Cerita Ramadhan 2019

Ramadhan 2019 kemarin bisa dibilang ter-ruwet, ter-ribet, ter-sibuk dan ter-ter-ter lainnya. Mari diabadikan satu per satu, biar nggak ilang.

Proyek Ramadhan Journal

Menuju Ramadhan kemarin, alhamdulillah, antologi ketiga ku terbit dan siap buka Pre-Order pemesanan. Antologi ketiga ini nulis fiksi, setelah sebelumnya kebanyakan based on true story. Lagi asyik leyeh-leyeh sambil nemenin Marwa mainan, tiba-tiba aku kepikiran, gimana kalo bikin challenge hadiahnya buku ini ya? Ada yang mau nggak ya?

Continue Reading

Mini KopDar Ibu Profesional Kediri Raya

Semua materi di Matrikulasi telah tersampaikan, semua NHW sudah dikerjakan, kemudian Wali Kelas Kediri Raya menawarkan untuk meet up atau KopDar. Awalnya dibuka GForm untuk usulan kan, namun belum ketemu kata mufakat. Akhirnya, Mba Nike, Wali Kelas Kedira mempersilahkan jika ingin meet up dirumahnya, beliau share Gmaps rumahnya. Hmm~ meskipun sekota, tapi rumah Mba Nike ini lumayan jauh, butuh niat kuat untuk kesana. Maafkan!

Karena keinginan kuat untuk meet up, akhirnya Mba Nike menawarkan boleh di Kebon Rojo, silahkan ambil polling kediaman Mba Nike atau Kebon Rojo, agendanya sederhana rujakan dan saling kenalan.

Continue Reading

Pernah Dibully dan Jadi Pembully

Berawal dari sebuah instastory Instagram seorang Jurnalis yang saya follow, isinya thread Twitter tentang kasus bullying di salah satu kota di Kalimantan, saya jadi stalking kemana-mana. Huft!

Stalkingnya ya seputar kasus itu sih, saya baca-baca ke media beritanya, ke profil orang yang speak up, sampe ke pelakunya. Miris banget. Karena korban adalah siswi SMP, sementara pelaku siswi SMA ber-12. Perempuan pula. Hingga sekarang si korban masih dirawat di RS karena mengalami pembengkakan di area vital, pembekuan darah di hidung dan trauma mendalam, pastinya.

Berita terakhir, sudah muncul petisi untuk keadilan baginya.

Continue Reading

Feeling Down

Minggu lalu, saat mengerjakan NHW 5, saya sedikit cerita tentang konsentrasi yang terpecah. Marwa mendadak demam, Ibu saya juga nyusul demam, akibatnya dalam seminggu saya harus bolak balik ijin. Kemudian, disusul kerempongan sepupu saya menikah, sedih-sedih happy. Sedihnya karena Ibu sakit, happy akhirnya sepupu (dari pihak Ibu, btw) sekaligus teman TK menikah. Hahaha.

Akibat dari segala kerempongan dan keriweuhan ini, saya stres. Kepala sakit banget. Tapi harus tetap kerja, karena mendekati End Of Month. Itu artinya, saya harus ngebut ngecek arus keuangan, bikin laporan keuangan dan menyebalkannya lagi, Februari cuma 28 hari cyin! Bener-bener stres, akhirnya saya cuma bisa nangis, di kamar mandi kantor. Huhuhu.

Continue Reading