Nge-Blog di Iphone

Hampir sepekan android saya koid, tidak terselamatkan. Sedih? Pasti. Banget. Android saya memang bukan android canggih, android cina besutan provider CDMA *you know what I mean* tapi mobilitas saya sungguh tergantung dengan smartphone. Untuk pekerjaan, saya komunikasi dengan BBM dan gmail. Bayangkan jika keduanya tak ada di tangan. Bingung. Telepon berdering, ditanyain, “BBM mu kenapa kok pending?”, masih error jawabku. Gmail masih bisa dibuka dengan PC, nah BBM? Kenapa BBM tidak menyediakan for PC aja sih? Mau pake Whatsapp web pun harus scan barcode. Mau pake Line for PC, rekan kerja di kota sebrang tak menggunakan Line.

Baiklah dengan berbagai pertimbangan dan nekat, si Kakak memutuskan ambil tabungannya dan menghibahkan smartphone-nya, Iphone 4S. Saya happy-happy aja lah, meski bekas, tapi mobilitas lancar. Hehehe

 

Singkat kata, si Kakak beli Xiaomi Redmi 2 Prime yang masih susah banget ditemukan di counter, apalagi di kota kecil gini. Saya pake Iphone. Pindahin data-data. Download ini itu. Tak lupa download WordPress di AppStore.


Secara tampilan oke, cukup user friendly. Minimalis dan tak jauh beda dengan tampilan saat di web. Namun sayangnya, tidak tersedia fasilitas read more dan memperbesar/memperkecil gambar. Ini sangat disayangkan banget, mengingat ini tools penting. Mau tidak mau harus mengedit ulang dari PC. Semoga ada perbaikan dari iOs untuk WordPress-nya.

Continue Reading

Hari Sarjana Nasional (29 September)

image
Source : news.okezone.com

Selamat Hari Sarjana Nasional, teman-teman. Masih ingat bagaimana proses menuju satu hari mengenakan baju toga? Pusingnya skripsi, kecewa di-PHP dosen pembimbing, tegangnya sidang, teman-teman yang sedianya support. Tentu hal-hal kayak gitu meski pahit awalnya, ngeselin, tapi sekarang jadi masa-masa yang dirindukan. Saya sendiri kangen banget saat beli gorengan bareng, modal iuran seribu-duaribu tapi dimakan bareng-bareng, unforgetable moment.

Dan sekarang lepas 2 tahun sudah sejak saya resmi menyandang gelar sarjana. Semua tak lepas dari peran kedua orang tua yang amat besar, juga peran teman-teman sejawat. Skripsi menjadi karya pertama, yang telah dipertanggungjawabkan keabsahannya. Masih inget dong gimana kita harus bikin pernyataan plagiarisme? Bukan hanya sekedar hitam diatas putih, melainkan tanggung jawab moral spiritualnya. Namun ternyata beberapa waktu lalu, ijazah sarjana menjadi polemik karena banyaknya ijazah palsu. Kemudian banyak Perguruan Tinggi yang bermasalah mengakibatkan dicabutnya perizinan mereka. Sebagai sarjana, saya sedih, mikirnya apa iya bangga tuh dapet gelar kalo prosesnya aja ngaco? Percaya atau tidak, ada temen yang nyari gelar sarjana cuma biar di undangan nikah ada embel-embelnya. Apa cuma di Indonesia aja yang undangan nikah pake embel-embel sarjana A, B, atau C?

Continue Reading

Mukjizat Itu Nyata

image

Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar batas kemampuan umat-Nya

Ungkapan yang memang benar-benar nyata adanya. Bukan berarti saya tidak mempercayai sebelumnya. Terkadang manusia terlalu menganggap berat masalahnya, sehingga sugesti positif apapun yang diberikan, akan menguap begitu saja.

Salah seorang rekan kerja saya beberapa waktu yang lalu tertimpa musibah yang mengharuskan dia memberikan pertanggungjawaban terhadap perusahaan, dengan nominal yang diluar kemampuannya. Beberapa hari setelah masalah, tak sedikitpun senyum tersungging di raut wajahnya. Dia menghabiskan banyak air putih untuk menutupi kesedihannya dan seolah-olah mengungkapkan i’m okay. Meski kita tahu bahwa dia tak sesungguhnya baik-baik saja, saya dan beberapa rekan mencoba menghiburnya. Beberapa kali sugesti diatas terucap dari teman-teman.

Puji Tuhan, Allahu Akbar. Kini telah berselang 3 minggu, siapa sangka performa pekerjaannya meningkat. Beberapa kali dia mendapat clien dan tanpa menunggu lama menyatakan deal. Tuhan memang adil. Beberapa kali rekan kerja saya ini menegaskan bahwa Tuhan memang sedang menegurnya dengan musibah tersebut. Dan kini tangan Tuhan memang bekerja.

Secara pribadi, tiada hentinya saya mengucap takjub akan kuasa Tuhan kali ini. Melihat rekan kerja yang dengan musibahnya justru menjadi cambukan semangat. Sungguh, kita memang tidak diijinkan sedikitpun meragukan kuasa-Nya. Karena dengan cara-Nya sendirilah Ia bekerja. Tetap serahkan diri kepada Allah SWT, Pemilik Alam Semesta.

Continue Reading