Dan Bubur Ayam Karangwaru ini salah satu favorit saya. Setiap kali gowes sama Mas WP kalo rutenya ke selatan dan doi bertanya, pengen sarapan apa? Bubur dong, jawab saya.


Buat saya, porsi bubur ayam ini pas buat ukuran perut. Komposisi bubur, suwiran ayam, kacang dan aneka lauknya pas hingga suapan terakhir bahkan takaran krupuk yang diberikan juga pas. Karena kadang kita pernah kan menemui buburnya banyak tapi lauknya yah gitu-gitu aja, suapan terakhir bubur doang malahan. Selain porsi yang pas, gurihnya juga nikmat. Karena saya suka manis, suka makanan berbau kecap, jadi saya suka tuang kecap yang agak berlebih. Apa gurihnya hilang? Sama sekali, tidak.


Bertempat di sebuah warung sederhana dan cenderung sempit, Bubur Ayam Karangwaru ini bisa ditemui di sebelah utara Waroeng Bima, jalur provinsi Tulungagung-Trenggalek. Buka warung sekitar jam 7 pagi, jam 9 pagi kadang sudah habis. Datang jam 8 pagi adalah jam yang paling tepat, tapi siap-siap antri dan ngga kebagian meja ya. Laris sih! 😀

Continue Reading

Tentang Bollywood

bollywood_glitz
sumber

Beberapa hari yang lalu memutuskan buat nonton film Bollywood yang judulnya Dilwale gara-gara temen kuliah tiap hari update lirik-lirik lagu soundtrack ini, jadi penasaran.  Nontonnya colongan play-pause di komputer kerja soalnya ngga ada player atau laptop dirumah. Saya belain pulang agak sore, tapi alasannya lebih karena hujan sih 😀 eits ngga boleh terhitung lembur yaa…

Continue Reading

Bertanya Tentang Gaji

Bertanya Tentang

“Mbak, gajinya berapa disana?”

Pernah mengalami pertanyaan kayak gitu? Mereka yang pernah kerja, pasti pernah ngerasain. Entah dari teman, sahabat, orang tua, saudara atau bahkan orang lain.

Gimana perasaannya dapet pertanyaan kayak gitu? Ada yang fine-fine aja dan merasa ‘its OK’ buat terbuka, namun ada juga yang merasa terganggu dan risih. Saya termasuk type yang kedua, saya merasa risih dan terganggu saat ditanya soal gaji. Jangankan gaji saya, ada temen yang cerita kalo dia pernah ditanya tentang gaji sama orang lain, saya langsung celetuk “eh ga sopan banget sih…”

Continue Reading