#MyHadaLaboStory : Bersahabat dengan Hada Labo

Kulit adalah investasi. Jaringan-jaringan didalamnya membutuhkan perawatan dan perlakuan khusus agar selalu sehat. Pernah ngebayangin gimana sedihnya kalo kena penyakit kulit ato kulit kita terluka? Sembuhnya lama, belum lagi bekas yang ditinggalkan, kepercayaan diri ilang entah kemana.

Belum lagi kulit wajah, sangat sensitif, perawatan pun ngga bisa sembarangan. Perawatan mahal, eh ngga cocok. Perawatan murah, eh ngga ngefek. Wajah oh wajah…

Continue Reading

Tajin??

Menyusul tulisan saya kemarin tentang ASI dan memang sengaja saya share di Facebook, salah seorang kawan lama di kuliah mengirimi pesan lewat Whatsapp. Pesan dengan foto anaknya yang kini beranjak usia menuju 4 bulan. Dalam pesannya dia bercerita bahwa anaknya tak 100% ASI. Selama ditinggal kerja, anaknya diberi tajin. Iya, tajin.

Tajin adalah air rendaman beras, itu setau saya, dan biasanya saya gunakan untuk cuci muka. Antara percaya dan tidak percaya juga sih, tapi saya takjub juga. Di era modernisasi dimana belanja saja tinggal duduk dan tunggu barang datang, dimana tingginya persaingan perusahaan susu formula dengan berbagai kandungan yang diunggulkan, tapi teman saya memilih tajin untuk menggantikan asupan ASI selama dia bekerja meninggalkan anaknya.

Continue Reading

Kampanye Pro ASI

http://drg.dionella.net/wp-content/uploads/2013/01/supaya-asi-lancar-melimpah.jpg

Picture : http://drg.dionella.net/wp-content/uploads/2013/01/supaya-asi-lancar-melimpah.jpg

Saya masih single, tapi memang berada di usia-usia yang pantas dan sering mendapatkan pertanyaan “kapan nikah?”. Saya selalu kasih jawaban, doakan saja yang terbaik. Apa saya risih? Kadang, tapi udah kebal juga. Selain karena berada di usia-usia yang memang sudah sepantasnya punya suami dan anak, saya juga tinggal di lingkungan dimana anak baru lulus SMA menikah adalah suatu kewajaran.

Continue Reading

Hari Sarjana Nasional (29 September)

image
Source : news.okezone.com

Selamat Hari Sarjana Nasional, teman-teman. Masih ingat bagaimana proses menuju satu hari mengenakan baju toga? Pusingnya skripsi, kecewa di-PHP dosen pembimbing, tegangnya sidang, teman-teman yang sedianya support. Tentu hal-hal kayak gitu meski pahit awalnya, ngeselin, tapi sekarang jadi masa-masa yang dirindukan. Saya sendiri kangen banget saat beli gorengan bareng, modal iuran seribu-duaribu tapi dimakan bareng-bareng, unforgetable moment.

Dan sekarang lepas 2 tahun sudah sejak saya resmi menyandang gelar sarjana. Semua tak lepas dari peran kedua orang tua yang amat besar, juga peran teman-teman sejawat. Skripsi menjadi karya pertama, yang telah dipertanggungjawabkan keabsahannya. Masih inget dong gimana kita harus bikin pernyataan plagiarisme? Bukan hanya sekedar hitam diatas putih, melainkan tanggung jawab moral spiritualnya. Namun ternyata beberapa waktu lalu, ijazah sarjana menjadi polemik karena banyaknya ijazah palsu. Kemudian banyak Perguruan Tinggi yang bermasalah mengakibatkan dicabutnya perizinan mereka. Sebagai sarjana, saya sedih, mikirnya apa iya bangga tuh dapet gelar kalo prosesnya aja ngaco? Percaya atau tidak, ada temen yang nyari gelar sarjana cuma biar di undangan nikah ada embel-embelnya. Apa cuma di Indonesia aja yang undangan nikah pake embel-embel sarjana A, B, atau C?

Continue Reading

Mukjizat Itu Nyata

image

Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya

Ungkapan yang memang benar-benar nyata adanya. Bukan berarti saya tidak mempercayai sebelumnya. Terkadang manusia terlalu menganggap berat masalahnya, sehingga sugesti positif apapun yang diberikan, akan menguap begitu saja.

Salah seorang rekan kerja saya beberapa waktu yang lalu tertimpa musibah yang mengharuskan dia memberikan pertanggungjawaban terhadap perusahaan, dengan nominal yang diluar kemampuannya. Beberapa hari setelah masalah, tak sedikitpun senyum tersungging di raut wajahnya. Dia menghabiskan banyak air putih untuk menutupi kesedihannya dan seolah-olah mengungkapkan i’m okay. Meski kita tahu bahwa dia tak sesungguhnya baik-baik saja, saya dan beberapa rekan mencoba menghiburnya. Beberapa kali sugesti diatas terucap dari teman-teman.

Puji Tuhan, Allahu Akbar. Kini telah berselang 3 minggu, siapa sangka performa pekerjaannya meningkat. Beberapa kali dia mendapat clien dan tanpa menunggu lama menyatakan deal. Tuhan memang adil. Beberapa kali rekan kerja saya ini menegaskan bahwa Tuhan memang sedang menegurnya dengan musibah tersebut. Dan kini tangan Tuhan memang bekerja.

Secara pribadi, tiada hentinya saya mengucap takjub akan kuasa Tuhan kali ini. Melihat rekan kerja yang dengan musibahnya justru menjadi cambukan semangat. Sungguh, kita memang tidak diijinkan sedikitpun meragukan kuasa-Nya. Karena dengan cara-Nya sendirilah Ia bekerja. Tetap serahkan diri kepada Allah SWT, Pemilik Alam Semesta.

Continue Reading